Ciri-ciri Penganut Paham Qadariyah dan Doktrin Ajarannya

paham qadariyah

Pecihitam.org – Kata Qadariyah secara terminologi istilah adalah suatu aliran yang percaya bahwa segala tindakan manusia tidak di intervensi oleh Tuhan. Paham Qadariyah ini berpendapat bahwa setiap manusia adalah pencipta bagi segala perbuatannya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Manusia dapat berbuat sesuatu atau meninggalkannya atas kehendaknya sendiri. Aliran ini lebih menekankan pada kebebasan dan kekuatan manusia dalam mewujudkan perbuatan-perbuatannya.

Menurut pakar teologi Islam mengatakan bahwa sejarah Qadariyah pertama kali dimunculkan oleh Ma’bad Al Jauhani dan Ghilan ad Dimasyqi sekitar tahun 70H/689M.

Ditinjau dari segi politik kehadiran mazhab Qadariyah sebagai isyarat menentang politik Bani Umayyah kala itu. Karena itu kehadiran Qodariyah dalam wilayah kekuasaannya selalu mendapat tekanan.

Bahkan pada zaman Khalifah Abdul Malik bin Marwan pengaruh Qadariyah dapat dikalahkan. Namun hanya untuk sementara saja sebab dalam perkembangan selanjutnya ajaran Qodariyah menjelma dan tertampung dalam aliran Mu’tazilah.

Kaum qadariyah berpendapat bahwa manusia mempunyai kemerdekaan dan kebebasan dalam menentukan perjalanan hidupnya. Menurut aliran ini manusia mempunyai kebebasan dan kekuatan sendiri untuk mewujudkan perbuatan-perbuatannya atau dalam istilah lainnya paham ini dikenal dengan istilah Free Will dan Free Act.

Mereka kaum Qodariyah mengemukakan dalil-dalil akal serta dalil-dalil naqli dalam Alquran dan hadis untuk memperkuat pendirian mereka. Mereka memajukan dalil jika perbuatan manusia sekarang dijadikan oleh Tuhan, maka mengapa mereka diberi pahala kalau berbuat baik dan disiksa kalau berbuat maksiat, padahal yang membuat atau menciptakan hal itu adalah Tuhan sendiri.

Dalam mengemukakan dalil dari ayat Alquran kaum Qadariyah menafsirkan sendiri sesuai haknya tanpa memperhatikan tafsir-tafsir dari nabi, sahabat dan para ahli tafsir detik

Baca Juga:  Paham Qadariyah dan Jabariyah; Sejarah Kemunculan dan Perbedaannya

Ciri-ciri Penganut Paham Qadariyah

Diantara ciri-ciri tari adalah sebagai berikut:

  1. Mengatakan bahwa manusia berkuasa penuh untuk menentukan nasib dan perbuatannya. Maka perbuatan dan nasib manusia itu dilakukan dan terjadi atas kehendak dirinya sendiri tanpa ada campur tangan dari Allah SWT.
  2. Iman adalah pengetahuan dan pemahaman, sedangkan amal perbuatan tidaklah mempengaruhi iman. Artinya orang berbuat dosa besar tidak mempengaruhi keimanannya.
  3. Orang yang sudah beriman tidak perlu tergesa-gesa menjalankan ibadah dan amal-amal kebajikan.

Ajaran-ajaran Qodariyah

Dalam ajarannya aliran Qodariyah mengatakan bahwa manusia berkuasa atas perbuatan-perbuatannya. Manusia sendirilah yang melakukan perbuatan baik atas kehendak dan kekuasaannya sendiri, manusia sendiri pula yang melakukan atau menjauhi perbuatan perbuatan dan atas kemampuan dan dayanya sendiri.

Salah satu tokoh Qodariah, an Nazzam menyatakan bahwa manusia hidup mempunyai daya dengan daya itu ia dapat berkuasa atas segala perbuatannya. Dengan demikian dikatakan bahwa segala tingkah laku manusia yang dilakukan adalah atas kehendaknya sendiri.

Manusia mempunyai kewenangan untuk melakukan segala perbuatan atas kehendaknya sendiri baik berbuat baik maupun berbuat jahat. Oleh karena itu ia berhak mendapatkan pahala atas kebaikan yang dilakukannya dan juga berhak pula memperoleh hukuman atas kejahatan yang diperbuatnya.

Ganjaran kebaikan disini disamakan dengan balasan surga kelak di akhirat dan ganjaran siksa dengan bahasa mereka di akhirat kelak itu semua didasarkan atas pilihan pribadi manusia itu sendiri bukan oleh takdir Tuhan

Baca Juga:  Menelisik Sejarah Aliran Qadariyah dan Pemikiran Ekstrim Mereka

Paham yang dikembangkan oleh kaum Qadariyah berbeda dengan konsep umum yang dipakai oleh bangsa Arab ketika itu. Mereka mengatakan bahwa nasib manusia telah ditentukan terlebih dahulu dalam perbuatannya. Manusia hanya bertindak menurut nasib yang telah ditentukan sejak zaman Azali terhadap dirinya.

Dengan demikian takdir adalah ketentuan Allah yang diciptakannya bagi alam semesta beserta seluruh isinya sejak zaman Azali yaitu hukum yang dalam istilah Alquran disebut sunatullah.

Secara alamiah sesungguhnya manusia telah memiliki takdir yang tidak dapat diubah. Manusia dalam dimensi fisiknya tidak dapat berubah lain kecuali mengikuti hukum alam.

Misalnya manusia ditakdirkan oleh Tuhan tidak mempunyai sirip seperti ikan yang mampu berenang di lautan lepas demikian juga manusia tidak mempunyai kekuatan seperti gajah yang mampu membawa barang yang sangat berat. Dengan pemahaman seperti ini tidak ada alasan untuk menyandarkan perbuatan kepada Allah.

Diantara dalil yang mereka gunakan adalah menukil ayat-ayat Alquran yang berbicara dan mendukung paham itu. Seperti contohnya ayat berikut:

“Katakanlah kebenaran dari Tuhanmu, Barang siapa yang mau beriman maka berimanlah dan barang siapa yang mau kafir maka kafirlah”. (QS Al Kahfi ayat 29).

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (QS ar-Ra’d ayat 11).

Secara terperinci ciri-ciri paham Qadariyah adalah sebagai berikut:

  1. Mengingkari takdir Allah ta’ala dengan maksud ilmunya.
  2. Menganggap kemampuan manusia dalam berkehendak. Di dalam perbuatan manusia Allah tidak mempunyai pengetahuan atau ilmu mengenainya dan manusia terlepas dari takdir atau Qadar. Mereka menganggap bahwa Allah tidak mempunyai pengetahuan mengenai sesuatu sebelum terjadi.
  3. Mereka berpendapat bahwa Allah tidak bersifat dengan suatu sifat yang ada pada makhluk-Nya, dan mereka menafikan sifat sifat ma’ani dari Allah ta’ala.
  4. Mereka berpendapat bahwa Alquran itu adalah makhluk, ini disebabkan pengingkaran mereka terhadap sifat Allah.
  5. Mengenal Allah adalah wajib, menurut akal dan iman itu adalah mengenal Allah.
  6. Mereka mengingkari melihat Allah di akhirat, karena ini akan membawa kepada penyerupaan.
  7. Mereka berpendapat tentang surga dan neraka akan musnah selepas ahli surga mengecap nikmat dan ahli neraka menerima azab dan siksa.
Baca Juga:  Paham Qadariyah dan Jabariyah; Sejarah Kemunculan dan Perbedaannya

Demikianlah beberapa ciri-ciri paham Qadariyah yang mana mereka lebih mengedepankan rasionalitas mereka bukan wahyu. Paham ini bisa dianggap lebih mengarah ke pemikiran liberal yang ekstrim. Karena dalam urusan takdir mereka tidak mempercayai adanya campur tangan Tuhan.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published.