Tahukah Kamu Apa Tujuan Allah Swt Menciptakan Lalat? Ini Jawabannya

tujuan allah menciptakan lalat

Pecihitam.org – Lalat memang termasuk dalam hewan yang sangat tidak di sukai oleh manusia, karena di anggap mengganggu, kotor, dan membawa sumber penyakit. Lalu, apa tujuan Allah Swt menciptakan lalat dan kemudian menjadikan lalat sebagai objek perumpaan di dalam Al-Qur’an?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Di dalam Al-Qur’an, seringkali kita menemukan perumpamaan-perumpamaan yang Allah Swt gunakan dalam Firman-Nya. Dan pada setiap perumpaan tersebut pasti memiliki hikmah di dalamnya. Allah Swt juga sering menggunakan ciptaan-Nya sebagai objek perumpamaan, salah satunya adalah hewan lalat tersebut.

Meskipun semua orang menganggap bahwa lalat itu adalah hewan yang menjijikkan, tetapi Allah Swt tidak akan menciptakannya jika tidak ada tujuan tertentu. Perumpamaan lalat di sebutkan dalam Surat Al-Hajj ayat 73 sebagai berikut,

ياأيها الناس ضرب مثل فاستمعوا له ان الذين تدعون مندون الله لنيخلقوا ذبا ولو جتمعواله وان يسلبهم الذباب شيئا لا يستنقذو منه ضعف الطا لب والمطلوب

“Hai manusia, telah di buat perumpamaan, maka dengarkanlah perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun. Walaupun mereka bersatu untuk membuatnya. Dan jika lalat itu merampan sesuatuu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali lalat itu. amat lemahlah yang menyembah dana mat lemah (pula) yang di sembah.” (QS. Al-Hajj- 73).

Di dalam ayat tersebut, Allah Swt menyinggung orang-orang kafir penyembah berhala bahwa yang mereka sembah itu tidak bisa melakukan apa-apa. Lalu Allah Swt menghinakan orang-orang kafir dan berhala yang mereka sembah tersebut dengan salah satu ciptaan Allah Swt yaitu seekor lalat.

Baca Juga:  5 Prinsip Pokok Fiqh Sosial KH Sahal Mahfud

Jika semua berhala yang di sembah oleh orang kafir tersebut di bandingkan dengan seekor lalat ciptaan Allah Swt, maka berhala mereka tidak akan ada apa-apanya. Sekalipun berhala dan orang-orang kafir di satukan, maka tidak akan pernah sanggup untuk membuat seeokor lalat.

Bahkan di sebutkan dalam ayat tersebut bahwa lalat jauh lebih kuat untuk mempertahankan segala sesuatu yang telah di ambilnya sehingga, orang-orang kafir tersebut tidak dapat mengambilnya kembali.

Allah Swt mengingatkan kepada kita agar selalu menjadikan-Nya sebagai satu-satunya Dzat yang wajib di sembah dan meninggalkan suatu perbuatan syirik yang di lakukan oleh orang-orang Jahiliyah penyembah berhala.

Jika kita, selama ini menganggap bahwa lalat adalah pembawa sumber penyakit saja maka Rasulullah Saw pernah menyebutkan dalam sebuah hadist riwayat Imam Bukhari, bahwa lalat memiliki dua sisi perbedaan pada sayapnya. Apabila sayap yang satu mengandung sumber penyakit, maka terdapat obat pada sayap yang lainnya.

Baca Juga:  Filosofi Tembang Sluku-sluku Batok Dakwah ala Sunan Kalijaga

“Jika lalat terjatuh di minuman salah seorang di antara kamu, maka benamkanlah ia, kemudian lepaskanlah (buanglah), karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang lainnya terdapat obat.” (HR. Al-Bukhori)

Sedangkan menurut penelitian dari Universitas Alicante, Spanyol telah membuktikan bahwa lalat dapat meminimalisir tinja hewan dan manusia, itu berarti larva lalat memiliki manfaat dalam mengurangi jumlah biologis yang ada di bumi ini.

Jadi, tujuan Allah Swt menciptakan lalat bukanlah di jadikan sebagai hewan yang lemah, hina dan menjijikkan. Melainkan lalat di jadikan sebagai objek perumpamaan di dalam Al-Qur’an untuk mengingatkan hamba-Nya agar selalu beriman sekaligus menghinakan berhala dan para penyembah berhala tersebut.

Baca Juga:  Upaya Pembaharuan Fikih Kiai Sahal Mahfudh - Bagian 1

Termasuk anggapan kita selama ini tentang lalat yang hanya dapat membawa sumber penyakit ternyata hal ini tidak tepat karena terdapat obat penawar di salah satu bagian sisi sayapnya. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik