Biografi Ibnu Hajar Al Haitami Pengarang Kitab Tuhfatul Muhtaj

ibnu hajar al haitami

Pecihitam.org – Dalam lingkungan para Ulama Syafiiyah terkenal dua orang Ibnu Hajar, yaitu: Ibnu Hajar Al-‘Asqolani (wafat 852H) pengarang kitab Fathul Bari Al-Syarhil Bukhari dan kitab hadits Bulughul Maram dan Ibnu Hajar Al-Haitami (wafat 974H), pengarang kitab Tuhfah yang kita bicarakan sekarang ini.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Nama lengkapnya Al-Imam al-Faqih al-Mujtahid Syihabuddin Ahmad bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Hajar as-Salmunti al-Haitami al-Azhari al-Wa`ili as-Sa’di al-Makki al-Anshari asy-Syafi’i atau lebih dikenal dengan Ibnu Hajar al-Haitami. Beliau lahir di Mahallah Abi al-Haitam, Mesir bagian Barat pada bulan Rajab 909 H dan wafat di Mekkah Rajab 973 H. Ibnu Hajar al Haitami adalah seorang ulama dibidang fiqih mazhab syafi’i, ahli kalam dan ahli tasawuf.

Ayahnya wafat ketika beliau masih kecil, kemudian beliau diasuh ole Imam Syamsuddin bin Abi al-Hamayil dan Syamsuddin asy-Syinawi. Imam Syamsuddin asy-Syinawi memindahkannnya dari Mahallah Abi al-Haitam ke Maqam Ahmad al-Badawi dan mulailah ia mempelajari dasar-dasar ilmu. Beliau telah menghafal al-Qur’an di waktu kecil. Kemudian pada tahun 924 H Ibnu Hajar dipindahkan lahi ke Masjid Al-Azhar, belajar dengan ulama-ulama Mesir.

Baca Juga:  Perjalanan Gus Dur Muda: dari Kairo, Baghdad hingga Eropa

Karena keilmuanya guru-guru Ibnu Hajar mengizinkannya untuk berfatwa dan mengajar dan pada waktu itu usianya masih belum mencapai 20 tahun. Pada usia yang masih muda beliau sudah menguasai berbagai ilmu antara lain tafsir, hadits, ilmu kalam, fiqih, ushul fiqh, ilmu waris, ilmu hisab, nahwu, sharaf, ilmu ma’ani, ilmu bayan, ilmu manthiq dan tasawuf.

Ibnu Hajar al Haitami pergi ke Mekkah pada akhir tahun 933 H, kemudian berhaji dan tinggal disana, setelah itu beliau kembali ke Mesir, dan berhaji lagi bersama keluarganya di akhir tahun 937 H. Ibnu Hajar masih berhaji lagi pada tahun 940 H kemudian tinggal di Mekkah untuk mengajar, berfatwa dan menulis karya tulisnya.

Guru-gurunya

Ibnu Hajar Al Haitami memiliki banyak guru, antara lain:

  1. Zakaria al-Anshari
  2. Syaikh Abdul Haq as-Sanbathi
  3. Asy-Syams al-Masyhadi
  4. Asy-Syams as-Samhudi
  5. Al-Amin al-Gumari
  6. Syihabuddin ar-Ramli
  7. Ath-Thablawi
  8. Abu al-Hasan al-Bakri
  9. Syamsuddi al-Laqqani adh-Dhairwathi
  10. Asy-Syihab bin an-Najjar al-Hanbali
  11. Asy-Syihab bin ash-Sha`igh
Baca Juga:  Ibnu Aththar, Seorang Ulama yang Dijuluki Nawawi Junior

Kitab-kitab Karangannya

  1. Kitab Tuhfatul Muhtaj Al-Syarhil Minhaj (10 jilid besar). Sebuah kitab fiqih dalam Mazhab Syafii yang sampai saat ini dipakai dalam sekolah sekolah tinggi Islam di seluruh dunia, khususnya pesantren-pesantren di Indonesia. Kitab ini setara dengan kitab Nihayatul Muhtaj ila Syarhil Minhaj (8 jilid besar) karya Imam Ramli (wafat 1004H). Kedua kitab ini adalah tiang tengah dari Mazhab Syafi’i, yaitu kitab rujukan para Ulama Syafi’iyah dalam masalah-masalah agama di Indonesia pada waktu ini.
  2. Kitab fiqih Fathul Jawad.
  3. Kitab fiqih Al-Imdad.
  4. Kitab fiqih Al-Fatawa.
  5. Kitab fiqih Al-‘Ubad.
  6. Kitab Fatawa Al-Haditsiyah.
  7. Kitab Az-Zawajir, Fightirafil Kabaari.
  8. Asy-Syawa’iqul Muhriqah Firradi Al-Azzindiqah.
  9. Dan banyak lagi yang lainnya.

Akhir Hayatnya Ibnu Hajar al Haitami

Beliau menebarkan ilmunya di Mekkah al-Mukarramah, dan dihadiri oleh ribuan murid-murid yang senatiasa setia kepada beliau. Umur yang berkah telah di habiskan untuk mengajar umat tentang agama mereka hingga beliau lanjut usia. Di masa tuanya sakit pun mendatangi beliau sehingga beliau terpaksa harus meninggalkan kursi pengajian
Dan pada tanggal 23 Rajab tahun 974 hijriyah akhirnya beliau menutup usia dengan ridha menghadap Tuhannya. Beribu murid menangisi kepergian beliau, umat bersedih dengan wafatnya ulama panutan. Para ulama merasa begitu kehilangan dengan seorang ulama yang ramah dan berilmu tinggi ini. Akhirnya beliau diusung ke Masjid al-Haram Mekkah dan di shalatkan di bawah pintu kabah, kemudian di bawa ke perkuburan al-Mala dan di makamkan di tempat peristirahatan sahabat yang mulia Abdullah bin Zubair.

Baca Juga:  Biografi Syekh Salim Al Hadhromi Pengarang Kitab Safinatun Najah
Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *