Cak Nun Tak Sepakat Rizieq Shihab Sandang Gelar Habib

Pecihitam.org – Budayawan Emha Ainun Najib atau Cak Nun mengaku tidak sepakat jika Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab diberi gelar ‘Habib’. Pendapatnya tersebut sontak menuai reaksi dari Persaudaraan Alumni (PA) 212.

Wakil Sekjen PA 212 Novel Bamukmin menilai pernyataan Cak Nun tersebut kurang tepat.

“Beliau kurang tepat saja sih,” kata Novel, Jumat 13 November 2020 seperti dikutip dari okezone.com.

Seharusnya, kata Novel, Cak Nun harus lebih mendalam mempelajari sejarah para dzuriat rasul, khususnya dalam penyebutan gelar.

“Karena beliau sudah sepakat tentang keturunan Nabi Muhammad bahwa beliau juga tahu tentang keturunan Nabi Muhammad baik dari Sayidina Husain dan Sayidina Hasan cuma kurang tepat dalam penempatannya menurut yang lazim dari para ahlul bait/keluarga Nabi saat ini yang sudah masyhur yang sudah lekat di tengah para umat Islam,” ujarnya.

Baca Juga:  Beredar Kabar Habib Rizieq Bersumpah Tak Akan Pulang ke Indonesia

Sebelumnya, Cak Nun lewat video yang tayang di kanal Youtube Qahar Quotes, Kamis 12 November 2020, mengaku tak sepakat jika Rizieq Shihab menyandang gelar Habib.

Menurutnya, Rizieq lebih cocok menyandang gelar ‘Syarif’ dan bukan ‘Habib’.

“Yang mimpin 212 dan 411 siapa? Habib Rizieq, padahal dia itu bukan habib, dia itu ‘Syarif’ Rizieq,” ujar Cak Nun dalam tayangan video tersebut.

Ia pun lantas menjelaskan alasan mengapa pemimpin Front Pembela Islam (FPI) itu lebih pantas diberi gelar Syarif.

Menurut Cak Nun, gelar syarif ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki keturunan dari Sayyidina Husain.

Sementara, bagi mereka yang memiliki keturunan dari Sayyidina Hasan bin Ali, gelar yang disandang adalah Sayyid.

Baca Juga:  Gus Muwafiq Kenang Sosok Almarhum Gus Im

“Nah saya kalau manggil Rizieq itu ‘Rif, Syarif gitu’. memang dia seorang Syarif,” ujar Cak Nun.

Cak Nun pun berpendapat bahwa gelar habib itu tidak ada hubungannya dengan dzurriyatul Rasul atau keturunan nabi.

“Kalau yang habib dari dzazirah Arab itu adalah orang-orang dari Yaman dan negara-negara pinggiran yang datang ke Makkah atau Madinah untuk mencari Rasulullah, karena mereka sangat kagum dan sangat mencintai rasulullah, maka mereka disebut Habib karena mereka seorang yang cinta kepada Rasulullah, nah itu habib yang dari sana,” jelasnya.

Muhammad Fahri