Benarkah Kitab Al-Barzanji Milik Syiah? Ini Penjelasannya

Benarkah Kitab Al-Barzanji Milik Syiah? Ini Penjelasannya

PeciHitam.org – Tokoh sentral salah satu Partai Politik berbasis Islam di Nusantara adalah Dr. KH. Hidayat  Nurwahid. Beliau pernah tercatat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI pada masa Jabatan 2004-2009.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Beliau adalah Lulusan Universitas Islam Madinah pada program Doktoral di Arab Saudi pada tahun 1992. Kiprah sentral beliau terutama dalam Partai Berbasis Islam dengan Pijakan Awal dari Jamaah Tarbiyah yang berkembang  pada tahun 1980an.

Ketika mengenyam pendidikan di Universitas Islam Madinah pada program Doktoral, beliau menuliskan Disertasi dengan Judul An-Nawafidh Lir Rawafidh li Al-Barzanji, Tahqiq wa Dirasah.

Secara bebas Disertasi tersebut bermakna Jejak Catatan Paham Rafidhah (Syiah) dalam Kitab Al-Barzanji, Investigasi dan Pembelajaran.

Benarkah pemilihan Judul oleh beliau yang mana mengulik jejak-jejak Syiah dalam kitab Al-Barzanji? Berikut Ulasannya!

Kitab Al-Barzanji

Kaum Muslimin di Nusantara pastinya tidak akan asing mendengar nama Kitab Al-Barzanji yang biasanya dibaca dalam majlis-majlis Shalawat.

Kitab tersebut sangat masyhur terkenal dikalangan Muslim Nusantara sebagai kitab Pujian kepada Rasulullah SAW disamping kitab Diba’ fi Maulidir Rasul atau Kitab Simtuth Dhurar.

Merujuk kepada Judul Disertasi KH Hidayat Nurwahid yang mengulik bahasan kitab Al-Barzanji memiliki aroma Syiah Rafidhah, tentunya sebagai pengamal kitab tersebut boleh membela diri.

Baca Juga:  Makna dan Filosofi Garwo (Sigarane Nyowo) dalam Istilah Jawa Menurut Kalam Ulama

Bahwa kitab al-Barzanji memiliki nama lain yaitu Jawahir ‘Iqd yang bermakana Untaian Permata berkilau. Hal ini merujuk kepada Isi daripada kitab tersebut yaitu shalawat bernuansa sastra tinggi.

Oleh karenanya sering terjadi kesalah-pahaman terhadap makna shalawat ketika seorang peneliti atau pengkritik tidak memahami hakikatnya.

Sebagaimana kesalahan yang dituliskan oleh sebuah situs Nahimunkar.org tentang pemahaman terhadap redaksi Shalawat;

يَا نَبِيْ سَلاَمٌ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلُ سَلاَمٌ عَلَيْكَ

يَا حَبِيْبُ سَلاَمٌ عَلَيْكَ صَلَوَاتُ اللهِ عَلَيْكَ

Artinya; Wahai Nabi salam sejahtera atasmu, wahai Rasul salam sejahtera atasmu. Wahai kekasih salam sejahtera atasmu, semoga rahmat Allah tercurah atasmu

Dalam narasi yang dibangun oleh pihak penulis bahwa bait Syair tersebut condong kepada pemanggilan arwah. Sehingga dalam bait syairnya seperti menyambut kedatangan arwah sebagaimana para pengamal ilmu sihir memanggilnya.

Orang-orang yang tidak suka dengan al-Barzanji terus mencaci dan mengkategorikannya sebagai perbuatan bid’ah, sesat, khurafat.

Kesustraan yang tinggi juga menjadi acuan dalam penulisan Disertasi tersebut untuk menunjukan jejak-jejak Rafidhah kepada Maulid al-Barzanji.

Baca Juga:  Inilah Bedanya Ilmu yang Jelas Sanadnya dengan Ilmu Tanpa Sanad

Bahwa tuduhan tersebut benar-benar menunjukan penyudutan kepada orang Muslim di Nusantara yang banyak mengamalkannya. Maka perlu adanya pelurusan argumen agar tidak menjadi kesalahan yang didiamkan.

Penulurusan Terhadap An-Nawafidh Lir Rawafidh li Al-Barzanji

Penulis kitab Al-Barzanji adalah Mufti Kota Madinah dibawah otoritas Kesultanan Utsmaniyyah pada tahun 1764 M. Beliau bernama Syaikh Ja’far al-Barzanji RA yang beraliran madzhab Syafiiyah dan berfatwa dengan dasar pemahaman Ulama Syafiiyah juga.

Habib Sholeh bin Idrus al-Habsyi dari Pemalang Jawa Tengah mengatakan bahwa tuduhan kepada Syaikh Ja’far al-Barzanji adalah Rafidhah sangat tidak benar.

Beliau mengatakan bahwa Syaikh Ja’far al-Barzanji adalah seorang Syafiiyah bukan Syiah apalagi rafidhah sebagaimana banyak tuduhan diarahkan kepadanya. Bahkan Habib Sholeh mengatakan sebagai berikut;

لأن مؤلفه السيد جعفرالبرزنجي اكبر شحصيات ذلك العصر في التشريع الشيعي وهذا خطأ مبين لأنه من أهل السنة والجماعة مفتى الشافعية , ولد بالمدينة المنورة واخذ عن والده والشيخ محمد حيوة السندي واجازه السيد مصطفى البكري

Baca Juga:  Filosofi dan Makna di Balik Kontruksi Masjid Agung Demak

Artinya; “Bahwa Tuan Ja’far al-Barzanji bukanlah seorang pembesar Syi’ah, karena beliau adalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan merupakan mufti Syafiiyyah, lahir di Madinah berguru kepada Syekh Hayat al-Sindhi dan mendapat Ijazah dari Sayyid Musthofa al-Bakri.”

Disertasi An-Nawafih lir Rawafidh li Al-Barzanji hanya sekedar lelucon dan tuduhan tidak mendasar, baik kepada redaksi pujian atau kepada pribadi penulisnya. Ash-Shawabu Minallah

Mohammad Mufid Muwaffaq