Sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq, Sang Pelindung Rasulullah Saw

Abu Bakar ash Shiddiq

Pecihitam,org – Disaat kita terjun dalam kisah Rasulullah Saw., tentu yang tidak pernah lepas dari beliau ialah kehadiran para sahabat yang senantiasa menjadi pendukung, pembela, dan pelindung Rasulullah dikala beliau menyebarkan risalah agama kepada ummat. Dan salah satu sahabatnya yang paling dekat dan sangat dicintainya ialah Abu Bakar Ash Shiddiq.

Bahkan dari sepanjang sejarah, jarang Rasulullah Saw., melewati hari-hari tanpa kehadiran Abu Bakar r.a., Untuk itu mari kita simak terkait siapa itu Abu Bakar sebenarnya.

Abdul Ka’ab (Hamba Ka’bah) atau Abdullah Utsman bin Amir bin Amru bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr al Quraisy at Taimi. Nama inilah yang menjadi nama lengkap beliau sebelum diubah menjadi Abu Bakar r.a., oleh Rasulullah  Saw., ditambah dengan gelar Ash Shiddiq atau yang berkata benar, dikarenakan beliaulah yang membenarkan peristiwa Isra’ Mi’raj.

Adapun jika kita berbicara dari segi nasab, rupanya antara Rasulullah Saw., dan Abu Bakar r.a., memiliki pertalian nasab yang bertemu pada sang kakek Abu Bakar yaitu Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay. Sedangkan Ibunya bernama Ummu al Khair Salma binti Shakhr bin Amir bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim. (Imam As Syutuhi, Tarikh Khulafa: Sejarah Para Khilafah (Jakarta: Pustaka al Kautsar, 2003)

Dan yang semakin mempererat ikatan antara Abu Bakar dan Rasulullah Saw., ialah karena Abu Bakar sendiri merupakan ayah dari Istri Rasulullah Saw., (Aisyah). Sehingga bukan hanya sekedar sahabat, tetapi keduanya memiliki hubungan antara mertua dan menantu. Sekalipun sebelum Aisyah dipersunting sebagai Istri oleh Rasulullah Saw., keduanya sudah bersahabat karib.

Ciri ciri Abu Bakar ash Shiddiq

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Aisyah r.a., bahwasanya sang ayah berciri ciri sebagai berikut, seperti yang ditulis oleh Ibnu Sa’ad Muhammad bin Said dalam At Thabaqat al Kubra jilid 3

“Beliau berkulit putih, kurus, tipis kedua pelipisnya, kecil pinggangnya sehingga kainnya selalu turun dari pinggangnya, wajahnya selalu berkeringat, hitam matanya, memiliki kening yang lebar, tidak bisa bersajak dan selalu mewarnai jenggotnya dengan memakai daun innai dan katam”

Sedangkan perangai Abu Bakar sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Hisyam (Sejarawan) bahwa

Baca Juga:  Cara Khalifah Abu Bakar dalam Memberantas Korupsi

“Abu Bakar adalah laki laki yang akbrab dikalangan masyarakatnya, disukai karena ia serba mudah. Ia dari keluarga Quraisy yang paling dekat dan paling banyak mengetahui seluk beluk kabilah itu, yang baik dan yang jahat. Ia seorang pedagang dengan perangai yang cukup terkenal. bahkan dalam suatu masalah, pemuka pemuka masyarakat sering datang menemuinya, mungkin karena pengetahuannya, atau mungkin juga karena cara bergaulnya yang enak” (Muhammad Husein Haekal, Abu Bakar As Shiddiq yang lembut hati (Bogor: Pustaka Litera AntarNusa, 2003)

Begitupun yang diterangkan Ibnu Katsir dalam kitabnya Al Bidayah wa an Nihayah, bahwa Abu Bakar r.a., dikenal sebagai sosok yang terkenal dengan kebaikan dan keberanian, kekokohan pendirian, selalu memilki ide cemerlang dalam keadaan genting, dan penuh toleransi.

Mengenal istri dan anak anak Abu Bakar ash Shiddiq

Diantara perempuan yang pernah menjadi istri beliau diantaranya

  • Qutailah binti Abdul Uzza, yang darinya beliau dikarunia dua orang anak yakni Abdullah dan Asma’
  • Ummu Ruman binti Amir bin Uwaimir bin Zuhal bin Dahman, yang darinya beliau dikaruniai dua orang anak yani Abdur rahman dan Aisyah
  • Habibah binti Kharijah, yang darinya beliau dikaruniai seorang anak yakni Ummur Kultsum yang lahir setelah Rasulullah Saw., wafat
  • Asma’ bin Umais yang sebelumnya diperistri oleh Ja’far bin Abi Thalib, yang darinyalah beliau dikarunia seorang putra yang bernama Muhammad bin Abu Bakar.
Baca Juga:  Ustadz Wahabi Ini Ngalap Berkah Dari Saluran Air Ka'bah

Kecintaan Abu Bakar ash Shiddiq terhadap Rasulullah Saw.

  • Selalu membenarkan Rasulullah Saw.,

Dikala menyampaikan sesuatu tentang ajaran agama, tentulah Abu Bakar salah satu sahabat yang tidak pernah bertanya akan mengapa dan harus mengapa? Karena memang Abu Bakar sudah sangat percaya dengan apapun yang dikatakan Rasulullah Saw., tanpa menyisahkan keraguan sekalipun hanyalah sedikit.

Dan hal inipun sempat dijabarkan Rasulullah Saw., dalam salah satu sabdanya

“Setiap orang yang aku seru ke Islam akan mempunyai keraguan atau paling tidak mempunyai pertanyaan tentang-Ku atau Islam. Abu Bakar adalah satu satunya orang yang tidak bertanya apapun ketika aku mengundangnya dan tidak ada keraguan sedikit pun … “

  • Senantiasa berdakwah dan melindungi Rasulullah Saw.,

Banyak sejarah yang ketika mengisahkan perjuangan Rasulullah Saw., Abu Bakarlah yang senantiasa menjadi pelindung Rasullullah Saw., bahkan rela mati demi sang pujaan hati (Rasulullah Saw.)

Dan salah satu kisahnya ialah ketika Rasulullah Saw hendak berdakwah secara terang terangan, dan Abu Bakar mengawali dakwah itu dengan langsung menuju Masjidil Haram dimana saat itu sedang berkumpul orang orang kafir dan para pemimpin mereka, maka seketika Abu Bakar diserbu oleh orang orang kafir, bahkan sebuah riwayat dikatakan bahwa beliau pada saat itu bersimpah darah.

Sedangkan contoh perlindungan Abu Bakar kepada Rasulullah yang cukup dikenal ialah ketika  hendak melindungi Rasulullah Saw., di Gua Tsur

Perihal terjadi ketika Rasulullah Hijrah dan ditemani oleh Abu Bakar r.a., ketika sampai disampai di suatu gua yang dikenal dengan gua Tsur, maka dengan cekatnya Abu bakar berkata

“Demi Allah janganlah engkau masuk ke gua ini sampai aku yang memasukinya terlebih dahulu. Kalau ada sesuatu (yang jelek), maka akulah yang mendapatkannya, bukan Engkau, wahai Rasulullah”

Dalam sejarah, dikatakan bahwa pada saat itu, Abu Bakar pun membersihkan gua tersebut dan menutupi lubang lubang yang ada di lantai dan dinding gua dengan kainnya karena ia khawatir jikalau saja ada hewan yang membahayakan Rasulullah Saw.,

Baca Juga:  Asal-Usul Nasab dan Pendidikan Agama Islam Raden Patah

Karena ada dua lubang yang sudah tidak bisa ditutup oleh kainnya, maka ia pun menutupinya dengan kedua kakinya. Usai itu, Rasulullah Saw., pun dipersilahkan masuk dan tidur di pangkuan Abu Bakar r.a., Namun ketika Rasulullah Saw., tertidur, tiba tiba saja seekor hewan menggigit kaki Abu Bakar, tentu Abu Bakar tak akan menggerakkan kakinya sedikitpun karena ketidakinginnannya membangunkan Rasulullah Saw.

Bahkan dalm kitab Imam Thabrani dikatakan bahwa satu lubang yang belum tertutup oleh kain Abu Bakar ditutupinya dengan tumit beliau, yang dimana lubang itu ternyata tempat ular bersarang, maka tak ayal ketika beliau meletakkan tumitnya disana, ular pun mengigitnya.

Wafatnya Abu Bakar ash Shiddiq

Membahas tentang usia beliau, dikatakan bahwa beliau wafat pada usia 63 tahun persis dengan usia Rasulullah Saw., dan menurut Ibnu Katsir, Abu Bakar wafat pada hari senin malam, yaitu setelah Maghrib, dan dikebumikan pada malam itu dimana tepat 8 hari sebelum berakhirnya bulan Jumadil Akhir Tahun 13 H.

Beliau menutup usia setelah sebelumnya mengalami sakit selama berhari hari, dan disaat sakit itulah Abu Bakar menuliskan wasiat agar penggantinya kelak diberikan kepada Umar bin Khattab r.a, yang dimana pada waktu itu Ustman bin Affan lah yang menjadi juru tulisnya.

Wallahu A’lam Bissawab …

Rosmawati
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG