Asal-Usul Nasab dan Pendidikan Agama Islam Raden Patah

Asal-Usul Nasab dan Pendidikan Agama Islam Raden Patah

Pecihitam.org – Raden Patah merupakan pendiri dari Kerajaan Islam Demak. Dalam sejarah Jawa disebutkan bahwa ia merupakan putra dari Raja Majapahit bernama Sri Prabu Kertawijaya yang berkuasa dari tahun 1447-1451.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Adapun nama populer Sri Prabu Kertawijaya adalah Prabu Brawijaya V. Gelar tersebut diberikan karena Sri Prabu Kertawijaya adalah raja laki-laki ke lima dalam Kerajaan Majapahit.

Kemudian, dalam pemahaman umum sejarah Jawa diyakini bahwa Raden Patah merupakan anak Prabu Brawijaya V dengan istrinya yang berasal dari Kerajaan Champa (Vietnam).

Namun, klaim bahwa Raden Patah adalah putra dari istri Prabu Brawijaya V yang berasal dari Champa kemudian dikoreksi oleh beberapa data sejarah lain.

Menurut budayawan Nahdlatul Ulama’ (NU) yang memiliki konsentrasi terhadap sejarah Wali Songo dalam bukunya Atlas Walisongo (2017) dengan mengutip Babad Tanah Jawi bahwa Raden Patah merupakan anak Prabu Brawijaya V dengan seorang ibu yang berasal dari Cina, bukan Champa, Vietnam.

Dikisahkan bahwa istri Prabu Brawijaya V dari Kerajaan Champa yang bernama Darawati merasa cemburu dengan seorang istri Prabu Brawijaya V yang berasal dari Cina.

Diceritakan bahwa istri Prabu Brawijaya V yang berasal dari Cina tersebut memiliki paras yang sangat cantik dan dapat berubah-rubah rupa menjadi puteri yang sangat cantik.

Baca Juga:  Sultan Hamid II, Perancang Lambang Negara Indonesia

Di tengah kecemburuan Darawati tersebut, Prabu Brawijaya V tersebut merasa khawatir akan keselamatan sang istri cantik yang dicintainya tersebut. Terlebih lagi saat itu puteri dari Cina tersebut sedang mengandung anak dari Prabu Brawijaya V.

Karena takut akan keselamatan istri Cina dan jabang bayinya tersebut. Prabu Brawijaya V meminta puteranya dari istri yang lain bernama Arya Damar untuk membawa istrinya tersebut ke Palembang supaya aman dari ancaman Darawati tersebut.

Arya Damar merupakan salah satu putera sulung dari Prabu Brawijaya V yang menjadi penguasa Majapahit di wilayah Palembang, Sumatera Selatan. Arya Damar atau Ario Damar selain merupakan putera dari Prabu Brawijaya V, ia merupakan penyebar ajaran Islam di Palembang dan sekitarnya.

Menurut Serat Kandaning Ringgit Purwa Pupuh 400-401 Langgam Asmaradhana mengisahkan bahwa Arya Damar dipanggil ayahnya, Prabu Brawijaya V. “Wahai Arya Damar, cepat bawalah istriku asal Cina yang lagi hamil ini ke Palembang. Jika sudah melahirkan anakku, terserah kehendakmu, Damar” perintah Prabu Brawijaya V kepada Arya Damar.

Baca Juga:  Zaid bin Haritsah, Satu-Satunya Sahabat yang Namanya Tercantum dalam Al-Quran

Kemudian, setelah istri asal Cina tersebut berhasil dibawa ke Palembang dengan naik kapal bersama Arya Damar dan ibunya bernama Ni Indhang (istri Prabu Brawijaya V juga). Kemudian istri Cina tersebut melahirkan putera bernama Raden Patah.

Menurut Carita Purwaka Caruban Nagari dijelaskan bahwa istri Cina dari Prabu Brawijaya V tersebut memiliki nama Siu Ban Ci. Ia merupakan putera dari pasangan Cina muslim yang tinggal di Gresik, Jawa Timur.

Informasi tersebut menurut Agus Sunyoto (2017) diperkuat oleh data Tome Pires dalam karyanya Summa Oriental yang berkunjung di Jawa pada abad ke 16 M.

Tome Pires menjelaskan bahwa Pate Rodin atau Raden Patah merupakan putera dari istri Prabu Brawijaya V dengan istri keturunan Cina yang berasal dari Gresik.

Dengan demikian bahwa data sejarah yang lebih kuat adalah bahwa Raden Patah merupakan putera dari Prabu Brawijaya V dengan istri asal Cina bernama Siu Ban Ci.

Kemudian, Ia mendapatkan pendidikan agama Islamnya dari Arya Damar. Arya Damar sendiri tak lama setelah Raden Patah lahir, ia menikahi ibu dari Raden Patah. Ia kemudian menganggap Arya Damar selain sebagai kakak sendiri, juga sebagai ayahnya di Palembang.

Baca Juga:  Mengenal Sosok Muhammad Abduh, Sang Pembaharu Islam dari Mesir

Setiap hari Arya Damar mengajari Raden Patah ajaran Islam. Namun, Raden Patah merasa tidak puas dengan pengajaran yang diberikan Arya Damar yang dinilai masih bercampur ajaran Hindhu-Budha. Kemudian Raden Patah melanjutkan belajar agamanya ke Jawa di tempat Sunan Ampel.

Di tempat Sunan Ampel-lah kemudian ia mendapatkan pengajaran Islam yang baik sampai ia menjadi ahli agama Islam dan menyebarkan ajaran Islam. Sampai kemudian beliau dinikahkan dengan puteri Sunan Ampel.

Demikianlah sejarah asal-usul nasab dari Raden Patah, sang pendiri Kerajaan Islam Mataram merupakan anak dari Prabu Brawijaya V dengan istrinya dari Cina Gersik bernama Siu Ban Ci. Wallahua’lam.