Viral Fenomena Bulan Bercincin di Banyuwangi, Ini Kata Ahli

Pecihitam.org – Kemunculan potret Bulan dilingkari dengan cahaya bulat atau Bulan Bercincin di Banyuwangi, Jawa Timur, baru- baru ini menjadi perbincangan hangat warganet di media sosial.

Penampakan Bulan Bercincin tersebut sontak viral dan dikait-kaitkan dengan bulan perigee yang muncul di malam sebelumnya.

Menanggapi hal itu, Ahli Peneliti Observatorium Bosscha Yanty Yulianty mengatakan bahwa fenomena Bulan dilingkari dengan cahaya disebut juga dengan fenomena “halo”.

Secara ilmiah, Yanty menegaskan bahwa fenomena halo Bulan tidak ada kaitannya dengan Bulan perigee.

“Tidak ada (kaitannya dengan Bulan perigee),” kata Yanty, Rabu, 3 Juni 2020, dikutip dari Detik.com.

Ia menerangkan, fenomena halo Bulan terjadi ketika cahaya satelit alami Bumi itu mengalami refleksi dan pembiasan oleh kristal es berbentuk heksagon yang terbentuk di lapisan awan pada ketinggian tertentu, biasanya di ketinggian awan cirrus biasanya.

Baca Juga:  Twitter Blokir Akun Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Ada Apa?

Pembiasan oleh kristal es dengan sudut bias tertentu, kata Yanty, menghasilkan cahaya bias yang melingkar di sekeliling sumber cahaya.

“Fenomena ini cukup sering terjadi dan bisa terjadi pada sumber cahaya lain, seperti lampu,” terangnya.

Fenomena halo, kata Yanty, kemungkinan juga terjadi pada matahari, tak hanya bulan saja.

Ia menjelaskan proses pembentukan halo Bulan sama seperti pada proses pembiasan cahaya yang melewati medium tertentu dengan indeks bias yang berbeda.

“Dalam hal ini mediumnya kristal es, sinar cahaya Bulan mengalami pembelokan. Hasil pembiasannya yang kita lihat sebagai halo,” ungkapnya.

Fenomena tersebut, lanjut Yanty, berbeda dengan fenomena perigee yang bisa diprediksi.

Menurutnya, fenomena halo bulan lebih banyak dipengaruhi faktor cuaca atau meteorologis.

Baca Juga:  PCNU Papua Minta Pemerintah Pastikan Keamanan Pengungsi Wamena

“Faktor cuaca atau meteorologis yang kita tahu sangat dinamis. Jadi hanya tinggal menunggu the right moment in a perfect condition,” ujar Yanty.

Muhammad Fahri