Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi Serta Adab-adabnya

Doa Masuk Kamar Mandi

Pecihitam.org Setiap hari, pasti kita akan memasuki kamar mandi ataupun WC. Entah karena ingin buang air kecil, BAB atau bahkan mandi. Mengingat kamar mandi dan WC merupakan tempat yang disenangi setan, maka menjadi sangat perlu membaca doa saat masuk kamar mandi agar terhindar dari bahaya setan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Mandi sendiri merupakan kegiatan rutin yang dilakukan seluruh manusia di dunia. Terutama untuk umat muslim, aktifitas mandi yang hukumnya sunnah bisa menjadi wajib.

Karena dengan mandi berarti kita membersihkan diri dari hadast kecil atau besar seperti mandi junub misalnya.

Dalam Islam, ada adab jika hendak memasuki kamar mandi. Salah satu adabnya yaitu dengan membaca doa masuk kamar mandi dan juga doa keluar kamar mandi jika sudah selesai, serta adab-adab lainnya semisal tidak berbicara saat berada di kamar mandi.

Kenapa Harus Membaca Doa

Setiap mau masuk kamar mandi atau WC, kita harus senantiasa membaca doa, karena seperti disinggung di awal tadi, setan seneng berada di kamar mandi, apalagi WC.

Maka dengan membaca doa, setan dan jin kafir akan menjauh dan tidak mengganggu pada saat kita melakukan aktivitas di kamar mandi.

Doa Masuk Kamar Mandi

Sebenarnya lafadz doa saat masuk dan keluar kamar mandi atau doa ketika masuk WC atau keluar WC sangat singkat. Mudah dihafal dan dipraktekkan.

Agar lebih mudah dan praktis, berikut doa masuk kamar mandi dengan lafadz Arab, teks latin dan terjemahnya.

Baca Juga:  Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi Beserta Adabnya

Lafadz Arab

اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَآئِث

Teks Latin

“Allâhumma innî a’ûdzu bika minal khubutsi aal khabâitsi”

Terjemah

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan dan kotoran”

Doa Keluar Kamar Mandi

Lafadz Arab

 غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَذْهَبَ عَنّى اْلاَذَى وَعَافَانِىْ

Teks Latin

“Alhamdu lillâhil-ladzî adzhaba ‘annil-adzâ wa ’âfanî

Terjemah

“Dengan mengharap ampunan-Mu, segala puji milik Allah yang telah menghilangkan kotoran dari badanku dan yang telah menyejahterakan”

Adab Masuk dan Keluar Kamar Mandi

Setelah memahami doa masuk dan keluar kamar mandi, kita hendaknya juga memahami adab selama berada di kamar mandi.

Karena sebagai muslim yang baik, harus punya sopan santun dan adab dalam berbagai hal di kegiatan sehari-harinya, bahkab sekalipin ketika berada di kamar mandi.

Saking pentingnya hal ini, sampai di dalam Fathul Qarib, ada fasal yang membahas tentang Istinja’ dan Adab Ketika Buang Hajat, yang mana akan kami terangkan di bawah ini dengan beberapa tambahan penjelasan yang relevan.

Pertama, membaca basmalah dan meminta perlindungan pada Allah (membawa ta’awudz) sebelum masuk tempat buang hajat. Ini jika seseorang memasuki tempat buang hajat berupa bangunan.

Sedangkan ketika berada di tanah lapang, maka ia mengucapkannya di saat melepaskan pakaiannya.

Rasulullah SAW bersabda

سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِى آدَمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمُ الْخَلاَءَ أَنْ يَقُولَ بِسْمِ اللَّهِ

“Penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia adalah jika salah seorang di antara mereka memasuki tempat buang hajat, lalu ia ucapkan “Bismillah”.”

Kedua, membaca doa sebelum masuk ke kamar mandi seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Baca Juga:  Mau Bercocok Tanam? Begini Doa Bercocok Tanam Sesuai Sunnah Nabi

Ketiga, saat akan melangkah masuk ke kamar mandi, dahulukan kaki kiri terlebih dahulu. Karena kamar mandi merupakan tempat najis tempatnya setan berada.

Keempat, ketika berada di kamar mandi atau WC, pakailah alas kaki seperti sandal jepit atau sandal plastik.

Kelima, ketika berada di kamar mandi atau WC, usahakan jangan bernyanyi atau berbicara keras.

Keenam, ketika berada di kamar mandi atau WC, dilarang membawa ayat-ayat Al Qur’an atau mebaca ayat-ayat Al Qur’an atau apa pun yang padanya terdapat asma Allah.

Hal ini adalah dalam rangka mengagungkan asma Allah. Karena membawanya ke kamar mandi, saja dengan menghinanya.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Hajj

ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al Hajj ayat 32)

Bahkan dalam riwayat yang bersumber dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW saat masuk WC membuka cincinnya yang padanya ada ukiran asma Allah.

كَانَ النَّبِىُّ عليه وسلم إِذَا دَخَلَ الْخَلاَءَ وَضَعَ خَاتَمَهُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki kamar mandi, beliau meletakkan cincinnya.”

Ketujuh, jika di dalam kamar mandi atau WC ingin BAB atau, usahakan jangan menghadap atau membelakangi kiblat. Tetapi dengan arah menyamping, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda

إِذَا أَتَيْتُمُ الْغَائِطَ فَلاَ تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ وَلاَ تَسْتَدْبِرُوهَا، وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا » . قَالَ أَبُو أَيُّوبَ فَقَدِمْنَا الشَّأْمَ فَوَجَدْنَا مَرَاحِيضَ بُنِيَتْ قِبَلَ الْقِبْلَةِ ، فَنَنْحَرِفُ وَنَسْتَغْفِرُ اللَّهَ تَعَالَى

“Jika kalian mendatangi jamban, maka janganlah kalian menghadap kiblat dan membelakanginya. Akan tetapi, hadaplah ke arah timur atau barat.” Abu Ayyub mengatakan, “Dulu kami pernah tinggal di Syam. Kami mendapati jamban kami dibangun menghadap ke arah kiblat. Kami pun mengubah arah tempat tersebut dan kami memohon ampun pada Allah Ta’ala.”

Kedelapan, tidak boleh menjawab salam atau mengucapkan salam dari kamar mandi.

Baca Juga:  Doa Ketika Hujan Turun yang Dipanjatkan Rasulullah SAW

Kesembilan, usahakan menutup pintu kamar mandi supaya aurat tidak terlihat oleh orang lain dari luar.

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata

خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَأْتِى الْبَرَازَ حَتَّى يَتَغَيَّبَ فَلاَ يُرَى

“Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika safar, beliau tidak menunaikan hajatnya di daerah terbuka, namun beliau pergi ke tempat yang jauh sampai tidak nampak dan tidak terlihat.”

Kesepuluh, jika sudah selesai mandi atau buang hajat, hati-hati dengan najis. Beristinja’lah dengan benar. Menggunakan air hingga benar-benar bersih dan hilang baunya, baik pada tubuh maupun tempat dalam WC atau kamar mandi.

Kesebelas, ketika akan melangkah keluar dari kamar mandi, dahulukan kaki kanan terlebih dahulu disertai dengan membaca doa yang telah disebutkan di atas.

Demikianlah tulisan tentang doa saat masuk dan keluar kamar mandi atau WC serta adab-adab lainnya yang harus kita perhatikan agar sekali pun pergi buang hajat dicatat sebagai pahala, karena kita melakukannya sesuai sunnah Rasul. Wallahu a’lam bisshawab.

Faisol Abdurrahman