Ilmu; Sifat ke-Sembilan dari 20 Sifat Wajib bagi Allah SWT

Ilmu Sifat Wajib bagi Allah SWT

Pecihitam.org – Sebelumnya, kita sudah mengenali tentang sifat wajib bagi Allah Ta’ala juga, yakni sifat Iradah. Mari kita lanjutkan kajian Aqidah yang mulia ini dengan sedikit mengenal sifat ke-sembilan daripada 20 sifat yang wajib bagi Allah SWT, yaitu sifat Ilmu

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sifat ke-Sembilan yang Wajib Bagi Allah SWT adalah Ilmu (عِلْم) artinya Mengetahui, dan Sifat Lawannya yang Mustahil bagi Allah ialah Jahlu (جَهْل) yang Berarti Bodoh

Ilmu adalah satu sifat yang ada lagi qadim yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala, yang memiliki ta’alluq (hubungan/keterkaitan) dengan segala sesuatu ke atas jalan meliputi dengannya tanpa di dahului oleh kesamaran atau ke-tersembunyian.

Segala sesuatu yang di maksud tersebut adalah berupa sesuatu yang mencakup kedalam segala yang wajib, mustahil dan jaiz, baik keseluruhannya maupun juzuk atau bahagian-bahagiannya, baik secara global/umum maupun terperinci.

Allah Ta’ala mengetahui Ia dengan Ilmu-Nya yang qadim perihal zat-Nya dan sifat-sifat-Nya, tahu Ia perihal tiadanya sifat mustahil pada zat-Nya seperti huduts (baharu), lemah dan ada sekutu bagi-Nya. Allah juga mengetahui segala sesuatu yang ada pada azali.

Baca Juga:  Aqidah Aswaja; Wahdaniyah, Sifat Wajib Ke-Enam Allah SWT

Lawan daripada sifat ‘Ilmu adalah jahlu yang berarti bodoh, dan segala sesuatu yang serupa dengan makna bodoh seperti dhan (praduga), syak (keraguan), waham (kesamaran), lalai, lupa dan lain sebagainya. Ini semuanya mustahil bagi Allah Ta’ala. Berdasarkan dalil/petunjuk sebagai berikut.

Dalil ‘Aqli

Bodoh adalah sifat kekurangan, kekurangan itu mustahil ada pada Allah Ta’ala, wajib bagi Allah bersih daripada segala kekurangan. Yakni wajib bersifat Ia dengan sifat-sifat kesempurnaan, dan sifat ‘Ilmu (mengetahui) adalah salah satunya.

Dan pun bila kita amati dengan cermat alam ini, ia terus mengalami pembaharuan. Dan di dalamnya terdapat keteraturan yang di tetapkan beserta sesuatu yang mencakup keatasnya berupa perbuatan yang sempurna dan bentuk-bentuk yang layak/bagus. Yang mana pada itu semua terdapat sesuatu berupa ketelitian dalam mencipta, hikmah-hikmah, keindahan dan manfaat-manfaat yang tak habis pikir akal ini dibuatnya.

Baca Juga:  Sudah Banyak Hadits Tawasul Didhaifkan Wahabi, Hanya Ini Yang Belum

Oleh karena itu pastilah sesuatu yang luar biasa seperti yang tersebut di atas, ada baginya Pencipta yang Maha Mengetahui lagi Bijaksana.

Ambillah ibarat pada diri kita, sekedar mendekati paham kepada dalil ‘Ilmu wajib bagi Allah. Ketika kita melihat goresan atau tulisan-tulisan yang bagus atau ketika kita dengar lafadh-lafadh yang fasih yang kedua-duanya itu terbentuk daripada makna-makna yang halus dan maksud-maksud yang benar, maka kita sudah bisa memastikan yang bahwa pelakunya adalah orang yang berilmu, bukan orang sembarangan.

Maka dengan semua dalil-dalil ini, akal dengan sendirinya akan menolak adanya sifat bodoh pada Allah Ta’ala, lalu menetapkan yang bahwa sifat Ilmu tersebut wajib bagi-Nya.

Dalil Naqli ada banyak, diantaranya

  • Dalam surat Al-Anfaal ayat 75 :

إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”

  • Surat Al-Mulk ayat 14 :

أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

Baca Juga:  Ilmu Tauhid Dasar Ahlussunnah wal Jamaah; Hukum Akal

“Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?”

  • Surat Al-Maidah ayat 109 :

يَوْمَ يَجْمَعُ اللَّهُ الرُّسُلَ فَيَقُولُ مَاذَا أُجِبْتُمْ ۖ قَالُوا لَا عِلْمَ لَنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

“(ingatlah), hari di waktu Allah mengumpulkan para rasul lalu Allah bertanya (kepada mereka): apa jawaban kaummu terhadap (seruan) mu?. Para rasul menjawab: tidak ada pengetahuan kami (tentang itu); Sesungguhnya Engkaulah Yang Mengetahui perkara yang ghaib”

Saya cukupkan di sini pembahasan tentang sifat Ilmu, insyaAllah pada artikel berikutnya akan kita lanjutkan dengan sifat ke-sepuluh yang wajib bagi Allah Ta’ala beserta lawannya yang mustahil bagi-Nya.

Wallahu A’alam Bisshawaab !

Muhammad Haekal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *