Jika Cinta Karena Bertemu, Bagaimana Kau Mencintai Muhammad Nabi-mu?

Mencintai Rasulullah

Pecihitam.org – Siapa yang tak kenal dengan sang Baginda Muhammad, sosok Nabi akhiruz zaman  yang sangat mulia. Mukjizat nya sangat luar biasa dan Al Qur’an adalah salah satu mukjizat terbesarnya.

Semua umat mendambakan akan dirinya, bahkan umat-umat pada zaman sekarang, yang jauh dari masa hidupnya. Mereka sungguh mencintai nya, para habaib, waliyullah, dan orang-orang sholeh yang lainnya. Mengapa bisa demikian? Sebab tak harus dengan jumpa untuk bisa jatuh cinta.

Tidak harus bertemu untuk bisa cinta, tidak harus berdialog untuk bisa mendamba. Jika seorang sering menyebut namanya, maka ia adalah kekasih-nya. Sama halnya saat seseorang sering bershalawat kepada Nabi-nya, maka sesungguhnya beliau adalah kekasihnya. “Man ahabba syaian akstara min dzikrihi”, “Jika seseorang mencintai sesuatu, maka ia akan banyak menyebut namanya”.

Baca Juga:  Bukan Hanya Pada Malam Nisfu Sya'ban, Inilah Waktu-waktu Amal Manusia Dilaporkan

Shalawat kepada Nabiyullah Muhammad Saw adalah salah satu wasilah bagi umatnya untuk menyampaikan kerinduan, bukti akan cintanya. Selain itu juga memahami berbagai sejarah kehidupan yang pernah di laluinya, sehingga semakin dalam rasa cinta kepadanya

Tak hanya umatnya, Nabi Muhammad Saw pun sangat menyayangi umatnya, terbukti dengan banyaknya dalil-dali Al-Qur’an dan Sunnah yang menjelaskan tentang rasa cintanya. Diantaranya adalah:

أنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِكُلِّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ يَدْعُوهَا فَأُرِيدُ أَنْ أَخْتَبِئَ دعْوَتِي شَفَاعَةً لِأُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Setiap Nabi memiliki doa yang dia panjatkan, maka aku berkeinginan untuk menyimpan doaku sebagai syafa’at bagi umatku.” (HR. Bukhari)

Hadis diatas merupakan hadis shahih, dan hadis tersebut adalah salah satu dalil bahwa nabi Muhammad Saw sangat mencintai umatnya, hingga umat yang tidak beliau jumpai sekalipun. Terbukti dengan doa beliau yang masih disimpan untuk syafaat bagi umatnya di hari kiamat kelak.

Baca Juga:  Penyakit Berbahaya pada Manusia yang Ada Sejak Zaman Dahulu

Oleh karena itu, tak ada ruginya untuk mencintai Baginda, sebab beliau pun telah menyebutkan dalam hadisnya “Bahwa seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya kelak”. (Al-mar’u ma’a man ahabba).

Maka saat seseorang bersamanya di hari kiamat kelak, dapat dipastikan ia akan masuk surga, sebab tempat mulia untuk Baginda Muhammad adalah surga dan segala keindahannya.

Dari sini, semoga kita bisa sadar bahwa, sebaik-baik idola yang patut untuk di banggakan adalah Baginda Rasulullaah, sang pemberi cahaya saat gelap gulita. Dan bagi kita umat akhiruz zaman, sangat mudah untuk mencintainya, sebab tak perlu jumpa untuk jatuh cinta pada Baginda. Wallahu A’lam bisshowab.

Nur Faricha
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG