Panduan Lengkap Tata Cara Sholat Hajat, Dalil Hingga Doanya

cara sholat hajat

Pecihitam.org – Salah satu Sholat sunnah yang dapat diamalkan untuk untuk memohon sesuatu kepada Allah SWT adalah Sholat Hajat. Mengetahui bagaimana tata cara sholat hajat yang benar tentu akan memudahkan anda dalam mengamalkannya.

Pengertian Sholat Hajat

Sholat hajat adalah shalat yang dilakukan ketika seseorang memiliki suatu keinginan ataupun hajat. Seseorang yang melaksanakan sholat ini memiliki harapan bahwa keinginannya ataupun hajatnya dapat dikabulkan oleh Allah SWT.

Ada banyak hal yang dapat anda minta saat melaksanakan Shalat Sunnah ini seperti, sholat hajat jodoh, sholat hajat khusus rejeki, sholat hajat untuk mendapatkan pekerjaan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Shalat hajat ini dimasukkan oleh Mazhab Syafi‘i sebagai salah satu shalat sunnah yang dikerjakan ketika seseorang sedang memiliki hajat tertentu baik hajat yang berkaitan dengan kemaslahatan agama dan duniawinya. Shalat hajat ini merupakan salah satu bentuk munajat seorang hamba kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian sholat dua raka’at (shalat hajat) dan sempurna raka’atnya, maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat.” (HR.Ahmad)

Jika anda sedang dirundung kesulitan atau memiliki sebuah kepentingan tertentu, maka sangat dianjurkan untuk melakukan sholat hajat dua rakaat dan berdoa menyampaikan keinginannya kepada Allah SWT.

Baca Juga:  Mengubur Jenazah Memakai Peti Bagaimanakah Hukumnya?

Waktu Sholat Hajat

Selama ini, Shalat Hajat ini selalu dikaitkan dengan shalat tahajud, yakni dikerjakan di malam hari. Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena shalat hajat bisa dilakukan kapanpun, tidak harus di malam hari, asalkan tidak di waktu-waktu yang dimakruhkan melakukan shalat sunnah.

Imam al-Ghazali menyebutkan dalam Ihya’ Ulumuddin-nya:

الثامنة صلاة الحاجة فمن ضاق عليه الأمر ومسته حاجة فى صلاح دينه ودنياه الى امر تعذر اليه فليصل هذه الصلاة

“Yang kedelapan (dari beberapa shalat sunnah yang memiliki sebab) adalah shalat hajat. Siapa saja yang berada dalam kondisi terjepit dan membutuhkan sesuatu baik urusan dunia maupun akhirat sedangkan dia tidak mampu menyelesaikannya, hendaklah dia melaksanakan shalat (hajat) ini.”

Walaupun begitu, lebih baik dilaksanakan ketika malam hari, atau seperempat malam terakhir.

Tata Cara Sholat Hajat

Adapun tata cara sholat Hajat adalah sebagai berikut:

Pertama, niat bersamaan dengan takbiratul ihram.

أُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal hajati rak’ataini lillahi ta’ala

“Aku berniat shalat hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala”

Kedua, melakukan shalat sebanyak dua rakaat. Setelah membaca surat al-Fatihah di ayat pertama dianjurkan membaca surat al-Kafirun atau ayat kursi, dan di rakaat kedua membaca surat al-Ikhlas.

Baca Juga:  Shalat Namun Lupa Mandi Wajib, Apakah Sah Shalatnya?

Ketiga, selesai shalat membaca shalawat dan dzikir

Selesai shalat dua rakaat, dianjurkan untuk bershalawat dan membaca doa. Setelah itu ia membaca doa Rasulullah SAW sebagaimana riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim.

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الحَلِيمُ الكَرِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ العَلِيُّ العَظِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْمِ والحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Artinya, “Tiada Tuhan selain Allah yang santun dan pemurah. Tiada Tuhan selain Allah yang maha tinggi dan agung. Mahasuci Allah, Tuhan Arasy yang megah. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H], cetakan pertama, halaman 104).

Keempat, membaca doa yang disebutkan oleh Imam Nawawi al-Bantani dalam Nihayatuz Zain berikut.

سُبْحَانَ الَّذِي لَبِسَ العِزَّ وَقَالَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي تَعَطَّفَ بِالمَجْدِ وَتَكَرَّمَ بِهَ، سُبْحَانَ ذِي العِزِّ وَالكَرَمِ، سُبْحَانَ ذِي الطَوْلِ أَسْأَلُكَ بِمَعَاقِدِ العِزِّ مِنْ عَرْشِكَ وَمُنْتَهَى الرَّحْمَةِ مِنْ كِتَابِكَ وَبِاسْمِكَ الأَعْظَمِ وَجَدِّكَ الأَعْلَى وَكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ العَامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلَا فَاجِرٌ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

“Mahasuci Zat yang mengenakan keagungan dan berkata dengannya. Mahasuci Zat yang menaruh iba dan menjadi mulia karenanya. Mahasuci Zat pemilik keagungan dan kemuliaan. Mahasuci Zat pemilik karunia. Aku memohon kepada-Mu agar bershalawat untuk Sayyidina Muhammad dan keluarganya dengan garis-garis luar mulia Arasy-Mu, puncak rahmat kitab-Mu, dan dengan nama-Mu yang sangat agung, kemuliaan-Mu yang tinggi, kalimat-kalimat-Mu yang sempurna dan umum yang tidak dapat dilampaui oleh hamba yang taat dan durjana.”

Baca Juga:  Apakah Tujuan Membayar Zakat Sebenarnya?

Doa tersebut, disebut oleh Syekh Nawawi sebagai doa makbul.

Kelima, membaca doa hajat dengan menyampaikan hajat yang diinginkan, baik hajat duniawi maupun ukhrawi (hajat dunia maupun akhirat).

Demikianlah sedikit ulasan tentang shalat hajat yang dilengkapi dengan tata cara sholat hajat. Semoga menambah khazanah keilmuan agama anda yang membacanya dan Hajat anda segera terkabul. Aamiin yaa Rabbal ‘Aalamiin

Redaksi

Redaksi at Pecihitam.org
Suka Menulis? Silahkan kirimkan tulisan dengan topik seputar Keislaman ke email redaksi di portalpecihitam@gmail.com
Redaksi
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi, menyedekahkan sebagian harta kamu di Jalan Dakwah

DONASI SEKARANG