Soroti Celana Cingkrang ASN, Menag: Kalau Nggak Bisa Ikut Aturan Negara, Keluar!

Menag

Pecihitam.org – Dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Menteri Agama Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi menyoroti soal pakaian yang seharusnya dipakai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Fachrul menyoroti soal celana cingkrang yang dipakai aparatur sipil negara. Ia mengatakan, cingkrang-cingkrang itu tidak dilarang dari aspek agama. Karena memang agama pun tidak melarang. Tapi dari aturan pegawai bisa ditegur.

“Misal di tempat ditegur celana kok tinggi gitu?” ungkap Fachrul Razi di Kemenko PMK, dikutip dari Kumparan, Kamis , 31 Oktober 2019.

“Kamu enggak lihat aturan negara gimana? kalau enggak bisa ikuti keluar kamu,” tegas dia.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyinggung soal visi misi Kemenag lima tahun ke depan. Semua mengacu visi misi Presiden Jokowi.

Baca Juga:  127 Orang Ditangkap, Ngaku Terpapar ISIS dari Video Zakir Naik

“Kalau program saya ingin menunjukkan program prioritas Kemenag karena ini visi misi presiden. Nah ini dia program prioritas kami yang memang mengacu pada visi misi presiden,” ungkap dia.

Sebelumnya, Fachrul juga sempat menyinggung persoalan pegawai negeri yang tidak disiplin. Salah satunya ketika dia di acara BUMN, ada ASN yang tidak bernyanyi lagu Indonesia Raya ketika acara resmi.

Selain itu, Fachrul juga berencana mengeluarkan Larangan menggunakan Cadar untuk masuk instansi pemerintah.

Hal itu, kata Fachrul Razi, untuk alasan keamanan usai penusukan mantan Menkopolhukam Wiranto.

Fachrul mengatakan rencana itu masih dalam kajian. Namun aturan itu sangat mungkin direkomendasikan Kemenag atas dasar alasan keamanan.

Baca Juga:  Sujud Syukur Mohamed Salah, Bikin Pembenci Islam jadi Mualaf

“Memang nantinya bisa saja ada langkah-langkah lebih jauh, tapi kita tidak melarang niqab, tapi melarang untuk masuk instansi-instansi pemerintah, demi alasan keamanan. Apalagi kejadian Pak Wiranto yang lalu,” kata Fachrul, dikutip dari CNN Indonesia, Rabu, 30 Oktober 2019.

Muhammad Fahri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *