Kitab Bulughul Maram Karya Ibnu Hajar Al Asqalani

kitab bulughul maram

Pecihitam.org – Nama lengkap kitab Bulughul Maram adalah Bulughul Maram Min Adatil (بلوغ المرام من أدلة الأحكام). Jika diartikan penuh Bulughul Marom Min Adillatil Ahkam kurang lebih adalah “Mencapai Keinginan Melalui Dalil-dalil Hukum.” Seakan-akan pengarangnya ingin mengajak pembacanya dengan mengatakan: “Jika anda ingin mencapai keinginan anda untuk memperoleh ilmu (fiqih) melalui dalil-dalilnya secara langsung, jika anda ingin tahu bagaimana menyembah Allah dengan cara yang benar sebagaimana yang dikehendaki-Nya, maka pelajarilah kitab ini.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sekilas Tentang Kitab

Kitab ini banyak dijadikan istimbath hukum Fiqih oleh para fuqaha (ahli fiqih). Dan kitab ini disertai keterangan derajat hadits yang terkandung di dalamnya. Sistem penulisannya diurutkan berdasarkan urutan pembahasan bab fiqih, pada bagian akhir kitab dibahas tentang adab, akhlak, dzikir dan do’a (Kitabul Jami’).

Dalam kitab ini akan nampak kindahan teknik penulisan hadits dari Imam Ibnu Hajar. Seringkali beliau menampilkan hadits yang shahih dan kuat, meringkas hadits yang panjang, membahas panjang lebar tentang penisbatan periwayat hadits, memberi keterangan derajat hadits dengan memberikan isyarat dari ilal-nya. Diantara kehebatan dan kelebihan kitab ini adalah ketika beliau menyertakan hadits dengan potongan dan tambahan yang muncul dari sebagian jalur sanad: Hadits yang berfungsi sebagai pengikat lafadz mutlak (Taqyid Al Muthlaq), Perinci lafdz mujmal (tafshil al mujmal) dan penghilang pertentangan (raf’u At Ta’arudh). Dengan keistimewaan ini banyak para ulama yang mengkaji, mensyarah dan menerapkan manhaj-nya.

Baca Juga:  Kitab Al Umm Karya Imam As Syafii, Kitab Induk Madzhab Syafii

Ibnu Hajar al-Asqalani menyusunnya dengan penuh cermat agar orang-orang yang menghafalkannya menjadi unggul diantara rekan-rekannya. Kitab ini adalah merupakan penuntun bagi para penuntut ilmu pemula akan tetapi tetap dibutuhkan oleh peminat (ilmu) yang sudah tinggi ilmunya. Di akhir hadits beliau jelaskan nama-nama imam yang meriwayatkan sebagai bentuk nasihat kepada ummat.

Beberapa Istilah Dalam Kitab

  1. Diriwayatkan oleh tujuh; maksudnya hadits tersebut diriwayatkan oleh Ash-Shaab Kitubussittah ditambah Imam Ahmad (Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Daud, at-Turmudziy, an-Nasaai, dan Ibnu Majah).
  2. Diriwayatkan oleh enam, maksudnya; ash-Shaab kutubussittah.
  3. Diriwayatkan oleh lima, maksudnya; Ash-Shaabussunan ditambah Imam Ahmad (Ahmad, Abu Daud, at-Turmudziy, an-Nasaai, dan Ibnu Majah).
  4. Diriwayatkan oleh empat, maksudnya ash-Shaabussunan (Abu Daud, at-Turmudziy, an-Nasaai, dan Ibnu Majah).
  5. Diriwayatkan oleh tiga,maksudnya (Abu Daud, at-Turmudziy, an-Nasaai, dan Ibnu Majah) .
  6. Muttafaq ‘alaih maksudnya Bukhari dan Muslim.

Keistimewaan Kitab Bulughul Maram

Paling tidak ada tiga keistimewaan kitab Bulughul Marom, yaitu mengandung unsur: Ikhtishar, Intiqo’, dan takhrij. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

  1. Ikhtishar: Arti Ikhtishar adalah ringkas. Kitab Bulughul Marom menyajikan hadits-hadits Nabi yang penting dalam bentuk ringkas tanpa pengulangan. Keistimewaan ringkas ini bisa dibayangkan setelah mengetahui kekayaan hadits yang tersimpan dalam lembaran kitab-kitab hadits. Sebagai gambaran, shahih Bukhari berisi sekitar 7000-an hadits. Edisi cetakan dengan ukuran standar memproduksinya menjadi empat jilid. Padahal kitab hadits bukan hanya Shahih Bukhari, tetapi juga shahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan An-Nasai, Sunan At-Tirmidzi, Sunan Ibnu Majah, Muwaththa’ Malik, Sunan Ad-Darimi, Musnad Ahmad, Mu’jam Thobaroni, Sunan Al-Baihaqi, dan Ribuan Ajza’ hadits baik yang sudah dicetak maupun yang belum. Bisa dibayangkan betapa beratnya mempelajari Islam jika harus mempelajari semua kitab itu. Maka ketika Bulughul Marom meringkas hadits-hadits tersebut dalam satu kitab, pekerjaan ini sangat bermanfaat dan sungguh memudahkan umat islam
  2. Intiqo: Intiqo’ artinya adalah seleksi. Bulughul marom hanya menyajikan kitab-kitab hadits hukum. Hadits-hadits selain hukum, seperti hadits akidah, akhlak, kisah-kisah, tanda-tanda kiamat, manaqib sahabat tidak disajikan. Keistimewaan seleksi ini bisa dibayangkan ketika kita mengkaji salah satu jenis kitab fiqih yang tergolong muthowwal. Ambil contoh misalnya kitab Al-Mughni karangan Ibnu Qudamah Al-Maqdisi. Kitab ini terdiri dari 15 Jilid (cet. Dar ‘Alam Al-Kutub). Setiap jilid rata-rata 500 halaman. Jadi secara kasar, jumlah halaman total kitab ini adalah 7500 halaman. Kitab setebal ini termasuk referensi lengkap jika ingin mengetahui hadits-hadits hukum yang menjadi dalil pada setiap pembahasan fikih. Nah, Ibnu Hajar meringankan kita. Untuk mengetahui hadits hukum, tidak perlu membaca seluruh kitab Al-Mughni, tetapi cukup mempelajari kitab Bulughul Maram.
  3. Takhrij: Arti takhrij dalam konteks ini adalah menunjukkan lokasi hadits. Misal dikatakan hadits ini diriwayatkan Bukhari dalam shahihnya, At-Thobaroni dalam Mu’jam Al-Kabir, dll maka ini adalah contoh takhrij. Kadang-kadang takhrij disertai penilaian status hadits apakah shahih, dhoif atau bahkan palsu. Dengan takhrij, maka validitas hadis bisa diterima. Pada zaman sekarang banyak berseliweran hadits, tetapi tidak jelas apakah hadits betulan atau dikarang-karang. Jadi, takhrij pada kitab Bulughul Maram ini menjamin validitas hadits yang disajikan di dalamnya.
Baca Juga:  Kitab Al Hawi Al Kabir Karya Imam Al Mawardi

Syarah Bulughul Maram

Ada cukup banyak kitab syarah Bulughul Maram, sebagai contoh saja diantaranya sebagi berikut:

  • Al-Badru At-Tamam karangan Al-Maghribi. Kitab ini adalah syarah terluas untuk bulughul marom. Penjelasan takhrij hadisnya jauh lebih luas daripada kitab subulus salam.
  • Subulu As-Salam karangan Ash-Shon’ani. Kitab ini adalah ringkasan Al-Badru At-Tamam dengan tambahan-tambahan yang bermanfaat. Kitab ini yang paling populer di tengah-tengah masyarakat sebagai kitab syarah bulughul marom.
  • Nailu Al-Author karangan Asy-Syaukani. Sebenarnya kitab ini bukan syarah bulughul marom. Kitab ini adalah syarah untuk sebuah kitab yang bernama Muntaqo Al-Akhbar karangan Abu Al-Barokat Abdus Salam Ibnu Taimiyyah Al-Harroni. Hanya saja karena kitab Muntaqo Al-Akhbar susunannya sangat mirip dengan bulughul maram, maka syarah Asy-Syaukani terhadap kitab tersebut cukup banyak memberi manfaat.
Baca Juga:  Kitab Sunan Al Kubra Karangan Imam Al Baihaqi

Silahkan download kitab tersebut pada link dibawa ini:

Kitab Bulughul Maram Ibnu Hajar
Terjemah Bulughu Maram

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published.