Pengusaha dan Profesional Nahdliyin Harap Calon Pimpinan KPK Bisa Atasi Masalah Korupsi

KPK

Pecihitam.org – Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Penegakkan Hukum dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi digelar Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P2N) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis, 5 September 2019.

Dimoderatori Witjaksono, diskusi ini menghadirkan empat pembicara, yakni Mantan Jam Pidum Noor Rochmad, Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember Nurul Ghufron, Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani, dan Advokat, Bambang Sri Pujo. Namun, pada kesempatan itu, Noor Rochmad berhalangan hadir.

“Pengusaha dan profesional dalam menjalankan profesionya memiliki kaidah-kaidah tersendiri. Pengusaha, misalnya, mereka berupaya menghasilkan keuntungan secara maksimal. Itu sudah kaidah-kaidah bisnis,”  kata Sekretaris Jenderal P2N Chaerul Saleh Rasyid, dikutip dari situs resmi NU, Kamis, 5 September 2019.

Baca Juga:  Tanggapi Kasus OTT Komisioner KPU, PBNU: KPK Juga Harus 'Tajam' ke Atas

Namun, kata dia, pada saat bersamaan para pengusaha dalam menjalankan usahanya juga harus selalu berada di jalan yang sesuai dengan aturan yang berlaku, baik aturan negara maupun agama.

“Dalam konteks aturan agama, kejujuran menjadi prinsip yang harus dijunjung tinggi dalam hal apa pun, termasuk dalam berbisnis,” ujarnya.

“Begitu pun dalam konteks aturan negara, pengusaha sudah selayaknya memiliki wawasan tentang hukum positif terkait bisnis, sehingga para pengusaha dalam menjalankan usahanya nyaman karena tidak menabrak aturan yang berlaku,” sambungnya.

Pengusaha dan Profesional, lanjut Chaerul, juga harus memperoleh informasi, masukan dari praktisi hukum.

“Sehingga kawan-kawan yang berkumpul dalam perkumpulan ini dapat mengerti koridor-koridor mana yang boleh dan tidak boleh, sehingga tidak terjebak pada aturan yang itu pasal karet,” jelasnya.

Baca Juga:  Dewan Pengawas KPK Resmi Dilantik, PBNU: Kedepankan Pencegahan Korupsi

Pihaknya berharap, siapa pun yang nantinya terpilih menjadi komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa mengatasi persoalan korupsi yang terjadi di Indonesia.

“Ke depan, calon-calon pimpinan KPK ini diharapkan dapat membangun Indonesia lebih baik,” ucapnya.

Muhammad Fahri

Leave a Reply

Your email address will not be published.