Mantu Habib Rizieq Tolak Film The Santri, Gus Falah: Dia Berpandangan Sempit

The Santri

Pecihitam.org – Menantu Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq, Hanif Alathas, menolak penayangan film The Santri yang diinisiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan disutradarai Livi Zheng.

Juru Bicara FPI Slamet Maarif mengatakan, pihaknya telah mengonfirmasi bahwa Ketua Umum Front Santri Indonesia (FSI) Hanif Alathas yang juga merupakan menantu dari Habib Rizieq memang menolak penayangan film The Santri.

“Front Santri Indonesia menolak film The Santri karena tidak mencerminkan akhlak dan tradisi santri yang sebenarnya,” kata Hanif seperti dilansir dari CNN Indonesia, Minggu, 15 September 2019.

Menanggapi penolakan tersebut, Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) menegaskan, pihak yang menolak penayangan film The Santri, termasuk Hanif Alathas, mempunyai pandangan yang sempit.

Baca Juga:  Heboh Maraknya Kawin Kontrak, Bupati Bogor Intruksikan Tangkap Pelaku yang Masih Berkeliaran

“Sebab, film tersebut bertujuan untuk kebaikan bangsa, dengan menggelorakan semangat cinta tanah air serta saling menghormati antar agama,” kata Gus Falah, dikutip dari Gesuri, Senin, 16 September 2019.

“Dan yang terpenting, film The Santri sudah direstui Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj,” sambungnya.

Maka dari itu, PBNU mengimbau kepada masayarakt untuk mengacuhkan komentar para pihak yang menolak film yang dijadwalkan tayang pada Oktober 2019 tersebut.

“Karena itu, biarkan saja para penolak itu mau komentar apapun. Memang tujuan mereka adalah memancing segala hal terkait jamiyah NU,” ujar Gus Falah.

Gus Falah juga mengimbau kepada seluruh warga NU untuk tidak terpancing ataupun menanggapi penolakan itu secara berlebihan.

Baca Juga:  Soal Pilpres 2024, PA 212: Habib Rizieq dan UAS Berpeluang Maju

“Biarkan saja, gitu aja kok repot,” tegas Sekretaris Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) ini.

Muhammad Fahri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *