Tiga Golongan yang Rugi di Akhirat, Siapakah Mereka?

golongan yang rugi di akhirat

Pecihitam.org – Memiliki amal baik di dunia, tentu menjadikan pemiliknya memiliki hati yang tenang, namun tidak sedikit dari mereka yang beramal kebaikan, akan tetapi punya niat agar dipandang oleh orang lain. Jelas, perbuatan seperti ini dilarang dalam agama, dan tetutunya ada siksaan bagi pelakunya. Seperti halnya kisah berikut ini, kisah yang menceritakan tentang tiga golongan yang rugi di akhirat. Siapakah mereka?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dalam riwayat Tirmidzi bab Riya’ dan Sum’ah, disebutkan bahwa, ada seorang yang bernama Syufaiya Al Ashbahi masuk ke kota Madinah, kemudian ia melihat ada seseorang yang dikerumuni oleh banyak orang. Lalu ia bertanya: Siapa dia? Mereka menjawab: “Dia adalah Abu Hurairah.”

Kemudian Syufaiyah mendekatinya dan berkata, “Ceritakanlah suatu hadits padaku yang kau dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Salam”. Abu Hurairah menjawab, “Baiklah, aku akan menceritakan kepadamu tentang suatu hadits yang Rasul telah kabarkan kepadaku” .

Sebelum bercerita Abu Hurairah menangis terisak-isak. Setelah itu, ia diam sejenak, dan berkata: “Aku akan menceritakan kepadamu satu hadits yang Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Salam ceritakan kepadaku di rumah ini, dan kala itu tidak ada orang lain yang membersamaiku, yang ada hanyalah aku dan Rasul SAW”.

Setelah itu Abu Hurairah terisak-isak kembali, hingga kejadian itu terulang lebih dari tiga kali. Di akhir tangisnya Abu Hurairah terisak-isak dengan keras, setelah itu ia miring dan tersungkur.

Baca Juga:  Inilah Empat Orang yang Takut Kepada Allah Menurut Al-Quran

Setelah sadar ia bercerita bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Salam mengatakan, pada hari kiamat nanti Allah akan turun kepada para hamba untuk menghakimi segala perbuatan mereka di dunia, di antara mereka akan berlutut dihadapannya.

Orang pertama yang akan dipanggil adalah orang yang hafal al-Qur`an, kemudian orang yang terbunuh di jalan Allah dan orang yang banyak hartanya. Lalu Allah berkata kepada penghafal al-Qur`an:

“Bukankah Aku mengajarimu sesuatu yang Aku turunkan pada rasul-Ku?” Ia menjawab: “Benar, wahai Rabb”. Allah bertanya: “Apa yang telah kau lakukan dari ilmu yang telah diajarkan kepadamu?” Ia menjawab: “Dengan ilmu itu, aku bangun untuk melakukan shalat di malam hari dan juga siang hari.”

Allah berfirman padanya: “Kau dusta.” Para malaikat pun berkata padanya: “Kau dusta.” Allah berfirman: “Kau hanya ingin memperoleh pujian bahwa si fulan ahli baca al-Qur`an dan memang telah kau peroleh pujian itu di dunia.”

Setelah itu pemilik harta didatangkan lalu Allah bertanya kepadanya: “Bukankah Aku melapangkan rizkimu hingga Aku tidak membiarkanmu memerlukan kepada siapa pun?” Orang itu menjawab: “Bener, wahai Rabb.” Kemudian Allah bertanya lagi: “Lalu apa yang telah kau perbuat atas apa yang Aku berikan padamu?” Ia menjawab: “Aku menyambung silaturrahim dan bersedekah.”

Allah berfirman padanya: “Kau dusta.” Para malaikat pun berkata padanya: “Kau dusta.” Allah berfirman: “Kau hanya ingin memperoleh gelar bahwa si fulan dermawan dan memang telah kau peroleh gelar itu di dunia.”

Kemudian orang yang terbunuh di jalan Allah didatangkan, Allah bertanya kepadanya: “Karena apa kau terbunuh?” Ia menjawab: “Aku diperintahkan berjihad di jalanMu lalu aku berperang hingga aku terbunuh.” Allah berfirman padanya: “Kau dusta.”Para malaikat pun berkata padanya: “Kau dusta.”

Allah berfirman: “Kau hanya ingin memperoleh gelar si fulan pemberani dan memang telah kau peroleh gelar itu di dunia.” Setelah itu Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Salam memukul lututku dan bersabda: “Hai Abu Hurairah, ketiga orang itulah makhluk Allah yang rugi di Akhirat, dan sebab merekalah neraka akan dinyalakan untuk pertama kalinya”.

Maka Rasul pun bersabda, Allah SWT berfirman “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka, dan lenyaplah di akhirat kelak atas apa yang telah mereka usahakan di dunia, yaitu sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (Surat Hud: 15-16).

Baca Juga:  Gus Baha: Kisah Terbebasnya Mayit dari Siksa Kubur Karena Surat Al-Mulk

Dari kisah tersebut, jelas tergambar pada benak kita, bahwa kehidupan dunia tidaklah berarti bagi setiap manusia, sebab apa yang ia dapat di dunia tidak akan kekal di akirat, kecuali hanya amal kebaikan yang membersamainya.

Cukuplah tiga golongan diatas, (golongan yang rugi di akhirat) telah memberi kita banyak pelajaran untuk tidak berbuat riya’ dan sum’ah (agar dilihat orang lain). Semoga kita terjaga dari perbuatan teserbut.

Wallahu A’lam Bisshowab.

Nur Faricha

Leave a Reply

Your email address will not be published.