Subhanallah! Karena Surat Ini, Rambut Rasulullah Saw Beruban Sebelum Waktunya

rambut rasulullah

Pecihitam.org – Membaca Al-Qur’an adalah salah satu perbuatan yang dicintai oleh Allah SWT dan juga rasul-Nya. Seperti yang sudah banyak diketahui bahwa membaca Al-Qur’an memiliki pengaruh baik bagi sisi rohani manusia.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Namun tidak hanya sisi rohani saja, ternyata membaca Kalamullah ini juga bisa berefek bagi keadaan fisik atau jasmani manusia. Hal tersebut pernah dialami oleh Rasulullah Saw sendiri, bahkan hingga membuat para sahabatnya terheran-heran.

Ternyata rambut Rasulullah Saw beruban sebelum waktunya sebab membaca surat di dalam Al-Quran. Lantas surah apa yang membuat rambut Rasulullah Saw beruban dan bagaimana hal itu bisa terjadi? Berikut kisahnya

Dikisahkan suatu ketika sahabat Abu Bakar mendatangi Rasulullah SAW. Abu Bakar terlihat heran dan bertanya mengenai perubahan rambut Rasulullah yang berlangsung begitu cepat dan bahkan sebelum waktunya.

Abu Bakar As-Shiddiq bertanya, “Wahai Rasulullah apa yang membuat rambutmu beruban?” Beliau menjawab, “Surah Hud beserta saudara-saudaranyalah yang membuatku beruban.”

Mendengar jawaban dari Rasulullah tersebut, Abu Bakar pun masih merasa penasaran. Ia kemudian kembali bertanya, “Apa saja saudaranya?” Beliau menjawab, “Surah Al-Waqiah, Al-Mursalat, An-Naba dan At-Takwir. Semua membuatku beruban sebelum waktunya.”(HR. Tirmidzi, Thabrani, Hakim).

Kita tentu masih merasa penasaran mengapa hal yang demikian itu bisa terjadi. Ternyata Al Quran memiliki kedahsayatan yang jarang diketahui, hingga membuat rambut Rasulullah Sawberuban. Allah Ta’ala berfirman:

Baca Juga:  Ini Hak Ekonomi dan Hak Mendapatkan Kebebasan yang Terdapat dalam Ajaran Islam

ٱللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ ٱلْحَدِيثِ كِتَٰبًا مُّتَشَٰبِهًا مَّثَانِىَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ ٱلَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَهْدِى بِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنْ هَادٍ

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” (QS. Az-Zumar 23)

Dijelaskan bahwa ketika orang beriman mendengar lantunan ayat-ayat Al-Qur’an dan mengingat Allah maka hati dan kulit orang tersebut akan bergetar. Selain itu Al-Qur’an juga menjadi indikator naiknya keimanan seseorang. Sebagaimana Allah Swt berfirman:

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (QS. Al-Anfal: 2)

Dari sini kita bisa menemukan jawaban mengapa rambut Rasulullah Saw beruban sebelum waktuya ketika mendengar beberapa surah yang telah disebutkan diatas. Alasanya yaitu dikarenakan Rasulullah Saw berinteraksi dengan Al-Qur’an dengan cara berikut:

Baca Juga:  Ragam Makna Kata Syahwat dalam Al-Quran

1. Rasa takut dan hormat (khasyah).

Saat seseorang membaca Al-Qur’an diiringi dengan rasa takut dan hormat maka hati dan badannya akan bergetar. Sebab di dalam surah yang disebutkan diatas mengandung gambaran mengenai petaka yang akan di alami di akhir zaman kelak.

2. Keimanan sepenuh hati.

Rasulullah Saw membaca Al-Qur’an dengan keimanan yang sepenuh hati. Seperti yang diketahui bahwa Surah Hud, Al Waqiah, Al Mursalat, An Naba dan At Takwir berisi tentang gambaran petaka di akhir zaman. Hal ini begitu menancap pada kesadaran sanubari Rasulullah SAW. Efek yang besar ini tidak hanya berpengaruh pada rohaninya saja, namun juga berpengaruh pada rambut beliau.

Dalam Syarah al-Taisir bisyarhi al-Jami al-Shaghir, Syekh Abdur Rauf Al-Manawi menjelaskan:

“Surah Hud dan saudara-saudaranya adalah surah yang mengandung huru-hara hari kiamat dan kesedihan. Jika keduanya menjadi besar bagi manusia, maka akan mempercepat tumbuhnya uban sebelum waktunya.” (2/156).

Selain itu Syaikh Muhammad Abdurrahman Mubarakfuri menerangkan:

“Maksudnya telah nampak tanda-tanda kelemahan sebelum tibanya waktu tua. Yang dimaksud di sini bukanlah semakin banyaknya uban Rasulullah. Sebagaimana yang diriwayatkan Tirmidzi bahwa Anas bin Malik pernah menghitung bahwa uban Rasulullah berjumlah sekitar empat belas helai rambut.” (Tuhfatu al-Ahwadzi, 9/131).

Adapun Prof. Doktor Falih, mengatakan bahwa pada Surah Hud, ayat yang paling kuat pengaruhnya ialah ayat ke 112, dengan penjelasan demikian:

Baca Juga:  Begini Posisi Akal Manusia dalam Kacamata Aliran Maturidiah

(Tsalatsun Man Kunna Fihi, 107). Jadi, istiqamah taat sepanjang hayat terhadap segala perintah Allah, merupakan pekerjaan yang sangat berat. Bayangkan, untuk istiqamah pada hal-hal kecil saja kebanyakan manusia lalai, apalagi yang besar-besar. Padahal al-Qur`an mengandung perintah baik yang kecil maupun besar.

Dengan paradigma iman, sari pati Surah Hud, Al-Waqiah, Al-Mursalat, An-Naba, dan At-Takwir, membuat iman Beliau Saw semakin bertambah. Orang yang bertambah imannya juga akan mempengaruhi fisik orang tersebut. Apa yang dilakukan oleh anggota badannya akan menjadi refleksi dari keimanan yang dimiliki oleh hatinya.

Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik