Persamaan Hak Perempuan dan Laki-laki dalam Al-Quran

persamaan perempuan dan laki-laki

Pecihitam.orgJika dikulik lebih dalam, sebenarnya banyak persamaan hak perempuan dan laki-laki dalam ajaran agama Islam tepatnya dalam Al-Qur’an. Penjelasan tentang ini tercantum dalam surat An-Nisa’ ayat 32 sebagai berikut:

 وَلَا تَتَمَنَّوْا۟ مَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بِهِۦ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِّمَّا ٱكْتَسَبُوا۟ ۖ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٌ مِّمَّا ٱكْتَسَبْنَ ۚ وَسْـَٔلُوا۟ ٱللَّهَ مِن فَضْلِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمًا

Artinya: “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Q.S. an-Nisa: 32)

Tentang Hak dan Kewajiban

Perempuan yang baik dalam Islam adalah perempuan yang menjalankan kehidupan seoptimal mungkin menurut Al-Qur’an dan Hadits. Selain itu, ia juga mesti mampu menjalankan fungsi hak dan kewajibannya sebagai hamba Allah Swt. dengan baik. Hal ini terdapat dalam surat an-Nahl ayat 97 sebagai berikut:

 مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Artinya: “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. an-Nahl ayat 97)

Ayat ini juga menjelaskan bahwa di dalam amal shaleh dan iman, sesungguhnya kedudukan antara perempuan dan laki-laki adalah sama, tidak berbeda.

Baca Juga:  Enam Modal Penuntut Ilmu Ini Harus Kita Pegang Teguh

Baik perempuan maupun laki-laki bisa menumbuhkan iman dalam hati dan berbuat amal kebaikan seoptimal mungkin. Maka, tanggung jawab perempuan tidak kurang ketimbang tanggung jawab laki-laki dalam menegakkan iman kepada Allah Swt. dan berbuat amal shaleh.

Oleh sebab itu, maka keduanya sama-sama dijanjikan Allah Swt. akan diberi kehidupan yang baik atau Hayatan Thayyibah. Sebab laki-laki dan perempuan adalah sama di hadapan Allah Swt., yaitu sama-sama menjalani kehidupan sebagai hamba-Nya dan yang paling mulia diantara keduanya adalah yang lebih bertaqwa.

Tentang Syiar Agama

Persamaan perempuan dan laki-laki selanjutnya yaitu dalam hal menyiarkan agama Islam atau menyampaikan kebenaran. Allah Swt. tidak melarang perempuan untuk melakukannya. Hak perempuan dan laki-laki dalam hal ini adalah sama. Perempuan bisa menjadi juru dakwah sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. Ali ‘Imran Ayat 104 sebagai berikut:

 وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

Dalam ayat ini, Allah Swt. tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan. Hal ini berarti bahwa berbuat amar ma’ruf nahi mungkar yang berlandaskan iman kepada Allah Swt. adalah sama-sama menjadi kewajiban bagi semua umat Muslim, tanpa ada kecualinya, sebagaimana sabda Rasulullah Saw. sebagai berikut:

Baca Juga:  Berpikirlah Kembali Membeli Buku Jika Bertitel Nashiruddin Al Albani

Dari Abu Sa’id al-Kudari r.a., dia berkata: saya mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa diantara kamu melihat kemungkaran maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangan, jika tidak mampu maka hendaknya dengan lisanya, dan jika tidak mampu, maka hendaklah dengan hatinya. Ini merupakan (amalan) iman yang paling lemah.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim)

Dalam ajaran Islam, laki-laki dan perempuan memiliki kewajiban yang sama yakni menyampaikan kebenaran dan melarang kemungkaran. Dua hal inilah yang disebut sebagai juru dakwah, lebih-lebih lagi dalam rumah tangga dan masyarakat sekitar. Siti Aisyah, istri Rasulullah Saw., banyak meriwayatkan hadits. Maka, beliau bisa disebut sebagai juru dakwah atau mubalighah.

Sejarah juga mengungkapkan masih ada banyak Muslimah yang sukses menjadi da’iyah, mubalighah, dan mudarisah, seperti Sayyidah Sakinah putri Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib, Al-Syaikhah Syuhrah yang di gelar Fakhr Al-Nisa’ (kebanggan perempuan) adalah salah seorang guru Imam Syafi’i dan masih banyak yang lainya.

Tentang Penciptaan Manusia

Jika dilihat dari segi penciptaan, Al-Qur’an menerangkan bahwa perempuan dan laki-laki adalah sama-sama diciptakan Allah Swt. dan berada dalam derajat yang sama. Tidak ada isyarat bahwa Adam lebih tingi derajatnya dari Hawa.

Ada banyak contoh bahwa perempuan sangat mampu berlaku seperti kaum laki-laki dalam berusaha dan berkarya sebagaimana firman Allah Swt. dalam surat An-Nisa’ ayat 1 sebagai berikut:

Baca Juga:  Tanda Orang yang Taqwa: Tinggalkan Hal yang Tak Berguna

 يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Artinya: “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”

Begitulah Al-Qur’an menolak pandangan-pandangan yang membeda-bedakan laki-laki dan perempuan dengan menegaskan bahwa keduanya berasal dari jenis yang sama dan bahwa dari keduanya, Allah Swt. mengembangbiakkan keturunan yang baik, tak masalah apakah berjenis kelamin laki-laki ataupun perempuan.

Demikian ulasan tentang persamaan hak perempuan dan laki-laki dalam Al-Qur’an. Dalam ajaran agama Islam, hak perempuan dan laki-laki adalah sama. Tak ada bedanya. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam.[]

Ayu Alfiah
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG