Keutamaan Shalawat Ibrahimiyah, Salah Satunya Mendapat Syafaat di Akhirat

keutamaan shalawat ibrahimiyah

Pecihitam.org – Keistimewaan Nabi Ibrahim As, menjadikan shalawat Ibrahimiyyah sebagai salah satu shalawat yang utama dan sering dibaca ketika shalat. Karena begitu istimewanya, maka tidak ada salahnya bagi kita untuk mengetahui keutamaan Shalawat Ibrahimiyah tersebut pastinya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Bagi setiap orang muslim pasti sangat tidak asing dan wajib hafal shalawat tersebut. Karena shalawat ini selalu dibaca pada saat duduk tasyahud di dalam shalat. Berikut bacaan shalawat ibrahimiyah:

للَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كما صَلَّيْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ وعلى آلِ إبْراهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كما بَاركْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آل إبراهيم في العالَمِينَ إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkan pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan bagi keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan bagi keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”

Menurut Syekh Yusuf bin Ismail An-Nabhani shalawat Ibrahimiyah adalah shalawat yang paling sempurna shighatnya dibanding shalawat-shalawat yang lain, baik yang ma’tsurah (diriwayatkan dari Nabi) maupun yang tidak ma’tsurah. Karena kesempurnaannya ini maka para ulama menentukannya sebagai shalawat yang dibaca ketika seorang Muslim melakukan shalat, di samping karena adanya kesepakatan perihal keshahihan haditsnya. (Yusuf bin Ismail An-Nabhani, Afdlalus Shalawat ‘ala Sayyidis Sadat, [Jakarta: Darul Kutub Islamiyah], 2004, hal. 57)

Baca Juga:  Cara Mengamalkan Shalawat Ibrahimiyah dan Apa Saja Keutamaan Membacanya

Ada banyak perawi hadits yang meriwayatkan shalawat Ibrahimiyah. Mereka di antaranya Imam Malik di dalam kitab Muwaththa’, Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kedua kitab shahihnya, serta para imam lainnya seperti Abu Dawud, Nasai, dan Turmudzi. Imam Al-Iraqi dan Imam As-Sakhawi menuturkan bahwa haditsnya muttafaq ‘alaih.

Banyaknya periwayatan hadits tentang shalawat Ibrahimiyah ini juga menjadikan pula banyaknya redaksi shalawat ini yang sedikit berbeda-beda. Yang ditulis di atas sebagaimana dituturkan An-Nabhani adalah salah satu redaksi shalawat Ibrahimiyah yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi.

Salah satu keutamaan shalawat Ibrahimiyah yaitu, Imam Ahmad As-Shawi menyebutkan sebuah hadits riwayat Imam Bukhari di mana Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang membaca shalawat ini maka aku bersaksi baginya di hari kiamat dengan kesaksian dan aku memberi syafaat baginya.” (HR. Bukhari)

Sementara itu sebagian ulama mengatakan bahwa membaca shalawat Ibrahimiyah sebanyak seribu kali dapat menjadikan pembacanya melihat Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga:  Perintah Membaca dalam al Quran dan Tantangan Literasi Umat

Ada satu pertanyaan menarik perihal shalawat Ibrahimiyah ini. Mengapa shalawat Ibrahimiyah jika di dalam haditsnya tanpa menggunakan kata sayyidina yang artinya “tuanku atau baginda”, akan tetapi dalam pengamalan shalawat tersebut para ulama mengajarkan untuk menggunakan kata sayyidina tersebut?

Imam Syamsudin Ar-Ramli di dalam kitab Nihayatul Muhtaj Syarh Al-Minhaj menjawab pertanyaan ini, beliau mengatakan bahwa yang utama dalam membacanya ialah dengan menggunakan kata sayyidina.

Karena di dalam penggunaan kata ini ada pemenuhan terhadap perintah (di mana haditsnya tidak menggunakan kata tersebut) sekaligus juga tata krama terhadap pangkat beliau yang semestinya. Maka menggunakan kata sayyidina ketika membaca shalawat Ibrahimiyah lebih utama dari pada tidak menggunakannya. (Syamsudin Ar-Ramli, Nihayatul Muhtaj ila Syarhil Minhaj, [Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyah, 2009], Jil. I, hal. 334)

Sementara Imam Ahmad bin Hajar menuturkan bahwa penambahan kata sayyidina sebelum kata Muhammad tidaklah mengapa. Bahkan ini merupakan tata krama terhadap hak Rasulullah SAW meskipun diucapkan di dalam shalat fardlu.

Baca Juga:  Sosok Sayyidah Khodijah Radiallahu 'Anha di Sisi Rasulullah SAW

Adapun keutamaan mengamalkan shalawat ibrahimiyah antara lain adalah sebagai berikut:

  • Baginda Rasulullah SAW akan memberi syafaat di akhirat kelak.
  • Untuk mendapatkan rahmat dan keselamatan dunia dan akhirat.
  • Untuk mendapatkan segala macam kebutuhan hidup baik di dunia dan di akhirat.
  • Dapat mempercepat terkabulnya segala macam hajat dan tercapainya semua cita-cita.
  • Untuk menarik dan memperluas rizki dengan sebanyak-banyaknya.
  • Untuk mendapatkan kewibawaan dan kemuliaan baik di di dunia maupun di akhirat.

Itulah beberapa keutamaan shalawat Ibrahimiyah yang begitu besar manfaatnya, semoga kita termasuk orang-orang yang ahli shalawat dan mendapat syafaat dari Rasulullah SAW di akhirat kelak. Wallahua’lam Bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published.