Surah Al-Kahfi Ayat 18; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Kahfi Ayat 18

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Kahfi Ayat 18 ini, Allah swt menjelaskan keadaan mereka sewaktu tidur. Mereka tampaknya bangun, tetapi sebenarnya mereka tidur. Allah menggerakkan mereka pada waktu tertentu untuk menunjukkan adanya kehidupan dan membedakan mereka dari patung atau mummi yang merupakan benda mati.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Kahfi Ayat 18

وَتَحْسَبُهُمْ أَيْقَاظًا وَهُمْ رُقُودٌ وَنُقَلِّبُهُمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَذَاتَ الشِّمَالِ وَكَلْبُهُم بَاسِطٌ ذِرَاعَيْهِ بِالْوَصِيدِ لَوِ اطَّلَعْتَ عَلَيْهِمْ لَوَلَّيْتَ مِنْهُمْ فِرَارًا وَلَمُلِئْتَ مِنْهُمْ رُعْبًا

Terjemahan: Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; Dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka.

Tafsir Jalalain: وَتَحْسَبُهُمْ (Dan kamu akan mengira mereka itu) seandainya kamu melihat mereka أَيْقَاظًا (adalah orang-orang yang bangun) yakni tidak tidur, karena mata mereka terbuka. Lafal أَيْقَاظًا adalah bentuk jamak dari lafal tunggal Yaqizhun وَهُمْ رُقُودٌ (padahal mereka adalah orang-orang yang tidur) lafal رُقُودٌ adalah bentuk jamak daripada lafal Raqidun

وَنُقَلِّبُهُمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَذَاتَ الشِّمَالِ (dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan kiri) supaya daging mereka tidak dimakan oleh tanah وَكَلْبُهُم بَاسِطٌ ذِرَاعَيْهِ (sedangkan anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya) kedua kaki depannya بِالْوَصِيدِ (di muka pintu gua) ke luar mulut gua itu, dan apabila mereka membalikkan badannya, maka anjing itu pun berbuat yang sama, ia pun sama tidur dengan mereka walaupun matanya terbuka.

لَوِ اطَّلَعْتَ عَلَيْهِمْ لَوَلَّيْتَ مِنْهُمْ فِرَارًا وَلَمُلِئْتَ (Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah hati kamu akan dipenuhi) lafal َمُلِئْتَ dapat pula dibaca Mulli’ta مِنْهُمْ رُعْبًا (dengan ketakutan terhadap mereka) lafal رُعْبًا dapat pula dibaca Ru’uban; Allah memelihara mereka dengan menimpakan rasa takut kepada setiap orang yang hendak memasuki gua tempat mereka, sehingga mereka terpelihara dengan aman.

Baca Juga:  Surah Al Baqarah Ayat 166-171; Tafsir dan Terjemahannya

Tafsir Ibnu Katsir: Sebagian ulama menyebutkan bahwa ketika Allah menidurkan telinga mereka, maka mata mereka tidak tertutup dan tetap terbuka sehingga tidak mudah rusak, karena jika tetap terbuka bagi udara, maka akan lebih langgeng baginya.

Oleh karena itu Allah berfirman: وَتَحْسَبُهُمْ أَيْقَاظًا وَهُمْ رُقُودٌ وَنُقَلِّبُهُمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَذَاتَ الشِّمَالِ (Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur, dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri)

Dan firman-Nya: وَكَلْبُهُم بَاسِطٌ ذِرَاعَيْهِ بِالْوَصِيدِ (“Sedang anjing mereka mengunjurkan ke dua lengannya di muka pintu gua.”) Ibnu ‘Abbas, Mujahid, Sa’id bin Jubair, dan Qatadah mengemukakan: “Al-washiid berarti al-finaa’ (halaman).” Dan kata itu berarti anjing mereka berbaring dengan menyimpuhkan kaki ke muka pintu, sebagaimana yang sudah menjadi kebiasaan anjing.

Ibnu Juraij berkata: “Anjing itu menjaga mereka di pintu gua.” Hal itu merupakan kelebihan dan karakternya, di mana ia berbaring sambil menyimpuhkan kakinya di depan pintu, seolah-olah dia menjaga mereka. Duduknya anjing itu berada di luar pintu, karena Malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya terdapat anjing.

Sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits shahih. Malaikat juga tidak masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat gambar, orang junub dan atau orang kafir, sebagaimana yang ditegaskan dalam hadits hasan.

Anjing itu merasakan pula berkah mereka, di mana ia mengalami apa yang dialami oleh mereka, yaitu tidur dalam keadaan seperti itu. Demikian lah manfaat berteman dengan orang-orang baik, sehingga anjing ini pun disebut dan termasuk dalam berita. Ada yang berpendapat, bahwa ia adalah anjing untuk berburu milik salah seorang di antara mereka dan itulah yang paling cocok. Wallahu a’lam.

Dan firman Allah Ta’ala: لَوِ اطَّلَعْتَ عَلَيْهِمْ لَوَلَّيْتَ مِنْهُمْ فِرَارًا وَلَمُلِئْتَ مِنْهُمْ رُعْبًا (“Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan [diri] dan tentulah [hati] kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka.”)

Baca Juga:  Surah Al-Kahfi Ayat 107-108; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Maksudnya, Allah telah menyelimuti diri mereka dengan hal-hal yang menakutkan, di mana tidak ada pandangan seseorang yang melihat kepada mereka melainkan akan melarikan diri dari mereka, karena mereka telah diselimuti hal-hal yang menyeramkan dan menakutkan agar tidak ada seorang yang mendekati dan menyentuh mereka sampai pada batas waktu yang ditentukan dan selesainya tidur mereka yang telah dikehendaki Allah Ta’ala itu berakhir, yang di dalamnya terdapat hikmah, hujjah yang kuat dan rahmat yang sangat luas.

Tafsir Kemenag: Setelah mendapat tempat yang aman dalam gua, mereka beribadah dengan tekun di dalamnya sampai Tuhan menutup pendengaran mereka, sehingga mereka tertidur. Dalam ayat ini, Allah swt menjelaskan keadaan mereka sewaktu tidur. Mereka tampaknya bangun, tetapi sebenarnya mereka tidur.

Ibnu Katsir berkata, “Sebagian ahli ilmu menerangkan bahwa tatkala Allah menutup pendengaran mereka dengan jalan menidurkan mereka, mata mereka tidak tertutup rapat agar udara tetap bisa masuk. Karena mata mereka terbuka, mereka disangka tetap terjaga; seolah-olah mereka melihat siapa yang berdiri di hadapan mereka. Padahal mereka itu benar-benar tertidur, tetapi berbeda dengan tidur manusia biasa.

Umumnya, pada waktu tidur biasa terdapat tanda-tanda istirahat dari organ-organ tubuh terutama pada mata dan wajah. Tidur para penghuni gua itu menyimpang dari sunatullah yang berlaku, karena Pencipta Alam berkehendak untuk memper-lihatkan kekuasaan dan kedaulatan-Nya atas alam semesta ini kepada manusia yang ingkar.

Meskipun dalam keadaan tidur, mereka digerakkan Allah dengan membalikkan mereka ke kiri dan ke kanan, sebagaimana lazimnya orang hidup yang sedang tidur. Namun, hal itu tidak mengurangi keluarbiasaan peristiwa tidur itu sendiri. Berbalik mereka tidak dapat disamakan dengan berbalik seseorang yang tidur biasa supaya badan tetap terpelihara. Allah Mahakuasa memelihara badan mereka, walaupun mereka tidak membalik ke kiri dan ke kanan.

Baca Juga:  Surah Yunus Ayat 31-33; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Allah menggerakkan mereka pada waktu tertentu untuk menunjukkan adanya kehidupan dan membedakan mereka dari patung atau mummi yang merupakan benda mati. Walaupun misalnya mereka berbalik ke kiri dan ke kanan sekali dalam setahun, sudah cukup menunjukkan keajaiban yang luar biasa bagi orang-orang yang menyaksikan karena mereka tidur lebih dari tiga ratus tahun.

Pendapat ahli tafsir beragam dalam hal itu. Ada yang mengatakan enam bulan sekali mereka berbalik, ada yang mengatakan sekali setahun pada hari Asyura, ada pula yang mengatakan sembilan tahun, dan sebagainya. Per-hitungan waktu itu tidak penting untuk diketahui. Anjing peliharaan mereka dalam keadaan membujurkan badan dengan kedua kaki depannya berada di dekat pintu gua. Suasana dalam gua itu sangat menyeramkan.

Siapa saja yang ingin masuk hendak melihat keadaannya, mereka tentu akan merasa takut, dan melarikan diri. Tidak seorangpun yang berani masuk ke dalam gua itu. Tuhan menciptakan suasana seram dan menakutkan dalam gua itu, menurut Ibnu Katsir, agar jangan seorangpun yang mendekat dan menyentuh mereka sampai kelak datang ketentuan yang telah ditetapkan Allah swt. Sebab, peristiwa itu mengandung hikmah yang besar, dan alasan yang kuat bahwa janji Allah itu benar dan hari kiamat pasti datang.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Kahfi Ayat 18 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Kemenag. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S