Karamah Abu Bakar As-Shiddiq; Jenazahnya Dapat Berbicara

Karamah Abu Bakar As-Shiddiq; Jenazahnya Dapat Berbicara

Pecihitam.orgAbu Bakar Shiddiq. Siapa yang tidak tahu dengan Sahabat Nabi yang satu ini. Nama aslinya adalah Abdullah bin Abu Quhafah. Sebenarnya, awal mula nama beliau bukanlah itu melainkan Abdul Ka’bah (hamba Ka’bah), namun Rasulullah menggantinya dengan Abdullah (hamba Allah). Begitulah menurut para sejarawan. Di antara banyak hal menarik dari Sayyid Abu Bakar, Karamah Abu Bakar as-Shiddiq tidak kalah menarik untuk disampaikan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Nama Abu Bakar As-Shiddiq merupakan nama kunyah yang sekaligus lebih masyhur dari nama aslinya. Abu Bakar merupakan rangkaian kata dalam bahasa Arab yang berarti ayah seorang gadis. Gadis yang dimaksud tiada lain adalah Sayyidah Aisyah, Ummul Mukminin, istrinya baginda Nabi Muhammad saw. Berbeda dengan istri lainnya, Bunda Aisyah dipersunting Nabi saat ia masih gadis.

Dengan demikian, Abu Bakar memiliki hubungan dekat dengan Rasulullah, yaitu sebagai menantu mertua. Di samping itu, ia juga merupakan bagian dari As-sabiqunal Awwalun (golongan yang pertama kali masuk Islam) dan khalifah pertama dalam Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad saw. Dari sini, kita dapat melihat bahwa keutamaan-keutamaan Abu Bakar jelas sangat banyak.

Baca Juga:  Sejarah Perang Salib dan Pentingnya Peranan Panglima Salahudin Al-Ayyubi

Jika memperhatikan kisah para sahabat Nabi, secara umum para sejarawan telah merekam berbagai aktivitas keseharian dan keanehan (Karamah) yang dimiliki para sahabat tersebut, tak terkecuali Abu Bakar Shidiq.

Karamah Abu Bakar As-Shiddiq sebenarnya sangat banyak, karena di samping beliau merupakan Sahabat yang agung, beliau juga merupakan seorang Wali Allah. Oleh karenanya tidak heran jika Syekh Yusuf menyertakan Sayyid Abu Bakar dalam kitabnya.

Terdapat suatu keanehan tatkala Sayyid Abu Bakar As-Shiddiq wafat. Jika pada umumnya, orang yang telah meninggal tidak dapat lagi berbicara, Sayyid Abu Bakar justru berbicara dengan lancarnya. Inilah yang dinamakan sebagai Karamah. Karena hanya Wali Allah yang diberikan keistimewaan tersebut.

Mengenai Karamah Sahabat Abu Bakar As-Shiddiq, Syekh Yusuf an-Nabhani dalam kitab Jamii’ Karamatil Auliyaa jilid 1 halaman 128 menjelaskannya sebagai berikut:

Baca Juga:  Cara Khalifah Abu Bakar dalam Memberantas Korupsi

و قال الفخر الرازى فى تفسير سورة الكهف : و قد ذكر قليلا من كرامات الصحابة فقال : أما أبو بكر رضي الله عنه فمن كراماته : أنه لما حملت جنازته الى باب قبر النبي صلى الله عليه و سلم و نودي السلام عليك يا رسول الله , هذا أبو بكر بالباب فاذا الباب قد انفتح و اذا بهاتف يهتف من القبر : أدخلوا الحبيب الى الحبيب

Artinya: Imam Fakhru ar-Razi dalam tafsir Surah al-Kahfi menuturkan sebagian kecil Karamah yang dimiliki oleh para Sahabat. Adapun di antara Karamah Abu Bakar Shidiq adalah saat jenazahnya dibawa ke gerbang maqbarah Nabi (tempat di mana Nabi dimakamkan), jenazah Abu Bakar berkata “assalaamu’alaika ya Rasulallah, haadzaa Abuu Bakr bilbaab (keselamatan atas dirimu wahai Rasulullah, orang yang berada di gerbang ini adalah Abu Bakar)”. (Setelah jenazah Abu Bakar berkata demikian), tiba-tiba gerbang terbuka dan muncullah hatif (suara tanpa rupa) dari pemakaman tersebut “udkhuluu al-habiib ila al-habiib (masuklah wahai kekasih Allah kepada kekasih-Nya yang lain”.

Baca Juga:  5 Fakta Unik yang Perlu Anda Tahu Tentang Imam Sibawaih

Inilah sekelumit kisah Karamah Abu Bakar. Dari sini, patutlah kita mempercayai segala bentuk Karamah yang dianugerahkan Allah kepada para kekasih-Nya. Mereka sangat berhak atas Karamah tersebut. Ini adalah kehendak Allah yang tidak bisa ditolak oleh siapa pun. Semoga takwa dan kedamaian senantiasa menyertai kita. Amiin.

Demikian sekelumit mengenai Karamah Abu Bakar as-Shiddiq. Semoga bermanfaat. Wallaahu a’lam bishshawaab.

Azis Arifin