Cara Khalifah Abu Bakar dalam Memberantas Korupsi

memberantas korupsi

Pecihitam.org – Praktik korupsi yang di lakukan oleh para pejabat negara kini semakin massif dan sangat meresahkan rakyat. Meskipun pemerintah sudah melakukan berbagai macam upaya untuk memberantas korupsi dan menjatuhkan hukuman berat terhadap koruptor, ternyata tidak lantas membuat para pejabat negara merasa takut.

Hal ini di sebabkan karena mereka bekerja tidak berlandaskan dengan aqidah di dalam hatinya sehingga yang di pikirkan hanyalah tentang harta dan kekuasaan saja. Ternyata upaya memberantas korupsi juga pernah di lakukan oleh Khalifah Abu Bakar As-Siddiq pada masa pemerintahannya.

Setelah Rasulullah wafat, maka sahabat yang di tunjuk pertama kali menjadi khalifah adalah Abu Bakar As-Siddiq karena beliau termasuk dalam golongan Assabiqunal Awwalun (orang-orang yang petama kali masuk islam) dan beliau merupakan sahabat yang selalu senantiasa menemani Rasulullah Saw.

Khalifah Abu Bakar di kenal sebagai sosok pemimpin yang lemah lembut dan memiliki pendirian yang sangat kuat. Masa kekhalifahan Abu Bakar tidak berlangsung lama kurang lebih sekitar 3 tahun, kemudian beliau wafat. Umat muslim pun harus kembali berduka kaena harus kehilangan sosok Abu Bakar As-Siddiq setelah sebelumnya kehilangan sosok Rasulullah Saw.

Baca Juga:  Muhasabah Diri di Tengah Musibah dan Pandemi

Namun sebelum ia meninggal Abu Bakar sempat memberikan wasiat yang di sampaikan kepada putrinya yaitu ‘Aisyah. Beliau memanggil ‘Aisyah dan meminta putrinya tersebut untuk memeriksa seluruh harta yang di miliki Khalifah Abu Bakar.

“ Wahai, ‘Aisyah! Tolong periksa seluruh hartaku setelah aku mati, jika ada pertambahan harta , tolong kembalikan kepada negara melalui khalifah yang di angkat setelahku.” Kata Khalifah Abu Bakar.

Beliau tidak ingin apabila nanti meninggal dalam keadaan menanggung harta yang bukan menjadi haknya, sehingga beliau memerintahkan Aisyah untuk mengembalikan kelebihan harta yang di milikinya kepada negara.

Setelah mendengar wasiat dari ayahnya tersebut, Aisyah pun sangat sedih dan tidak sanggup menahan air matanya. Aisyah yang saat itu juga masih merasa berduka atas wafat suaminya, Rasulullah Saw dan sekarang harus di tinggalkan juga oleh ayahnya.

Baca Juga:  5 Cara Ampuh Mengatasi Stres Menurut Pandangan Islam

Meskipun begitu, ‘Aisyah tetap memenuhi wasiat dari ayahnya tersebut. Setelah selesai proses pemakaman jenazah ayahnya, Aisyah langsung menghitung harta milik ayahnya . Lalu ia pergi menemui sahabat Umar bin Khattab dengan membawa seekor unta dan seorang hamba sahaya.

Umar pun terheran-heran, dan menanyakan apa maksud dan keperluan dari Siti Aisyah tersebut? ‘Aisyah pun menjelaskan kepada Umar bin Khattab bahwa ayahnya Abu Bakar As-Sidiq meminta seluruh hartanya di hitung, kemudian apabila terdapat kelebihan dari harta milik Abu Bakar maka di kembalikan kepada negara.

Umar bin Khattab menangis mendengar penjelasan dari Aisyah, dan mengatakan, “ Allah Swt merahmati Abu Bakar As-Siddiq”.
Umar bin Khattab pun menerima unta dan budak sahaya yang di bawa oleh Aisyah.

Aisyah menyampaikan kepada Umar bin Khattab bahwa unta tersebut di gunaan untuk menyirami kebun, sedangkan budak sahaya tadi telah di beli oleh Abu Bakar bukan untuk di pekerjakan, melainkan agar dirinya dapat merawat anaknya yang masih kecil.

Baca Juga:  Inilah yang Menyebabkan Istri Durhaka Kepada Suaminya

Khalifah Abu Bakar as-siddiq melakukan upaya pemberantasan korupsi di mulai dari dirinya sendiri. Ia membersihkan hartanya dari hak-hak rakyat yang seharusnya bukan menjadi milik beliau dan menyerahkannya kepada Negara.

Sikap yang di lakukan Abu Bakar As-Siddiq dapat menjadi teladan bagi kita semua terutama untuk para pemimpin atau pejabat agar memulai menghilangkan bibit-bibit korupsi dari diri sendiri dan keluarganya. Serta dapat membentengi diri dari hawa nafsu dengan selalu mendekatkan diri pada Allah Swt.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG