Surah Ibrahim Ayat 44-46; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Ibrahim Ayat 44-46

Pecihitam.org – Kandungan Surah Ibrahim Ayat 44-46 ini, menjelaskan bahwa Allah Swt berfirman apabila azab Allah turun di dunia, siapapun yang memohon penangguhan tiada manfaatnya. Sebab keimanan yang timbul karena menerima azab Allah Swt tidak berdasarkan ikhtiar dan kehendak tapi karena takut yang tidak bernilai. Sunnatullah tentang masyarakat dan sejarah bersifat tetap dan pasti. Kita harus mengambil pelajaran dari sejarah pada pendahulu.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Ibrahim Ayat 44-46

Surah Ibrahim Ayat 44
وَأَنْذِرِ النَّاسَ يَوْمَ يَأْتِيهِمُ الْعَذَابُ فَيَقُولُ الَّذِينَ ظَلَمُوا رَبَّنَا أَخِّرْنَا إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ نُجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ الرُّسُلَ ۗ أَوَلَمْ تَكُونُوا أَقْسَمْتُمْ مِنْ قَبْلُ مَا لَكُمْ مِنْ زَوَالٍ

Terjemahan: Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim: “Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul”. (Kepada mereka dikatakan): “Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?

Tafsir Jalalain: وَأَنْذِرِ (Dan berikanlah peringatan) hai Muhammad, peringatkanlah النَّاسَ (kepada manusia) yakni orang-orang kafir يَوْمَ يَأْتِيهِمُ الْعَذَابُ (terhadap hari yang pada waktu itu datang azab kepada mereka) yaitu hari kiamat.

فَيَقُولُ الَّذِينَ ظَلَمُوا (maka berkatalah orang-orang yang lalim) yakni orang-orang kafir رَبَّنَا أَخِّرْنَا (Ya Rabb kami! Beri tangguhlah kami) seumpamanya Engkau mengembalikan kami ke dunia إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ نُجِبْ دَعْوَتَكَ (walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau) dengan mengamalkan ajaran tauhid.

وَنَتَّبِعِ الرُّسُلَ (dan akan mengikuti rasul-rasul) lalu dikatakan kepada mereka dengan nada celaan أَوَلَمْ تَكُونُوا أَقْسَمْتُمْ (Bukankah kalian telah bersumpah) telah berikrar مِنْ قَبْلُ (sebelumnya dahulu) yaitu sewaktu di dunia مَا لَكُمْ مِنْ (bahwa sekali-kali kalian tidak akan) huruf min di sini adalah zaidah زَوَالٍ (binasa) setelah meninggalkan dunia menuju ke akhirat.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman memberitahukan tentang orang-orang yang dhalim kepada diri mereka sendiri tatkala mereka menyaksikan adzab: رَبَّنَا أَخِّرْنَا إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ نُجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ الرُّسُلَ (Ya Rabb, berilah tangguh kepada kami [kembalikanlah kami ke dunia] walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan memenuhi seruan-Mu dan akan mengikuti para Rasul).

Baca Juga:  Surah Ibrahim Ayat 9; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Allah menjawab kata-kata mereka itu: أَوَلَمْ تَكُونُوا أَقْسَمْتُمْ مِنْ قَبْلُ مَا لَكُمْ مِنْ زَوَالٍ (Bukankah kamu telah bersumpah dahulu [di dunia], bahwa kamu sama sekali tidak akan binasa?)

Maksudnya, tidakkah kalian telah bersumpah sebelum terjadi keadaan ini, bahwa keadaan kalian tidak akan punah dan tidak ada hari Kiamat serta hari pembalasan, maka rasakanlah ini. Pendapat ini dikemukakan oleh Mujahid dan ulama tafsir lainnya.

Tafsir Quraish Shihab: Hai Muhammad, terangkan kepada manusia hal-hal yang menakutkan pada hari kiamat ketika mereka disiksa, saat orang-orang yang menganiaya diri mereka dengan kekafiran dan perbuatan maksiat berkata, “Ya Tuhan kami, tundalah penyiksaan kami, kembalikanlah kami ke dunia, berilah kami waktu lagi barang sedikit, agar kami memperbaiki kelalaian kami dalam memenuhi seruan-Mu tentang tauhid dan mengikuti utusan-utusan-Mu.”

Allah berkata kepada mereka, “Apakah hari ini kalian berkata begitu dan lupa bahwa di dunia dulu kalian pernah bersumpah bahwa apabila kalian mati, kemudian datang hari pembangkitan, kenikmatan yang kalian rasakan itu tidak akan hilang?

Surah Ibrahim Ayat 45
وَسَكَنْتُمْ فِي مَسَاكِنِ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ وَتَبَيَّنَ لَكُمْ كَيْفَ فَعَلْنَا بِهِمْ وَضَرَبْنَا لَكُمُ الْأَمْثَالَ

Terjemahan: dan kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan”.

Tafsir Jalalain: وَسَكَنْتُمْ (Dan kalian telah berdiam) di dunia فِي مَسَاكِنِ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ (di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menganiaya dirinya sendiri) dengan melakukan kekafiran, yaitu bekas tempat tinggal umat-umat terdahulu yang durhaka.

وَتَبَيَّنَ لَكُمْ كَيْفَ فَعَلْنَا بِهِمْ (dan telah nyata bagi kalian bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka) yaitu berupa siksaan, akan tetapi kalian masih tetap tidak mau kapok juga وَضَرَبْنَا (dan telah Kami berikan) telah Kami jelaskan لَكُمُ الْأَمْثَالَ (kepada kalian beberapa perumpamaan) di dalam Alquran, akan tetapi kalian tidak mau mengambilnya sebagai pelajaran.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 32; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: وَسَكَنْتُمْ فِي مَسَاكِنِ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ وَتَبَيَّنَ لَكُمْ كَيْفَ فَعَلْنَا بِهِمْ وَضَرَبْنَا لَكُمُ الْأَمْثَالَ (Dan kamu telah tinggal di tempat orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan).

Maksudnya, kalian telah melihat dan telah sampai kepada kalian berita tentang apa yang Kami timpakan kepada umat-umat terdahulu yang mendustakan Rasul mereka. Tetapi kalian tidak juga mengambil pelajaran dan peringatan dari apa yang telah terjadi pada mereka.

Tafsir Quraish Shihab: Kalian di dunia tinggal di tempat bangsa-bangsa yang menganiaya diri mereka sendiri dengan kekafiran dan perbuatan maksiat. Kemudian, dari peninggalan-peninggalan mereka kalian mengetahui bagaimana Kami menyiksa mereka, tetapi kalian tidak merasa gentar. Di samping itu, Kami telah menerangkan kepada kalian ciri-ciri pekerjaan yang mereka lakukan dan hal-hal yang menimpa mereka, tetapi kalian tidak mengambilnya sebagai pelajaran.”

Surah Ibrahim Ayat 46
وَقَدْ مَكَرُوا مَكْرَهُمْ وَعِنْدَ اللَّهِ مَكْرُهُمْ وَإِنْ كَانَ مَكْرُهُمْ لِتَزُولَ مِنْهُ الْجِبَالُ

Terjemahan: Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya.

Tafsir Jalalain: وَقَدْ مَكَرُوا (Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar) terhadap Nabi saw. مَكْرَهُمْ (makar yang besar) yaitu mereka bermaksud untuk membunuh Nabi saw. atau membelenggunya, atau mengusirnya وَعِنْدَ اللَّهِ مَكْرُهُمْ (padahal di sisi Allah-lah makar mereka) yakni pengetahuan makar tersebut, atau pembalasan makar itu.

وَإِنْ (Dan tidak akan) tidak bisa كَانَ مَكْرُهُمْ (makar mereka itu) betapa pun besarnya لِتَزُولَ مِنْهُ الْجِبَالُ (dapat melenyapkan gunung-gunung) pengertiannya ialah makar tersebut dibiarkan dan tidak memberikan mudarat melainkan hanya terhadap diri mereka sendiri.

Yang dimaksud dengan pengertian gunung-gunung di sini, menurut suatu pendapat adalah hakiki, yakni gunung yang sesungguhnya, dan menurut pendapat yang lain dimaksud adalah syariat-syariat Islam yang digambarkan seperti gunung-gunung dalam hal ketetapan dan keteguhannya.

Baca Juga:  Surah Ar-Rum Ayat 17-19; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Menurut suatu qiraat yang lain litazuula ini dibaca latazuulu, yakni dengan harakat fatah pada huruf lamnya kemudian akhir fi’ilnya dibaca rafa’, maka berdasarkan qiraat ini berarti huruf in di sini adalah bentuk takhfif atau keringanan daripada huruf inna yang ditasydidkan huruf nunnya, makna yang dimaksud adalah menggambarkan tentang besarnya makar orang-orang kafir itu terhadap diri Nabi saw. Akan tetapi menurut pendapat yang lain dikatakan, yang dimaksud dengan lafal al-makru ialah kekafiran mereka.

Makna yang terakhir ini sesuai pula dengan apa yang disebutkan di dalam firman Allah swt. yang. lainnya, yaitu, “Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu (mendakwa Tuhan mempunyai anak), bumi belah, dan gunung-gunung runtuh.” (Q.S. Maryam 90) Sedangkan pengertian yang pertama sesuai dengan bacaan yang tertera.

Tafsir Ibnu Katsir: Al-‘Aufi meriwayatakan dari Ibnu Abbas tentang firman Allah: إِنْ كَانَ مَكْرُهُمْ لِتَزُولَ مِنْهُ الْجِبَالُ (Dan sesungguhnya makar mereka itu [sangat besar] sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya) ia mengatakan: maksudnya, makar mereka tidak akan melenyapkan gunung-gunung.

Demikian juga dengan pendapat al-Hasan al-Bashri, dan Ibnu Jarir menjelaskan bahwa yang mereka sendiri lakukan, seperti menyekutukan Allah dan kafir kepada-Nya, sama sekali tidak membahayakan gunung atau lainnya, tetapi akibat buruknya akan kembali menimpa diri mereka sendiri.

Tafsir Quraish Shihab: Orang-orang musyrik itu telah berbuat makar untuk menggagalkan dakwah. Allah mengetahui makar mereka. Makar itu tidak akan melenyapkan syariat yang kokoh, sekokoh gunung.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Ibrahim Ayat 44-46 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S