Inilah Empat Sifat Wanita yang Baik untuk di Nikah Menurut Islam

sifat wanita baik menurut islam

Pecihitam.org – Pernikahan atau perkawinan bagi yang belum menikah merupakan salah satu tujuan hidup bahkan ada yang memimpikan peristiwa tersebut. Pernikahan adalah kebutuhan, bagi remaja, orang dewasa, baik pria maupun perempuan yang telah menjalin hubungan kasih, pada umumnya mereka merencanakan untuk menuju ke pelaminan. Menikah melegalkan hubungan cinta kasih mereka baik dihadapan Tuhan maupun masyarakat sekitarnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Istilah perkawinan begitu sering kita dengar dan dibaca dalam media massa maupu media sosial. Secara umum perkawinan dapat kita pahami sebagai bertemunya laki- laki dan perempuan dalam ikatan perjanjian. Perjanjian yang membuat mereka menjadi keluarga yang sah dalam aturan agama dan aturan negara.

Pemerintah memberi perhatian pada peristiwa perkawinan dengan ditetapkannya Undang-Undang Perkawinan. Hal tersebut menunjukkan begitu urgennya suatu lembaga perkawinan. Undang-Undang No 1 Tahun 1974 menetapkan, perkawinan merupakan ikatan lahir batin antara seorang pria dan perempuan sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Perkawinan merupakan pertemuan dua individu yang berbeda jenis (laki-laki dan perempuan) berbeda latar belakang sosial–budaya dan berbeda kepribadiannya. Di sinilah letak permasalahannya, dua individu berbeda latar belakang sosial, budaya dan kepribadian, namun diharapkan perbedaan tersebut tidak menjadi kendala dalam meraih kebahagian. Justru dengan perbedaan tersebut diharapkan saling mengisi sehingga akan tercipta keharmonisan atau kebahagiaan. 

Baca Juga:  Bagaimana Hukum Sistem Pre Order Dalam Sebuah Transaksi?

Kebahagiaan akan tercapai apabila ada pembagian hak dan kewajiban antara suami isteri secara jelas dan masing-masing mengerti dan memahami hak dan kewajibannya secara sadar. Pengertian dan kesadaran kedudukan masing-masing inilah kuncinya.

Namun keadaan perkembangan jaman dan makin gencarnya media massa yang memberikan iming-iming kemewahan dapat membuyarkan kesadaran dan pengertian kedudukan suami isteri. Ditambah makin besarnya tuntutan kebahagiaan dari pihak suami maupun isteri, baik tuntutan suami terhadap isteri, maupun tuntutan isteri terhadap suami.

Berikut ini adalah karakter dan sifat-sifat wanita shalehah nan baik yang menjadi idaman seorang laki-laki menurut Islam.

Pertama, perempuan yang Qanitat.

Kata “qanitat” merupakan bentuk jama’ mu’annats dari lafadz  “qanit” yang berarti “yang merendahkan diri kepada Allah”, “yang taat”, “yang tunduk”.  Dalam Al-Qur’an surat An Nisa ayat 34  memuat peraturan hidup bersuami istri, sehingga kata “qanitat” yang ada di dalamnya banyak diartikan taat kepada suami.

Baca Juga:  Perbedaan Pendapat Ulama Mengenai Hukum Sujud Sahwi

Kedua, perempuan Hafidzat lil Ghaib

Artinya wanita-wanita yang memelihara diri di belakang suaminya. Sangat penting dipelihara oleh seorang perempuan ialah rahasianya yang terjadi dengan suaminya, yang tidak patut diketahui oleh orang lain.

Ketiga, Menjaga kehormatan

Ada beberapa macam yaitu menjaga kehormatan diri sendiri ketika suami tidak ada di rumah, menjaga diri dari segala noda dan kecemaran termasuk memelihara harta suami. Muhammad Tahlib dalam buku yang berjudul “Analisa Wanita dalam Bimbingan Islam” ia menjelaskan bahwa Inti dari menjaga kehormatan terletak pada kesadaran seorang wanita akan harga dirinya sebagai manusia yang dalam kontek ini sebagai istri. Sadar akan harga diri berarti pula meninggalkan hal-hal yang tidak patut dilakukan, misalnya tidak menutup aurat sebagaimana mestinya.

Keempat, bersifat amanah atau dapat dipercaya.

Wanita yang shalihah tentunya menjauhi sifat khianat. Apabila suaminya sedang tidak berada di sisinya, ia tetap menjalankan kewajibannya dengan baik yakni menjaga diri dan harta suaminya walaupun sepi dari pengawasan suami. Juga dapat menjaga rahasia-rahasia kehidupan rumah tangga antara ia dan suaminya.

Baca Juga:  Imam Nawawi Tidak Pernah Menikah, Bagaimana dengan Maksud Hadis "An-Nikahu Sunnati?

Demikian empat sifat wanita idalam laki-laki yang baik untuk dijadikan istri menurut Islam. Namun tentunya wanita baik untuk laki-laki yang baik pula. Maka bagi laki-laki juga wajib berinstrospeksi dan mempersiapkan dirinya sebaik mungkin. Wallahua’lam

M. Dani Habibi, M. Ag