Sebelas Amalan Arba Mustamir atau Rabu Wekasan, Bisa Untuk Tolak Bala Lho!

Sebelas Amalan Arba Mustamir atau Rabu Wekasan, Bisa Untuk Tolak Bala Lho!

PeciHitam.org – Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Islam berdasar pada tahun Qamariah atau Hijrriah. Menurut bahasa, Safar menunjukkan pada makna kosong, ada pula yang mengartikannya kuning.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dinamakan Safar berdasarkan pada kebiasaan orang-orang Arab zaman dulu yang suka meninggalkan tempat kediaman atau rumah mereka (sehingga kosong) untuk berperang ataupun bepergian jauh.

Antara peristiwa-peristiwa penting yang berlaku dalam sejarah Islam pada bulan ini ialah Peperangan Al-Abwa pada tahun kedua Hijrah, Peperangan Zi- Amin tahun ketiga Hijrah dan Peperangan Ar-Raji (Bi’ru Ma’unah) pada tahun keempat Hijrah.

Ada pula yang menyatakan bahwa nama Safar diambil dari nama suatu jenis penyakit sebagaimana yang diyakini oleh orang-orang Arab jahiliyah pada masa dulu, yakni penyakit Safar yang bersarang di dalam perut akibat dari adanya sejenis ulat besar yang sangat berbahaya.

Itulah sebabnya mereka menganggap bulan Safar sebagai bulan yang penuh dengan keburukan. Pendapat lain menyatakan bahwa Safar adalah sejenis angin berhawa panas yang menyerang bagian perut dan mengakibatkan orang yang terkena menjadi sakit.

Terlepas dari semua itu, banyak kalangan dari umat Islam menganggap bahwa bulan Safar sebagai bulan kesialan. Pemahaman akan kepercayaan ini sering mereka aplikasikan dengan melakukan kegiatan-kegiatan penting di bulan Safar, misalnya perkawinan, membangun rumah, bepergian jauh, memulai usaha baik berdagang ataupun bercocok tanam, mendulang (emas atau intan), dan sebagainya.

Baca Juga:  Adzan Maghrib, Amalan Sunnah Menjelang dan Doa Setelahnya

Sebab, ujung dari semua kegiatan tersebut dalam sebagian pemahaman mereka biasanya adalah kegagalan atau kesusahan, dan khusus bagi mereka yang mendulang sangat rentan terkena racun atau bala.

Anggapan ini akan semakin menguat jika bertemu dengan hari Rabu terakhir bulan Safar yang biasa mereka sebut dengan Arba Mustamir atau dalam bahasa Jawa disebut Rabu Wekasan.

Dalam anggapan masyarakat, kesialan bulan Safar akan semakin meningkat jika bertemu dengan Rabu terakhir tersebut sebab berdasarkan sebuah referensi klasik disebutkan bahwa Allah telah menurunkan 3333 jenis penyakit pada hari Rabu terakhir bulan Safar.

Adapun menurut Imam Abdul Hamiid Quds, seorang `ulama besar, mufti dan imam Masjidil Haram Makkah pada awal abad 20 dalam bukunya “Kanzu al-Najah wa al-Suraar fi Fadhail al- Azmina wa al-Syuhaar” mengatakan, “Banyak Wali Allah yang mempunyai pengetahuan spiritual telah menandai bahwa setiap tahun, 320 ribu penderitaan (Baliyyat) jatuh ke bumi pada hari Rabu terakhir di bulan Safar.”

Baca Juga:  Doa Bulan Rajab yang Diajarkan dalam Hadits Nabi Muhammad Saw

Hari itu dianggap sebagai hari yang sangat berat dibandingkan hari-hari lain sepanjang tahun. Beberapa ulama mengatakan bahwa ayat al-Quran, Yawma Nahsin Mustamir yang artinya hari berlanjutnya pertanda buruk, merujuk pada hari tersebut.

Senada dengan yang disebutkan di atas, Syekh Muhammad bin Ismail Daud al-Fathani juga merujuk pendapat para ulama dalam kitabnya yang berjudul Al-Bahjatul Mardhiyah dan Jam’ul Fawaid juga membahas tentang turunnya bala di bulan Safar.

Hal yang demikian disebutkan pula dalam kitab Al-Jawahir bahwa diturunkan bala pada tiap-tiap tahun sebanyak 320.000 bala dan sekalian pada hari Rabu yang terakhir pada bulan Safar, maka hari itu terlebih payah daripada setahun.

Adapun beberapa amalan yang biasa dilakukan untuk menghindari bala pada Arba Mustamir atau Rebo Wekasan, antara lain:

  1. Shalat sunnat disertai dengan pembacaan doa tolak bala.
  2. Mandi Safar untuk membuang sial, penyakit, dan hal-hal yang tidak baik.
  3. Tidak bepergian jauh.
  4. Tidak melakukan hal-hal yang menjadi pantangan atau pamali, dan sebagainya.
  5. Di pulau Jawa, biasanya untuk menyambut Rabu Wekasan biasanya masyarakat membuat kue apem dari beras, kue tersebut kemudian dibagi-bagikan dengan tetangga. Hal ini bertujuan sebagai sedekah serta untuk menolak bala. Sebab ada hadis Nabi yang menyatakan bahwa “sedekah dapat menolak bala”.
  6. Beberapa amalan yang umumnya dibaca oleh masyarakat Banjar pada hari Arba Mustamir itu adalah:
  7. Syahadatain sebanyak 3 kali.
  8. Istighfar sebanyak 300 kali.
  9. Ayatul Kursi sebanyak 7 kali.
  10. Surah Al-Fil sebanyak 7 kali.
  11. Mengamalkan doa atau tasbih ala Nabi Yunus dalam surat Al-Anbiya’ ayat 87, yang berbunyi Laa Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu min al-Zhalimin

Itulah sedikit ulasan mengenai amalan yang bisa dibaca saat Arba Mustamir atau Rabu Wekasan. Semoga bisa menjadi amalan yang bisa menjaga kita semua dari bala ya. Aamiin

Baca Juga:  Cara Mendidik Anak Sesuai Rasulullah dan Doa Mengatasi Anak Nakal
Mohammad Mufid Muwaffaq