Doa Istikharah: Niat Sholat, Waktu, Tata Cara dan Doanya Lengkap

doa istikharah

Pecihitam.org – Shalat dan doa istikharah merupakan ibadah shalat Sunnah yang di kerjakan untuk memohon kepada Allah Swt agar di berikan petunjuk dalam menghadapi beberapa pilihan dalam hidup dan memiliki keraguan untuk memilih serta memutuskan terhadap pilihan tersebut.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Apa Itu Sholat Istikharah?

Shalat Istikharah merupakan Shalat sunnah untuk meminta petunjuk dengan memanjatkan doa kepada Allah Swt atas pilihan, permasalahan dan hal yang membimbangkan hati manusia. Shalat Istikharah dilaksanakan sebanyak 2 rakaat atau paling banyak 12 rakaat (6 salam).

Menurut Imam an Nawawi dalam kitab al-adzkar, istikharah menrupakan sunnah yang sangat dianjurkan pada semua perkara yang memiliki beberapa alternatif atau kemungkinan. Sebagaimna hadits riwayat Jabir Ibn Abdillah ra, Rasulullah SAW bersabda:

اذا هم أحد كم بالأمر فليركع ركعتين ثم ليقل: أللهم… (رواه البخاري)

Artinya: “Jika diantara kalian ingin melakukan suatu perkara/urusan, maka rukuklah (shalatlah) dua rakaat (istikharah): kemudian membaca doa (HR. Bukhari)”

Dalam hadits tersebut menggunakan redaksi ‘al-amr’ yang berarti perkara atau urusan yang mengandung makna umum. Karena semua perkara yang wajib tidak perlu untuk di-istikharahi. Sebab kita tidak punya pilihan lain yang wajib harus dilakukan dan yang haram harus ditinggalkan.

Waktu Shalat Istikharah

Shalat Istikharah bisa dilakukan pada waktu kapan saja selama bukan waktu yang terlarang untuk mengerjakan shalat. Namun, meski bisa dikerjakan kapan saja, akan lebih utama jika dilakukan ketika sepertiga malam terkhir sebagaimana waktu pelaksanaan shalat tahajud. Hal ini dikarenakan melakukan istikharah waktu tersebut bisa lebih khusyu’ dan bisa lebih “intim” dalam memanjatkan doa berkomunikasi dengan Allah SWT.

Tata Cara Shalat Istikharah

Tata cara Shalat Istikharah sama dengan shalat-shalat lain pada umumnya, yaitu harus memenuhi rukun sholat. Sebagaimana yang diternagkan dalam kitab Fathul Qarib Mujib atau Taqrib, disebutkan terdapat 18 rukun sebagai berikut;

1. Niat. Hal pertama yang akan dilakukan yaitu membaca niat. Tanpa niat amalan kita tersebut tidak akan diterima. Niat bisa diucapkan dalam hati, dan boleh juga dengan pelafadzan secara lisan dengan tujuan untuk menguatkan niat. Niat Shalat Istikharah adalah sebagai berikut:

Baca Juga:  Al-Matsurat; Amalan dari Nabi, Faedahnya dan Hukum Mengamalkan Doa Bukan dari Nabi

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
“Ushollii Sunnatal Istikhooroti Rak’ataini Lillaahi Ta’ala”

Artinya, “Aku berniat melaksanakan shalat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala”

2. Berdiri bagi yang mampu. Adapun menurut beberapa pendapat Ulama terkait shalat sunnah, termasuk shalat Istikharah, berdiri tidak masuk dalam rukun. Maka walaupun dilakukan dengan duduk juga diperkenankan meski orang tersebut mampu untuk berdiri. Akan tetapi shalat dengan berdiri tetap lebih utama dilakukan.

3. Takbiratul Ihram. Pelaksanaan takbiratul ihram ini bersamaan dengan pelaksanaan Niat, sebagaimana membaca dalam hati niat pada poin pertama.

4. Membaca surat al-Fatihah. Adapun bacaan setelah Al-Fatihah atau surat pendek memang tidak wajib akan tetapi ada kekhususan atau anjuran perintah dalam Hadits untuk membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Al-Ikhlas pada rakaat kedua.

5. Ruku’. Yaitu membungkuk dan bersandar pada lutut.

6. Thuma’ninah. Berdiam diri sejenak sekira selesai membaca Tasbih (Suhanallah)

7. I’tidal. Yaitu bangun dan berdiri dari posisi Ruku’

8. Thuma’ninah. Berdiam diri sejenak sekira selesai membaca Tasbih (Suhanallah)

9. Sujud. Sujud harus dilakukan dengan 7 anggota tubuh menempel ke tempat sujud (Dahi, 2 telapak tangan, 2 lutut, 2 ujung kaki)

10. Thuma’ninah. Berdiam diri sejenak sekira selesai membaca Tasbih (Suhanallah)

11. Duduk Iftirasi. Yaitu duduk diantara dua sujud

12. Thuma’ninah. Berdiam diri sejenak sekira selesai membaca Tasbih (Suhanallah). Setelah ini dilanjutkan Sujud kedua dan berdiri melanjutkan rakaat selanjutnya.

13. Duduk Tawaruk. Yaitu duduk untuk Tasyahhud Akhir

14. Membaca tasyahhud Akhir

15. Membaca shalawat pada Nabi SAW saat Tasyahhud Akhir

16. Salam. Salam pertama termasuk rukun dan salam keduanya masuk kategori Sunnah

17. Niat keluar dari shalat

18. Tertib. Yakni mengurutkan rukun-rukun sesuai apa yang telah dituturkan

Baca Juga:  Dzikir Asmaul Husna, Ini Keutamaan Membacanya

Doa Shalat Istikharah

Karena shalat istikharah memang diperuntukan meminta arahan dan petunjuk dari Allah SWT, maka setelah shalat kiranya harus meminta sesuai dengan kepentingan dan kondisi kita.

Adapun pilihan untuk doa setelah shalat istikharah merupakan kewenangan masing-masing yang mempunyai hajat. Namun menggunakan redaksi doa yang diajarkan oleh Nabi atau dilakukan oleh Ulama dan Wali Allah akan lebih kuat dan berimbang serta insya Allah bisa cepat dikabulkan.

Contoh doa istikharah untuk melancarkan segala pilihan bisa menggunakan redaksi sebagai berikut;

اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ وَاَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَاَسْئَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ. فَاِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَآاَقْدِرُ وَلَآاَعْلَمُ وَاَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللّٰهُمَّ اِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ اَنَّ هَذَااْلاَمْرَ (اُذءكُرْ عَنِ حَاجَتُكُمْ) خَيْرٌلِّىْ فِىْ دِيْنِىْ وَمَعَاشِىْ فَاقْدُرْهُ لِىْ وَيَسِّرْهُ لِىْ ثُمَّ بَارِكْ لِىْ فِيْهِ. وَاِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ اَنَّ هذَااْلاَمْرَشَرٌّلِّىْ فِىْ دِيْنِىْ وَمَعَاشِىْ وَعَاقِبَةِ اَمْرِىْ وَعَاجِلِهِ وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّىْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْهُ لِيَ الْخَيْرَحَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِىْ بِهِ

“Allaahumma inni astakhiiruka bi ’Ilmika wa Astaqdiruka biqudratika wa as-aluka min fadlikal ‘aziimi fa innaka taqdiru wa laa aqdiru wa laa a’lamu wa anta ‘allaamul guyuub. Allaahumma in kunta ta’lamu anna haadzal amro (sebutkan pilihannya) khairul lii fii diinii wa ma’aasyi faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarik lii fii hi wa in kunta ta’lamu anna haadzal amro syarrun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii wa ‘aajlihii fashrifhu ‘annii wasrifnii ‘anhu waqdurhu liyal-khaira haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bihi.”

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepadaMu dengan ilmu pengetahuanMu dan aku mohon kekuasaanMu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaan-Mu. Aku mohon kepadaMu sesuatu dari anugerah-Mu yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku sukseskanlah untuk ku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untuk ku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaanMu kepadaku.”

Baca Juga:  Doa Agar Terhindar dari Fitnah Kubur yang Diajarkan Nabi, Hafal dan Bacalah dengan Rutin!

Setelah membaca doa istikharah, langkah selanjutnya adalah menutupnya dengan bacaan sholawat Ibrahimiyah sebagaimana berikut:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ في العالمين إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkan pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan bagi keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan bagi keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”

Setelah shalat istikharah, biasanya hati akan merasa tenang dan mantap terhadap salah satu pilihan yang ada. Namun, jika masih ragu, shalat dan doa istikharah dapat diulang hingga dua atau tiga kali.

Ibnu Sunni meriwayatkan, “Hai Anas, jika engkau menginginkan sesuatu, maka mintalah petunjuk kepada Allah sebanyak tujuh kali. Setelah itu, lihatlah urusanmu mana yang masuk dalam hatimu pertama kali karena di situlah tempat kebaikan. Dan jika ada udzur hingga tidak sempat shalat istikharah, maka mintalah petunjuk dengan berdoa.”

Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik