Hewan Ini Pernah Bersaksi Bahwa Muhammad Saw adalah Rasul Utusan Allah

kisah nabi

Pecihitam.org – Muhammad Saw adalah seorang Nabi dan Rasul utusan Allah Swt yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Tidak hanya dicintai para umatnya saja, bahkan seluruh makhluk dilangit dan bumi bersalawat kepadanya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sepanjang perjalanan hidupnya Nabi Muhammad Saw juga mengalami peristiwa yang secara akal manusia biasa tidak logis serta mengundang banyak tanya. Berbagai kejadian ajaib terkadang membuat para sahabat bingung, namun juga semakin menambah keimanannya terhadap agama yang dibawa Rasulullah Saw.

Dikisahkan suatu ketika ada seorang musuh yang meragukan kenabian Nabi Muhammad Saw. Bahkan ia berniat membunuh Rasulullah yang dianggapnya telah berdusta. Namun kemudian datang seekor hewan yang berbicara dan memberi kesaksian bahwa Nabi Muhammad adalah benar-benar Rasul utusan Allah. Penasaran kisahnya? Simak lebih lengkapnya berikut ini.

Kisah tentang hewan yang berbicara dan bersaksi atas kenabian Nabi Muhammad Saw ini bisa di jumpai dalam kitab asy-Syifa bi Ta’rif Huquq al-Mustofa karya al-Imam al-Allamah al-Qadhi ‘Iyadh. Selain itu Imam Baihaqi juga menyebutkannya dalam kitab Dalailun Nubuwah, begitu juga Ibnu Katsir dalam kitab Bidayah yang diriwayatkan, dari Amirul Mukminin Umar bin Khattab ra.:

Baca Juga:  Masjid Nabawi; Sejarah Lengkap Sejak Dibangun Nabi Hingga Kontroversi Era Saudi

Suatu ketika ada seorang Arab Badui dari Bani Sulaim selepas berburu hewan Dhab (seperti kadal gurun) bertemu dengan rombongan Rasulullah Saw. Melihat rombongan tersebut, si Badui itu berniat untuk mendekati dan bertanya siapa yang tengah lewat di hadapannya.

Mengetahui bahwa rombongan yang lewat tersebut ada Nabi Muhammad, maka seketika kebenciannya muncul. Si Arab badui itu pun mengikuti rombongan dan mencoba mendekatinya. Setelah tepat berada di hadapan Rasulullah Saw, ia lantas berkata,

“Demi tuhan Lata dan Uzza, tiadalah sesuatu yang terdapat di alam ini yang lebih kubenci daripada kamu wahai Muhammad!, Kalaulah tidak karena aku khawatir kaumku memanggilku dengan panggilan yang tergesa-gesa, tentulah aku sudah memenggal kepalamu, lalu aku dapat menggembirakan hatiku dan hati semua manusia yang berkulit hitam,putih, merah dan kaum-kaum selainnya.!”

Mendengar perkataan itu, sayyidina Umar bin Khattab sangat marah. Ia bahkan mau mencabut pedang dan ingin membunuh Arab Badui tersebut. “Wahai Nabi! Biarlah saya mengakhiri hidupnya!”

Namun Nabi Saw lantas meredakan amarah Umar. “Wahai Umar!, Tidakkah engkau tahu bahwa orang yang lemah-lembut itu hampir diangkat menjadi Nabi?”

Baca Juga:  Ketika Kesetaraan Gender dalam Islam Dipertanyakan, Ini Jawaban Nabi

Kemudian dengan bijaksana Nabi Saw bertanya tentang alasan orang tersebut membencinya. “Apa yang menyebabkan engkau berkata demikian? Sepatutnya engkau menghormatiku dalam perhimpunan bersama sahabatku!”

Akan tetapi, Arab badui itu justru semakin tidak mau mengalah. Ia malah berkata bahwa dirinya tidak akan beriman kepada Nabi Muhammad sebelum hewan Dhab hasil berburunya itu juga beriman kepada Nabi.

Seketika itu Ia melemparkan binatang Dhab tersebut ke hadapan Nabi. Namun Rasulullah tetap menanggapinya dengan halus. Beliau lalu memanggil biawak padang pasir tersebut. Dan ajaibnya, Biawak ini bisa menjawab panggilan Nabi dalam bahasa Arab layaknya manusia yang berbicara.

“Iya, wahai Sang Nabi utusan Allah”

Nabi bertanya; “Kepada siapakah engkau beriman?”

Jawab biawak itu; “Akuberiman kepada Tuhan yang a’rasy-Nya berada dilangit, kekuasaan yang ada di bumi itu atas kekuasaan-Nya, di lautan itu anugrah jalan-Nya, di syurga itu rahmat-Nya dan di neraka itu azabNya!”

Nabi Muhammad Saw lalu kembali bertanya; “Aku ini siapa wahai biawak?”.

Biawak itu kemudian menjawab; “Tuan adalah Utusan Allah, yang memiliki sekalian alam! Amatlah beruntung orang yang menyokong perjuangan Tuan, dan binasalah orang yang mendustakan Tuan!”

Baca Juga:  Mumpung Viral, Kue Klepon Ternyata Menyimpan Filosofi yang Luar Biasa

Arab Badui yang melihat dan mendengar langsung kejadian kejadian tersebut seketika kaget. Lalu karena sesuai dengan kata-katanya bahwa ia hanya akan beriman jika Dhab tersebut beriman, maka pada saat itu juga si Badui itu menyatakan masuk Islam

“Wahai Muhammad! Sebelum ini engkau merupakan orang yang paling aku benci, tetapi hari ini engkaulah orang yang paling aku kasihi, lebih aku kasihi daripada bapak dan diriku sendiri, semoga engkau kasihi dzahir dan batinku.”

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik