Shalat Awwabin, Ibadah Sunnah yang Wajib Diketahui Umat Islam

Shalat Awwabin

Pecihitam.org – Dalam Islam, dari banyak jenis shalat yang ada, kita mengenal istilah Shalat Awwabin. Seperti yang kita ketahui, ibadah yang paling diutamakan adalah shalat. Mengapa demikian? Sebab, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa sebaik-baiknya amalan adalah shalat (Lihat Wahbah Az-Zuhaili, Al-Fiqhul Islamiy wa Adillatuhu, Damaskus, Darul Fikr, juz II, halaman 222).

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Kita bisa menguatkan pandangan ini sebab shalat merupakan ibadah yang bisa mengumpulkan berbagai aktivitas ibadah-ibadah lain dalam satu rangkaian. Shalat mencakup bersuci, menghadap kiblat, membaca Al-Quran, dan lain sebagainya. Penggabungan ini membuat shalat sangat berbeda dengan ibadah lainnya. Hal ini selaras dengan penjelasan Wahbah Az-Zuhaili, Al-Fiqhul Islamiy wa Adillatuhu, sebagai berikut :

وَلِأَنَّهَا تَجْمَعُ مِنَ الْقُرَبِ مَا لَا يَجْمَعُ غَيْرُهَا، مِنَ الطَّهَارَةِ وَاسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ، وَالْقِرَاءَةِ، وَذِكْرِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَالصَّلَاةُ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَيُمْنَعُ فِيهَا مِنْ كُلِّ مَا يَمْنَعُ مِنْهُ فِي سَائِرِ الْعِبَادَاتِ، وَتَزِيدُ عَلَيْهَا بِالْاِمْتِنَاعِ عَنِ الْكَلَامِ، وَالْمَشْيِ، وَسَائِرِ الْأَفْعَالِ

Baca Juga:  Bagaimanakah Hukum Istinja Menggunakan Tisu? Ini Penjelasannya!

Penjelasan dari keterangan diatas adalah bahwasanya shalat merupakan ibadah yang bisa mengumpulkan berbagai macam jenis ibadah yang tidak mampu dikumpulkan oleh ibadah selain salat. Diantaranya ada ibadah bersuci, ibadah menghadap kiblat, ibadah membaca Al-Quran, dzikir kepada Allah, dan bershalawat kepada Rasulullah SAW. Dan dalam salat juga terdapat larangan-larangan dari setiap ibadah yang dikumpulkan, seperti makan, berbicara, dan lain sebagainya.

Shalat dibagi menjadi shalat Sunnah dan dan shalat wajib. Shalat Awwabin merupakan salah satu shalat Sunnah. Salat ini diartikan sebagai Shalat sunnah di antara Maghrib dan Isya.

Dalam hal ini, Madzhab Syafi’i memakai istilah shalat Awwabin dengan pengertian kedua yakin shalat sunah yang dilakukan di antara Maghrib dan Isya. Keterangan ini dinuqil dari kitab Al-Mawsu’atul Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, sebagai berikut :

“Dari apa yang telah dijelaskan mengenai sholat Dhuha dan shalat sunah di antara Maghrib dan Isya dapat diambil simpulan bahwa ‘shalat Awwabin’ dikatakan untuk menyebut shalat sunah Dhuha dan shalat sunah di antara Maghrib dan Isya. Karenanya shalat ini dikonotasikan di antara keduanya sebagaimana dikemukakan oleh Madzhab Syafi’i. Hanya Madzhab Syafi’i yang menamakan shalat di antara Maghrib dan Isya dengan shalat Awwabin,” (Lihat Al-Mawsu’atul Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, Mesir, Darush Shafwah, cet ke-1, juz XXVII, halaman 134-135).

Baca Juga:  Batalkah Jika Sajadah atau Pakaian Sholat Terdapat Bangkai Serangga? Begini Penjelasannya

Mengapa disebut sebagai salat Awwabin? Sebab, orang yang menjalankannya sesungguhnya telah kembali kepada Allah. Bertobat dari kesalahan yang dilakukan pada siang hari, menjadi tanda pertobatan atau kembalinya ia kepada Allah meskipun tidak disadari. Pernyataan ini didasarkan dari penjelasan Sulaiman Al-Jamal dalam Hasyiyatul Jamal sebagai beriku :

“ Bahwa penamaan  shalat Awwabin disebabkan karena bagi orang yang melaksanakannya itu kembali kepada Allah SWT dan kemudian bertobat dari kesalahan yang telah ia lakukan pada siang hari. Oleh sebab itu, pelaksanaan salat awwabin secara berulang-ulang sebagai penanda kembalinya ia (bertobat) kepada Allah SWT, meskipun tanpa ia sadari sebelumnya” ( Sulaiman Al-Jamal dalam kitab Hasyiyatul Jamal, juz, 609).

Baca Juga:  Perbedaan Pendapat Terkait Ta’lil Ahkam dalam Empat Kelompok Besar Ulama

Hadis riwayat At-Tirmidzi menjelaskan tentang fadhilah atau keutamaan Salat Awwabin. Riwayat ini menceritakan tentang keutamaan orang yang melaksanakan shalat Awwabin sebanyak enam rakaat maka setara dengan ibadah dua belas tahun. Riwayat tersebut adalah sebagai berikut:

“Barang siapa yang menjalankan ibadah shalat Awwabin sebanyak enam rakaat maka Allah SWT akan mencatat baginya pahala setara ibadah dua belas tahun,” (Hadits Riwayat  Tirmidzi).

Habib Mucharror

Leave a Reply

Your email address will not be published.