Makassar Masuk Kota Intoleran, NU Pertanyakan Hasil Survei Setara Institute

PECIHITAM.ORG, MAKASSAR – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kota Makassar mempertanyakan hasil survei Setara Institute. Pasalnya Makassar masuk 10 besar kota intoleran. Alhasil berbagai pihak mempertanyakan data tersebut sekaligus membantah hasil survei Setara Institute.

“Data yang dikeluarkan Setara Institute dengan menempatkan beberapa daerah, atau kota yang intoleran wajar saja membuat banyak pihak yang kaget dan membantah hasil survei itu,” kata Sekretaris PCNU Kota Makassar, Usman Sofian kepada wartawan di Makasaar, Rabu, 13 April 2022.

“Contohnya saja Kota Makassar yang juga masuk dalam kategori kota intoleran patut kita pertanyakan variabel apa yang digunakan, apa indikatornya. Buktinya kehidupan beragama di Kota Makassar selama ini cukup kondusif, tidak ada konflik melibatkan agama. Demikian pula hubungan antar kehidupan sesama berbasis suku dan lain-lain cukup baik,” tambah Ketua Komisi Media dan Kerjasama FKUB Kota Makassar itu.

Baca Juga:  Tak Sesuai Syariat Islam, Toko Kue di Depok Tolak Tulis 'Happy Birthday'

Seharusnya kata Usman Sofian, penobatan sebuah daerah toleran dan intoleran perlu menggunakan indikator yang disepakati secara bersama, termasuk pelibatan pemerintah daerah dan organisasi-organisasi yang mengusung visi dan misi yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.

Ia juga menerangkan bahwa Pemerintah Kota Makassar cukup perhatian terhadap harmonisasi kehidupan umat beragama di Kota Makassar. Bahkan salah satu visi Pemerintah Kota Makassar dibawah kepemimpinan Danny-Fatma adalah Penguatan Keimanan Umat.

“Ini salah satu bukti bahwa ada perhatian khusus untuk menjaga kehidupan masyarakat dalam bingkai semangat toleransi yang tinggi,” jelas Uso sapaanya.

“Jadi wajar saja kita kaget semua dan keberatan dengan data yang dikeluarkan oleh Setara Institute yang menobatkan Kota Makassar sebagai kota intoleran,” pungkasnya.

Baca Juga:  Selamat, Indonesia Terpilih Jadi Anggota Dewan HAM PBB