Kumpulan Doa untuk Kaum yang Sedang Ambyar (Patah Hati)

doa patah hati

Pecihitam.org – Dalam kehidupan tentu kita pernah mengalami hal terpuruk, entah apa sebabnya dan siapa penyebabnya. Saat kondisi seperti, tentu berat untuk melakukan hal yang produktif, dan hanya diri sendirilah yang mampu mengubah semuanya, meskipun support syistem itu memang sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, penulis akan sedikit berbagi tentang kumpulan doa bagi hati yang sedang ambyar.

Dalam riwayat Bukhari dari Anas bin Malik ra, beliau berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَال

“Nabi Muhammad Saw pernah berkata: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan duka cita, lemah dan malas, pengecut dan kikir, dan terlilit hutang serta dikuasai musuh.”


Dalam kitab Fathul Bari karya Ibnu Hajar al-Atsqalani beliau menyebutkan, bahwa doa ini dibaca saat dalam keadaan duka dan saat terjadi hal buruk yang menganggu pikiran, meskipun sudah terjadi di masa lampau. Maka saat hati sedang ambyar pun, dianjurkan untuk membaca doa tersebut, agar ekspetasi yang pernah dibangun dapat terlaksana kembali.

Baca Juga:  Kumpulan Dzikir Petang Lengkap dengan Latin, Arti dan Fadhilahnya


Tak hanya doa diatas, dalam riwayat Abu Daud juga disebutkan bahwa Rasulullah Saw sering membaca doa ini agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kegundahan dan kegelisaan. Dan beginilah doanya,

اللَّهُمَّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَال

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kegelisahan dan kesedihan, serta beratnya hutang dan dikuasai musuh”.


Sebenarnya doa-doa tersebut dapat dipanjatkan kapanpun, tidak harus ketika hati sedang ambyar karena tujuannya adalah meminta perlindungan kepada Allah agar dijauhkan dari hal buruk yang mengganggu diri kita.

Di riwayat Bukhari pun disebutkan kembali bahwa sahabat Sa’ad biasa mengajarkan anak-anaknya bacaan doa ini sebagaimana yang diajarkan gurunya terhadap dirinya, yaitu:

إنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَعَوَّذُ مِنْهُنَّ دُبُرَ الصَّلاَةِ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

Baca Juga:  Doa Melihat Hilal Awal Bulan

“Sesungguhnya Rasulullah Saw berlindung dengan membaca, Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut dan aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan kepada serendah-rendahnya usia (pikun) dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur”.

Ketiga doa diatas adalah contoh dari kumpulan doa-doa untuk berlindungan diri dari sikap sedih, gelisah dan yang lainnya termasuk saat hati terasa ambyar. Sebenarnya solusi dari hati yang ambyar alias patah hati, selain membaca doa-doa diatas adalah selalu memasukkan energi-energi positif dalam diri. Serta berfikir positif bahwa apapun yang terjadi dalam hidup itu bersifat sementara.

Maka jika itu menggembirakan bersyukurlah, sebab ia tak akan bertahan lama, dan jika itu kesedihan, maka bersikaplah biasa saja, jangan berlebihan, sebab ia pun tak akan bertahan lama. Yang terpenting adalah selalu lakukan hal positif terhadap orang lain, termasuk membantu sesama dalam hal kebaikan. Dan jika nantinya mendapat balasan yang negatif, maka tak perlu ambyar, karena itu adalah seni kehidupan.

Baca Juga:  Fadhilah Dan Doa Yang Dianjurkan Ketika Takziyah

Tulisan ini sepertinya cocok dengan kutipan dari Imam al-Ghazali bahwa untuk mendapatkan apa yang kita suka, pertama kita harus sabar dengan apa yang kita benci. Oleh karena itu jika sedang bersedih, maka percayalah itu adalah tahap untuk mencapai titik yang menggembirakan.

Semoga kumpulan doa-doa bagi hati yang sedang ambyar diatas dapat mengurangi kesedihan anak-anak muda yang sedang geganah. Dan semoga kita selalu dalam lindungan Allah Swt. Amin. Wallahu A’lam Bisshowab.

Nur Faricha
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG