Hadits Shahih Al-Bukhari No. 117 – Kitab Ilmu

Pecihitam.org – Hadits Shahih Al-Bukhari No. 117 – Kitab Ilmu ini, Imam Bukhari memberi judul dengan “menghafal ilmu” membahas tentang keutamaan Abu Hurairah dalam mencari dan mengumpulkan hadis-hadis langsung dari Rasulullah saw. Di bab ini dijelaskan bahwa Abu Hurairah menghafal dua karung hadis Nabi saw. Keterangan hadist dikutip dan diterjemahkan dari Kitab Fathul Bari Jilid 1 Kitab Ilmu. Halaman 411-413.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنِي أَخِي عَنْ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ حَفِظْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وِعَاءَيْنِ فَأَمَّا أَحَدُهُمَا فَبَثَثْتُهُ وَأَمَّا الْآخَرُ فَلَوْ بَثَثْتُهُ قُطِعَ هَذَا الْبُلْعُومُ

Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Isma’il] berkata, telah menceritakan kepadaku [saudaraku] dari [Ibnu Abu Dzi’b] dari [Sa’id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah] berkata, “Aku menyimpan ilmu (hadits) dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada dua wadah. Yang satu aku sebarkan dan sampaikan, yang satu lagi sekiranya aku sampaikan maka akan terputuslah tenggorakan ini.”

Baca Juga:  Mengetahui Status Hadis Larangan Perempuan yang Sedang Haid Membaca al-Quran

Keterangan Hadis: Maksud وِعَاءَيْنِ adalah dua macam ilmu. Pernyataan ini telah membantah dakwaan orang yang mengatakan, bahwa hadits ini bertentangan dengan hadits sebelumnya yang mengatakan, “Saya tidak menulis.” Karena maksud hadits ini adalah, bahwa apa yang dihafal oleh Abu Hurairah jika ditulis maka akan memenuhi dua karung, sehingga dimungkinkan bahwa Abu Hurairah telah mendiktekan hadits yang dihafalnya kepada orang yang dipercaya.

Hadits ini tidak bertentangan dengan riwayat Abu Hurairah dalam kitab Musnad yang mengatakan, “Aku menghafal tiga kantong, dan aku siarkan dua kantong.” Karena hal itu mengandung kemungkinan, bahwa kedua karung (dalam hadits sebelumnya) salah satunya berukuran besar dan yang satunya kecil, sehingga dua kantong diletakkan dalam satu karung yang besar dan satu kantong diletakkan dalam karung yang kecil.

قُطِعَ هَذَا الْبُلْعُوم (Dipotong leherku atau dibunuh). Kata الْبُلْعُوم berarti saluran makanan antara tengkuk dan kerongkongan, tetapi kata tersebut dalam hadits ini berarti pembunuhan (kiasan). Dalam riwayat Ismaili dikatakan لَقُطِعَ هَذَا yakni kepala.

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 104 – Kitab Ilmu

Para ulama berpendapat, bahwa hadits-hadits yang tidak disebarkan oleh Abu Hurairah adalah hadits-hadits yang menjelaskan tentang keadaan dan masa para pemimpin yang buruk. Dalam hal ini Abu Hurairah telah menyembunyikannya dari sebagian orang, karena dia takut terhadap mereka, seperti perkataan Abu Hurairah, “Saya berlindung kepada Allah dari pemimpin sittin (enam puluh) dan pemerintahan shibyan (anak kecil).”

Abu Hurairah mengisyaratkan perkataannya tersebut kepada Yazid bin Muawiyah, karena ia memerintah pada tahun 60 H. Allah telah mengabulkan doa Abu Hurairah, dan dia meninggal dunia setahun sebelumnya. Hal ini akan dibahas pada bab “Fitnah” (bencana).

Ibnu Munir berkata, “Hadits ini dijadikan oleh kelompok Bathiniyyah untuk membenarkan kebatilan mereka, sehingga mereka meyakini bahwa syariat itu mempunyai sifat zhahir dan batin. Adapun batin, syariat dapat dicapai dengan melarutkan diri dalam agama.”

Baca Juga:  Tingkatan Hadits Berdasarkan Kualitas Haditsnya (Bagian 2)

Adapun maksud perkataan Abu Hurairah قطع (dipotong), adalah orang-orang yang suka berbuat kezhaliman akan memotong lehernya (membunuhnya) jika mendengar aib perbuatan mereka. Hal itu karena hadits-hadits yang berkenaan dengan hukum-hukum syariat tidak mungkin untuk disembunyikan, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang pertama yang menjelaskan celaan bagi mereka yang menyembunyikan ilmu.

Pendapat lain mengatakan, bahwa apa yang disebutkan mengisyaratkan akan apa yang berhubungan dengan tanda-tanda hari kiamat, perubahan kondisi dan peperangan di akhir zaman.

M Resky S