Tipudaya dan Usaha-Usaha Yahudi Membunuh Nabi Isa AS

Tipudaya dan Usaha-Usaha Yahudi Membunuh Nabi Isa AS

Pecihitam.org- Usaha-usaha yahudi untuk membunuh Nabi Isa AS bermula ketika para pembesar Yahudi dan ulama mereka melakukan pertemuan dan musyawarah dalam persoalan al Masih a.s. Mereka berkata:

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Kita takut Isa akan merusak agama kita, dan orang-orang akan mengikuti agama dia“. Lalu berkatalah kepala kahin: “membunuh satu lebih baik daripada masyarakat dan keluarga mengikutinya“. Lalu mereka memutuskan untuk membunuh nabi Isa dan mensalibnya.

Setelah Isa a.s mengetahui tipudaya dan usaha Yahudi membunuh beliau, nabi Isa bersama murid-muridnya berusaha untuk menghindar dari tipu daya Yahudi tersebut. Dan bersama mereka ikut pula Yauza askharyuth, yaitu pengkhianat yang telah menerima upah sebanyak 30 dirham untuk menunjuki tempat persembunyian Isa a.s.

Ketika mereka masuk ke tempat persembunyiannya Allah Swt menyerupakan pengkhiatnat itu seperti Isa a.s. Merekapun menangkapnya, mereka menduga bahwa dia adalah Isa ibn Maryam. Setelah itu mereka membunuh dan mensalibkannya. Sedang Isa a.s diangkat ke langit. Allah berfirman:  

Baca Juga:  Kisah KH Wahfiuddin Yang Sempat Cinta Buta Dengan Ajaran Wahabi

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ ۚ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا

Artinya : “dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.”

بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

Artinya: “Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Abi Suud dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah Swt membantah kaum Yahudi bahwa yang mereka bunuh bukan nabi Isa, akan mereka tidak membunuh Isa, karena Allah sudah duluan mengangkatnya ke langit. Allah berfirman: mereka tidak membunuh dan mensalipkannya.

Baca Juga:  Hari Asyura Dan Peristiwa Berlabuhnya Perahu Nabi Nuh As

Akan tetapi yang dibunuh itu adalah pengkhianat yang diserupakan Allah seperti nabi Isa a.s. Menurut M. Qurish Shihab: Penyeruaan ini melahirkan perbedaan pendapat diantara mereka. Ada yang memastikan bahwa Isa a.s dibunuh, ada juga meragukan dan berkata boleh jadi dia ( Isa a.s) yang dibunuh, ada lagi yang berkata bukan dia yang terbunuh.

Demikian keadaannya maka ; orang berselisih paham tentangnya benar-benar dalam keraguan menyangkut pembunuhan itu. Mereka tidak mempunyai sedikit pengetahuan tentang hal itu. Yang mereka miliki tidak lain kecuali mengikuti persangkaan belaka.

Adapun keyakinan orang mukmin terhadap al masih sangat suci dan sangat mulia, dan lebih mulia dari akidah Nasrani yang meyakini Isa disalib. Orang Yahudi telah melakukan penghinaan dengan mempaku kedua kaki dan kedua tangan pada kayu salib kemudian membunuhnya untuk penebusan dosa bani Adam dan sebagai pahlawan manusia.

Baca Juga:  Ketika Cincin Nabi Sulaiman Hilang, Inilah yang Terjadi Hingga Beliau Sempat Terasing

Demikianlah informasi Al Qur’an Tentang hakikat kehidupan Isa a.s dalam perspektif Al Qur’an. Isa adalah seorang hamba Allah yang lahir tanpa mempunyai ayah. Ia hidup dan dibesarkan dalam keluarga yang baik dan saleh dan salehah dan taat beribadah kepada Allah Swt. Dia memiliki kelebihan-kelebihan banyak sekali dan bahkan tidak dimiliki manusia lainnya.

Mochamad Ari Irawan