Mengharukan! Para Pejuang Perang Badar Ini Begitu Heroik Sampai Diabadikan dalam Bait-Bait Sholawat

Mengharukan! Para Pejuang Perang Badar Ini Begitu Heroik Sampai Diabadikan dalam Bait-Bait Sholawat

PeciHitam.org – Kisah Heroik perjuangan Islam sangat banyak untuk bisa diambil ibrahnya. Perjuangan untuk menegakkan kalimat haq bukan hanya mempunyai banyak tantangan yang harus dihadapi.

Perjuangan-perjuangan yang menjadi tonggak besar perjuangan Islam salah satunya adalah Perang Badar (Ghaswatul Badr).  Perang yang terjadi pada bulan Ramadhan ini menjadi simpul-simpul kisah Heroik yang banyak diabadikan dalam riwayat diba, shalawat dan puisi bernafas Islam. Berikut penjelasannya;

Sejarah Perang Badar

Perang Badar merupakan pertempuran besar pertama antara umat melawan musuh-musuhnya yang terjadi secara terbuka. Masing-masing menggunakan kekuatan penuh. Perang terjadi pada 17 Ramadhan bertepatan dengan tahun 2 Hijriyah, 13 Maret 64 M.

Perang adalah hal yang dihindari oleh Muhammad SAW. Sejak awal Nabi Muhammad SAW tidak pernah menginginkan peperangan. Akan tetapi kedzaliman perilaku orang Musyrik Makkah atas Embargo dagang orang Musyrik menjadikan konfrontasi tidak lagi terelakan.

Jalannya perang diawali pada hari ke-8 Ramadhan. Pasukan Abu Jahal keluar kota Makkah, ditambah kafilah Abu Sufyan dari Syam. Tujuan mereka kea rah utara, yaitu ke Kota Madinah dengan membawa pasukan besar berkekuatan tentara dengan kelengkapan peralatan perang.

Diukur dari segi pasukan perang, terlihat sekali ketimpangan kekuatan. Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan koalisi orang-orang Musyrik yang berpusat di Makkah yang berjumlah 1.000 orang.

Pertempuran puputan sekitar dua jam, akhirnya pasukan Muslim menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy, yang kemudian mundur kocar-kacir.

Pertempuran ini merupakan kelanjutan dari peperangan kecil antara kaum Muslimin dengan penduduk Mekkah. Kurun waktu awal tahun Hijriyah sampai tahun kedua, intensitas pertempuran fisik meningkat. Pertempuran ini juga didorong oleh keadaan Kaum Muslimin yang sudah memiliki basis perjuangan, yaitu kota Madinah.

Akan tetapi, Pertempuran Badar memiliki arti penting kaum Muslimin, karena menjadi pertempuran skala besar pertama yang terjadi antara kedua kekuatan itu. Muhammad SAW saat itu sedang memimpin pasukan kecil dalam usahanya melakukan pencegatan terhadap rombongan dagang Quraisy yang baru saja pulang dari Syam (Suriah).

Baca Juga:  Mengenal Sejarah Penulisan Kitab Ushul Fiqh dari Imam Syafi'i Hingga Abad Modern Ini

Pasukan Nabi langsung dipimpin oleh Muhammad SAW dan didampingi tampil di depan mengatur barisan, didampingi Hamzah (Paman Nabi), Umar bin Abi Thalib (mantan Panglima orang Musyrik), Ali bin Abi Thalin, dan Ubaidah bin Jarrah.

Ditengah kecemasan melihat kekuatan yang  tidak berimbang, turunlah ayat Al-Quran

إِذْ يُوحِي رَبُّكَ إِلَى الْمَلائِكَةِ أَنِّي مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِينَ آمَنُوا سَأُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوا فَوْقَ الأعْنَاقِ وَاضْرِبُوا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ (١٢

Artinya; (ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku bersama kamu, Maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman”. kelak akan aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, Maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka (Qs. Al-Anfaal: 12)

Pasukan Muhammad SAW, walaupun berkuantitas kecil akan tetapi sangat disiplin di bawah komando Sang Nabi. Pada pertempuran ini, berhasil menghancurkan barisan pertahanan Mekkah sekaligus menewaskan beberapa pemimpin penting Quraisy, antara lain ialah paman Muhammad SAW sendiri yaitu Abu Jahal (Amar bin Hisyam).

Efek moral dari kemenangan Badar ini pun terasa sangat besar, sehingga Nabi dan kaum muslimin yang selama ini menjadi bahan bulliying karena menganut agama Islam, berbalik mendapat kepercayaan diri dan kehormatan dari berbagai kalangan. Orang-orang Arab tidak lagi menganggap Kekuatan Islam sebagai Isapan jempol belaka.

Kekalahan orang Musyrik Quraisy dan Koalisinya dalam Pertempuran Badar menyebabkan mereka bersumpah untuk membalas dendam, dan hal ini terjadi sekitar setahun kemudian dalam Perang Uhud.

Kemuliaan Syuhada Perang Badar

Riwayat tentang Kemuliaan para Syuhada perang badar banyak tersebar dalam Hadits Rasulullah SAW. Imam Bukhari meriwayatkan dalam kitab Beliau;

Baca Juga:  Mengenal Mansa Musa; Raja Islam Penguasa Emas dari Afrika

جَاءَ جِبْرِيْلُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَا تَعُدُّوْنَ أَهْلَ بَدْرٍ فِيْكُمْ ؟ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَفْضَلِ الْمُسْلِمِيْنَ أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا قَالَ جِبْرِيْلُ وَكَذَلِكَ مَنْ شَهِدَ بَدْرًا مِنَ الْمَلَائِكَة ( رواه البخاري

 Artinya; Datang Malaikat Jibril AS pada Nabi SAW dan berkata: apa pendapat kalian tentang ahlul Badr diantara kalian?, maka bersabda Rasulullah SAW Mereka adalah muslimin yang paling mulia, (atau kalimat yang bermakna demikian), lalu berkata Jibril AS: Demikian pula yang mengikuti perang Badr dari kelompok malaikat, mereka malaikat yg terbaik (HR. Imam Bukhari)

Bahkan dalam ayat Al-Quran, Ahlu Badr disebutkan secara spesifik sebagai penghormatan kepada perjuangan dan pengorbanan mereka,

وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنْتُمْ أَذِلَّةٌ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (١٢٣

Artinya; Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar[224], Padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya (Qs. Ali Imran: 123)

Shalawat Badar

Keistimewaan perang badar dalam tonggak sejarah Islam menjadikan perang ini sebagai role mode sejarah Islam. Perang yang dalam sejarah periwayatannya dibantu oleh ribuan Malaikat, menjadi tujuan sanjungan Kaum Muslimin seluruh dunia. Karena lewat pertempuran ini, Islam tidak lagi dianggap sebelah mata oleh para kaum yang membecinya.

Di Nusantara, banyak sekali pujian yang dialamatkan kepada Pejuang Badar, sampai-sampai mereka mendapat kehormatan sebagai Ahlu badr. Pengabadian jasa para Syuhada perang Badar terwujud dalam shalawat Badar karya KH Muhammad Ali Manshur sekitar tahun 1960.

Shalawat ini terdiri dari 24 bait dengan dua baris di setiap baitnya. Shalawat yang sangat popular sebagai penghormatan para ahlu badr adalah sebagai berikut cuplikannya;

صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى طـهَ رَسُـوْلِ اللهِ        صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى يـس حَبِيْـبِ اللهِ

Baca Juga:  Sejarah Penyusunan Kitab Tafsir Depag RI (Departemen Agama Republik Indonesia)

تَوَ سَـلْنَا بِـبِـسْـمِ اللّهِ وَبِالْـهَادِى رَسُـوْلِ اللهِ            وَ كُــلِّ مُجَـا هِـدِ لِلّهِ بِاَهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

اِلهِـى سَـلِّـمِ اْلا ُمـَّة مِـنَ اْلافـَاتِ وَالنِّـقْـمَةَ            وَمِنْ هَـمٍ وَمِنْ غُـمَّـةٍ بِاَ هْـلِ الْبَـدْرِ يـَا اَللهُ

اِلهِى نَجِّـنَا وَاكْـشِـفْ جَـمِيْعَ اَذِ يـَّةٍ وَا صْرِفْ            مَـكَائـدَ الْعِـدَا وَالْطُـفْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

Shalaatullaah Salaamullaah Alaa Thaaha Rasuulillaah-Shalaatullaah Salaamullaah Alaa Yaa Siin Habiibillaah

Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Nabi utusan Allah – Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Nabi Yasin kekasih Allah.

Tawassalnaa Bibismillaah Wabil Haadi Rasuulillaah – Wakulli Mujaahidin Lillaah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Kami berwasilah dengan berkah basmalah, dan dengan Nabi yang menunaikan lagi utusan Allah – Dan seluruh orang yang berjuang karena Allah, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

llaahi Sallimil Ummah Minal Aafaati Wanniqmah – Wamin Hammin Wamin Ghummah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Ya Allah, semoga Engkau menyelamatkan ummat, dari bencana dan siksa – Dan dari susah dan kesulitan, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

Ilaahi Najjinaa Waksyif Jamiia Adziyyatin Wahrif – Makaa idal idaa wal thuf Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Ya AIlah semoga Engkau selamatkan kami dari segala yang menyakitkan, dan menjauhkan dari berbagai tipu daya musuh-musuh – Dan semoga Engkau mengasihi kami, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

Ash-shawabu Minallah.

Mochamad Ari Irawan
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG