Jangan Bosan Meminta kepada Allah! Inilah Kekuatan Doa Seorang Mukmin

Jangan Bosan Meminta kepada Allah, Inilah Kekuatan Doa Seorang Mukmin

Pecihitam.org – Doa merupakan ibadah paling ringan yang dapat dilakukan oleh semua orang. Kebanyakan dari manusia tentu mengharapkan kebahagiaan, itu sebabnya kenapa mereka tidak pernah berhenti untuk berdoa. Namun, tidak sedikit pula yang tidak percaya dengan kekuatan doa.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Mungkin pernah kecewa? Iya bisa jadi. Atau mungkin sudah hilang kepercayaannya kepada Pencipta. Maka dalam tulisan ini, akan saya tuangkan tentang kekuatan sebuah doa. So, jangan bosan untuk berdoa.

Ada sebuah perkataan penyair yang berbunyi

لا تسألن بني ادم حجاة # فاسأل الذي ابوابه لاتحجب
إن الله يغضب أن تركت سواله # وبني ادم حين تسأل يغضب

Jangan pernah meminta hajat kepada manusia # Akan tetapi mintalah kepada Tuhan yang pintunya tak pernah ada hijab.

Karena sesungguhnya Allah akan marah jika engkau tidak meminta # Dan bani adam akan marah saat kau terus meminta.

Terlepas dari dikabulkan atau tidak sebuah doa. Jika seseorang berdoa, maka dia telah melakukan ibadah. Dan setiap ibadah yang ia akan lakukan pasti akan berbuah pahala. Maka tidak perlu resah, saat apa yang kau pinta, belum juga terijabah.

Baca Juga:  Antara Jilbab dan Akhlak Adalah Dua Hal yang Berbeda

Saat Allah diminta terus-menerus oleh hamba-Nya, maka Allah akan semakin sayang kepadanya. Sebab, saat seorang hamba terus meminta, berarti ia sadar bahwa apapun yang ia punya, tidak terlepas dari pemberian Nya.

Dengan begitu, ia akan menjadi hamba yang dekat dengan Rabbnya. Jika Allah sudah sayang terhadap seorang hamba, maka doa manakah yang tidak diijbah?

Allah telah menjanjikan dalam al-Qur’an Surat Ghafir ayat 60

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِیۤ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ إِنَّ ٱلَّذِینَ یَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِی سَیَدۡخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِینَ

Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina.”

Begitu juga dalam Surat Al-Baqarah ayat 186

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِی عَنِّی فَإِنِّی قَرِیبٌۖ أُجِیبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِۖ فَلۡیَسۡتَجِیبُوا۟ لِی وَلۡیُؤۡمِنُوا۟ بِی لَعَلَّهُمۡ یَرۡشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.”

Dua ayat diatas, kiranya cukup mewakili keresahan seorang hamba. Bahwa saat ia berdoa, maka Allah akan kabulkan apa yang ia butuhkan bukan apa yang inginkan. Maka lagi-lagi saya katakan jangan pernah bosan untuk berdoa. Karena sesungguhnya kekuatan doa itu besar.

Baca Juga:  Lakukan! Dan Kemudian Rasakan Keajaiban Sedekah untuk Kesembuhan Penyakit Anda

Saya berulang kali mengalaminya. Dan hati-hati dengan doa. Jangan sampe mendoakan keburukan kepda orang lain, sebab bagaimanapun dia adalah saudara seiman kita. Maka saat ada yang berbuat tidak baik pada dirikita, lebih baik kita berdoa agar dia diberi hidayah.

Saya akan tuangkan satu pengalaman saya, dari dahsyatnya doa. Dulu saat saya masih di bangku kelas tiga MTS, saat itu ada seleksi lomba. Saya berharap bahwa saya akan maju, namun takdir Allah berkata lain, rupanya teman saya yang ditunjuk untuk mewakili pondok.

Namun siapa disangka, saat liburan pondok, tiba-tiba saya dapat chat bahwa saya yang harus balik duluan dan mengikuti seleksi ulang dengan teman saya. Dan rupanya para guru sudah beniat untuk mengganti peserta lomba tersebut. Entah apa alasannya, yang jelas di situ, saya percaya bahwa keajaiban Allah itu ada, saat kita terus berdoa.

Baca Juga:  Menjaga Lisan, Berkata Baik atau Diam, Maka Dirimu Akan Selamat

Terlepas dari itu semua, teman yang saya gantikan posisinya pun legowo. Dan kita tetap berhubungan baik. Dan alhamdulillah, pengalaman itu berlanjut hingga tingkat terakhir, nasional. Alhamdulillahi Rabbil Alamin.

Begitulah sedikit celotehan saya mengenai kekuatan doa. Untuk semua yang membaca tulisan ini, jangan pernah bosan untuk berdoa, sebab ada banyak rahasia dari doa yang kita panjatkan. Wallahu A’lam bisshowab.

Nur Faricha