Hadits Shahih Al-Bukhari No. 615 – Kitab Adzan

Pecihitam.org – Hadits Shahih Al-Bukhari No. 615 – Kitab Adzan ini, Imam Bukhari memulai hadis ini dengan judul “Keutamaan Pergi Pagi Untuk Shalat Zhuhur”. Hadis dari Abu Hurairah ini menjelaskan bahwa menyingkirkan sesuatu yang mengganggu di jalan umum itu membuat Allah mengampuni dosa-dosa nya. Berikutnya hadis ini juga menjelaskan kriteria orang-orang yang mati syahid dan juga keutamaan shalat berjamaah. Keterangan hadist dikutip dan diterjemahkan dari Kitab Fathul Bari Jilid 4 Kitab Adzan. Halaman 177-179.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ وَجَدَ غُصْنَ شَوْكٍ عَلَى الطَّرِيقِ فَأَخَّرَهُ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ ثُمَّ قَالَ الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِيقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالَ لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا لَاسْتَهَمُوا عَلَيْهِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي التَّهْجِيرِ لَاسْتَبَقُوا إِلَيْهِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي الْعَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 650 – Kitab Adzan

Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] dari [Malik] dari [Sumayya] mantan budak Abu Bakar bin ‘Abdurrahman, dari [Abu Shalih As Saman] dari [Abu Hurairah], bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ketika seorang laki-laki berjalan pada suatu jalan dan menemukan dahan berduri lalu ia membuangnya maka Allah menyanjungnya dan mengampuni dosanya.” Kemudian beliau bersabda: “Orang yang mati syahid itu ada lima; orang yang mati karena penyakit kusta, orang yang mati karena sakit perut, orang yang mati karena tenggelam, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan dan orang yang terbunuh di jalan Allah.” Beliau melanjutkan sabdanya: “Seandainya manusia mengetahui apa (kebaikan) yang terdapat pada adzan dan shaf awal, lalu mereka tidak dapat meraihnya kecuali dengan cara mengundi tentulah mereka akan mengundi. Dan seandainya mereka mengetahui apa yang terdapat pada bersegera menuju shalat, tentulah mereka akan berlomba-lomba. Dan seandainya mereka mengetahui kebaikan yang terdapat pada shalat ‘Atamah (shalat ‘Isya’) dan Shubuh, tentulah mereka akan mendatanginya walaupun harus dengan merangkak.”

Keterangan Hadis: Demikian judul bab yang dinukil oleh kebanyakan perawi, dan inilah yang dijadikan dasar pendapat Ibnu At-Tin dan selainnya. Sementara pada sebagian riwayat tertulis, “ilash-shalati ( untuk shalat)”, sebagaimana yang disebutkan dalam penjelasan Ibnu Baththal. Pembahasan ini telah diterangkan dalam bah “Mengundi untuk Adzan”.

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 226 – Kitab Wudhu

بَيْنَمَا رَجُل (ketika seorang laki-laki) Pada matan ini terdapat tiga hadits; kisah orang yang menyingkirkan dahan berduri, keterangan tentang para syuhada, dan motivasi untuk adzan serta hal-hal lain yang disebutkan bersamanya. Adapun yang dimaksud ada]ah penyebutan tentang ‘tahjir‘ (berangkat pagi [segera] untuk shalat Zhuhur).

Hadits ketiga telah disebutkan secara tersendiri pada bab “Mengundi untuk Adzan” melalui Abdullah bin Yusuf dari Malik. Sedangkan hadits kedua akan diterangkan pada kitab tentang “jihad”, juga melalui riwayat Abdullah bin Yusuf. Sedangkan hadits pertama akan disebutkan pada bagian “mazhalim”, dimana kami akan menerangkannya di tempat itu. Sepertinya Qutaibah telah menceritakan hadits ini dari Malik sekaligus seperti di atas, maka Imam Bukhari tidak mengubahnya sedikit pun sebagaimana kebiasaan beliau dalam meringkas hadits. Lalu Az-Zain bin Al Manayyar memaksakan diri untuk menjelaskan kesesuaian riwayat pertama dengan judul bab dengan meninjau dari sisi bahwa suatu ketaatan meski sedikit tidak pantas untuk ditinggalkan. Namun beliau mengakui tidak adanya kesesuaian antara riwayat kedua dengan judul bab.

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 162-163 – Kitab Wudhu

فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ (maka Allah bersyukur kepadanya) Yakni Allah SWT ridha atas perbuatannya dan menerima amalan tersebut. Di sini terdapat keterangan tentang keutamaan menghilangkan gangguan yang ada di jalan. Sementara telah disebutkan dalam pembahasan tentang “iman” bahwa menghilangkan gangguan yang ada di jalan merupakan cabang iman yang paling rendah.

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ (Syuhada (orang yang mati syahid) ada lima) Pembahasan mengenai kandungan hadits ini akan dijelaskan pada pembahasan tentang “jihad”, insya Allah.

M Resky S