Ini 3 Sumpah Nabi Muhammad SAW Untuk Kebaikan Umat Islam

sumpah nabi muhammad saw

Pecihitam.org – Sumpah memiliki derajat yang tinggi atau tidak main-main. Sumpah pun memiliki konsekwensi dan dampak pada yang mengucapkannya. Bagi seorang mukmin disyariatkan untuk tidak banyak bersumpah, meskipun isi sumpahnya benar (jujur), karena banyak bersumpah terkadang menjerumuskan seseorang dalam kedustaan.. Tetapi bagaimana jadinya jika sumpah itu terucap dari Lisan yang Suci? Ya, Sumpah Nabi MUhammad SAW untuk umatnya?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Di dalam sebuah hadis, diriwayatkan oleh Ahmad. Ia mendapatkannya dari Abu Kabsyah al-Anmari, Rasululah pernah bersumpah. Ada tiga hal dalam sumpah Nabi Muhammad SAW yang tertuang didalamnya sebagai berikut :

ثَلَاثٌ أُقْسِم عَلَيْهِنَّ، وَأُحَدِّثُكُم حَدِيثًافَاحْفَظُوهُ،قَالَ فَأَمَّاالثَّلَاثُ الَّتِي أُقْسِمُ عَلَيْهِنَّ: فَإِنَّهُ مَانَقَّصَ مَالَ عَبْدٍ صَدَقَةٌ،

 وَلَاظُلِم عَبْدٌبِمَظْلَمَةٍ فَيَصْبِرُعَلَيْهَا إِلَّازَادَهُ اللَّهُ بِهَاعِزًّا، وَلَايَفْتَحُ عَبْدٌبَابَ مَسْأَلَةٍ إِلَّافَتَحَ اللَّهُ لَهُ بَابَ فَقْرٍ

“Aku bersumpah atas tiga hal, dan Aku akan ceritakan pada kalian kemudian perihal sumpah yang tiga tersebut,” kemudian Nabi melanjutkannya, “adapun tiga hal yang atasnya aku bersumpah yaitu: harta tidak akan berkurang karena disedekahkan, dan tak seorangpun yang terdzalimi lalu kemudian ia bersabar atas perlakuan dzalim tersebut kecuali Allah akan menambahkan baginya kemuliaan, dan tak seorang pun yang suka membuka diri untuk meminta-minta selainkan Allah semakin membuka pintu kemiskinan baginya”.

Baca Juga:  Sikap Selow Rasulullah Ketika Shalat Punggungnya Dinaiki Anak Kecil

Ada pelajaran yang bisa kita petik dari hadis tersebut, yakni bahwa kita sebagai ummat Nabi SAW Umat yang murah hati, rajin bersedekah serta selalu bersabar dan tabah saat mendapatkan cobaan dari Allah SWT.

Asbabul Wurud atau sebab munculnya hadis di atas, seperti diceritakan oleh Ahmad yang didapat dari Abu Hurairah, bahwasanya suatu ketika pernah ada seorang laki-laki mencaci maki Abu Bakar dengan dengan berbagai cacian dan makian dan pada saat itu Nabi saw sedang duduk. Peristiwa itu membuat Nabi heran dan tersenyum. Beliau melihat Abu Bakar berlebihan dalam merespons sebagian cacian yang dilontarkan orang tersebut. Atas respons Abu Bakar yang berlebihan itu, Nabi marah dan bangun dari duduknya lantas pergi meninggalkan Abu Bakar.

Baca Juga:  Bukan Sekedar Jadwal Makan, Ini Lho Keberkahan Saat Sahur

Lalu, Abu Bakar pun membuntuti Rasul sambil berucap, “Ya Rasulallah, orang itu mencaciku dan engkau Rasulullah duduk, saat aku merespon cacian orang itu, dan engkau marah lalu bagun dan langsung pergi.”

Nabi Muhammad SAW pun bersabda, “Tadi ada malaikat datang untuk membelamu, tapi saat engkau merespon  ucapan orang itu, setan pun ikut campur sedangkan aku tidak mau duduk dekat dengan setan.” Lalu nabi berkata, “Wahai Abu Bakar, ada tiga hal yang kesemuanya itu benar, tak seorangpun dari hamba Allah yang terdzalomi,  lalu kemudian orang tersebut menahan diri dengan tidak merespon dengan membalasnya karena Allah, melainkan Allah akan memberikan kemuliaan dengan sebuah kemenangan, dan tak seorang hambapun yang membuka pintu pemberian, yang dengannya bertujuan untuk bersilaturrahmi, maka Allah akan manambah hartanya, dan tak seorangpun yang dirinya suka membuka pintu untuk meminta-minta dengan tujuan untuk memperkaya diri, kecuali Allah akan semakin menguranginya.”

Baca Juga:  Bacaan Sujud Syukur Yang Dianjurkan

Hadis mengenai sumpah nabi Muhammad SAW tersebut tercantum dalam Musnad Imam Ahmad 4/231, selain itu juga ada dalam shahih Muslim  2/386 dalam kitab: al-Birr, bab: an-Nahyu dan as-Sabab (Larangan dari Mencaci,  dari Abu Hurairah, Dan at-Tirmidzi dalam Abwabuz-Zuhd, bab: Ma Ja-a fi Hammi ad-Dun-ya wa Hubbiha Abu Hurairah (Hadits-hadits tentang Berkeinginan dan Mencintai Dunia, dari Abu Hurairah, (3/386), dan Ahmad dari Abdurrahman bin ‘Auf dengan lafazd-lafazd yang berbeda.

Wallahu a’lam

Habib Mucharror

Leave a Reply

Your email address will not be published.