Jelang Puncak Haji, Jemaah Indonesia Dihimbau Mempersiapkan Diri Untuk Wukuf di Arafah

Haji

Pecihitam.org – Tanggal 1 Dzulhijjah 1440 telah diputuskan Pemerintah Arab Saudi jatuh pada 2 Agustus 2019. Momen tersebut merupakan puncak haji yakni wukuf di Arafah yang akan dilakukan oleh seluruh jemaah haji pada Sabtu 10 Agustus 2019.

Jemaah haji Indonesia memanfaatkan waktu tersisa dengan berbagai kegiatan baik dalam maupun luar hotel sembari menunggu ibadah wukuf yang menjadi inti ibadah haji.

Dilansir dari situs resmi NU, Sabtu, 3 Agustus 2019, beberapa hotel di kawasan Raudhah dan Syisyah banyak jemaah secara berombongan menunggu kendaraan bus yang akan menghantarkan mereka menuju beberapa tempat miqat untuk melaksanakan umrah.

Sementara itu, jemaah calon haji Indonesia gelombang pertama sudah mulai meninggalkan Kota Madinah menuju Makkah. Hal ini bisa terlihat dari semakin ramainya hotel-hotel dengan aktivitas jemaah.

Baca Juga:  16 Orang Positif Corona Usai Hadiri Acara Buka Puasa Bersama

Tak hanya itu, jemaah juga memanfaatkan waktunya meninjau lokasi Padang Arafah, Muzdalifah, Mina, dan berbagai tempat bersejarah seperti Gua Hira, beberapa masjid bersejarah di kota Makkah, dan mengunjungi berbagai tempat seperti tempat penyembelihan dam dan tempat pembuatan kain penutup (Kiswah) Ka’bah.

Mereka juga memaksimalkan waktu dengan berbagai kegiatan ibadah lain seperti shalat berjamaah di Masjidil Haram, dzikir dan Yasinan bersama di Hotel serta menggelar Ngaji Bareng.

Para petugas kelompok terbang (kloter) juga senantiasa terus mengingatkan jemaah untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas berlebih.

Hal tersebut dilakukan petugas agar pada saat wukuf, seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan dapat mengikutinya dengan sempurna.

Baca Juga:  Cuaca di Mina Tak Menentu, Jemaah Haji Indonesia Diimbau Untuk Waspada

Ketua Kloter JKG 51, Hilal mengimbau kepada jemaahnya untuk mempersiapkan dan memaksimalkan persiapan wukuf.

“405 orang jemaah yang ada dalam kloter tersebut diimbau mengurangi kegiatan fisik berlebih apalagi di luar ruangan mengingat rata-rata suhu di Makkah saat ini mencapai 42 derajat celcius,” kata Hilal.

“Bagi para orang tua yang memiliki masalah kesehatan kita anjurkan untuk melaksanakan ibadah di hotel saja mengingat kepadatan jemaah di bus dan Masjidil Haram semakin meningkat,” ujarnya, seperti dikutip dari situs resmi NU

Jelang  Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna), kata Hilal, Pemerintah Arab Saudi melakukan persiapan dengan penyesuaian jadwal kendaraan khususnya bus shalawat sebagai angkutan jemaah dari hotel ke Masjidil Haram.

Baca Juga:  Wasekjen Isfah Abidal Dukung Kepulangan Habib Rizieq, Sekjen PBNU: Itu Pandangan Pribadinya!

“Sebelum masa Armuzna, angkutan shalawat berhenti beroperasi mulai tanggal 6 Agustus 2019 atau 5 Dzulhijjah 1440 H. Sesudah masa Armuzna angkutan shalawat beroperasi kembali mulai tanggal 15 Agustus 2019 atau tanggal 14 Dzul Hijjah 1440 H,” terangnya.

“Maka dari itu, kami mengingatkan dan menyarankan jemaah kloternya untuk melaksanakan shalat lima waktu dan ibadah lainnya di hotel atau masjid terdekat yang ada di sekitar hotel,” pungkasnya.

Muhammad Fahri

Leave a Reply

Your email address will not be published.