Jarang yang Tahu, Ini Tanda-tanda Jodoh Kamu Sudah Dekat

Pecihitam.org – Salah satu janji Allah kepada makhlukNya adalah memiliki pasangan. Sebagaimana disebutkan dalam Al Quran surat Adz Dzariyat (51) ayat 49, “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.”

Siang dan malam, kanan dan kiri, langit dan bumi, adalah contoh pasangan yang sudah ditetapkan Allah. Begitu pula manusia, masing-masing ada pasangannya. Akan tetapi, pengaturan Allah terhadap pasangan atau jodoh manusia ini berbeda dengan makhluk yang lain.

DONASI Pecihitam

Dijelaskan oleh ulama dan cendekiawan Muslim Quraish Shihab, manusia diberi kebebasan yang terbatas dalam konteks berikhtiar untuk memperoleh jodoh. Hal ini disampaikan di tayangan video Shihab dan Shihab, yang diunggah pada Maret 2018 lalu.

Baca Juga:  Ini Tanggapan Atas Tuduhan Syiah Terhadap Prof Quraish Shihab

“Buat manusia, manusia itu diberi kebebasan terbatas. Manusia bukanlah seperti daun yang dihembus angin, ke mana arah angin pergi, dia ke sana. Tetapi manusia dalam saat yang sama tidaklah bebas sepenuhnya,” kata Profesor lulusan Universitas Al Azhar Kairo itu.

Untuk urusan jodoh, dijelaskan Prof. Quraish, Allah menentukan hasil, namun manusia tetap harus berusaha. “Harus berusaha, dengan berbagai cara,” ujarnya.

“Salah satu cara yang paling mudah adalah berdoa pada Tuhan. ‘Ya Allah, semoga apa yang saya kehendaki Kamu restui’. Jadi usaha mencari jodoh, jangan tidak usaha.”

Perkara jodoh di lingkup pergaulan sosial, kerap menjadi topik perbincangan hangat. Apalagi jika ada salah seorang anggota pertemanan atau keluarga yang masih lajang, sementara dari segi usia sudah sepatutnya menikah.

DONASI Pecihitam
Baca Juga:  Bid'ah Dan Ghuluw Saat Wafatnya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

Kepada yang lajang itu, pertanyaan ‘kapan nikah’ mulai dari yang bernada serius hingga sekadar meledek pun kerap dilontarkan. Terlepas dari apakah ia merasa terganggu atau tidak, Prof. Quraish menjelaskan bahwa ada hal yang menjadi tanda jodoh sudah dekat.

Tanda itu adalah: “Ketika hati bergetar,” katanya.

Prof. Quraish menjelaskan maksud perkataannya tersebut. Dalam hal memberi penilaian pada orang lain, termasuk calon pasangan, manusia bisa melibatkan hati dan akal pikiran.

Akal dapat menangkap kekurangan pada diri seseorang. Akan tetapi, perlu diingat bahwa di muka Bumi ini tidak ada manusia yang sempurna. Maka itu, jika sudah menyukai seseorang dan akal menemukan ketidaksempurnaan pada dirinya, kembalikan pada hati.

Baca Juga:  Asyura, Hari Kasih Sayang, Politisasi Agama, dan Isu PKI

“Ketika hati Anda bergerak, carikan pembenaran untuk akal Anda. Apalagi dalam pernikahan itu ada sakinah mawaddah wa rahmah, semua itu berkaitan dengan hati,” pungkasnya.