Bacaan Sujud Syukur Yang Dianjurkan

Bacaan Sujud Syukur Yang Dianjurkan

PeciHitam.org – Sebagian dari kita pasti ada yang menanyakan bagaimana bacaan sujud syukur? Tapi sebelumnya kita harus tahu bagaimana hukum dari sujud syukur tersebut, yaitu sujud syukur tidak masuk di dalam sembahyang tapi ibadah ini disunahkan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Adapun tiga sebab kita dianjurkan melakukan sujud syukur. Pertama, kita mendapatkan nikmat tak terduga dari Allah SWT, atau saudara dan kerabat kita yang mendapatkan nikmat dari-Nya. Kedua, kita terhindar dari bahaya dan musibah yang hendak menimpa kita. Ketiga, kita melihat bahwa diri kita bisa terhindar dari perbuatan dosa dan maksiat dan pada saat bersamaan kita melihat banyak orang yang melakukan dosa dan maksiat tersebut.

Sujud syukur mengajarkan umat Islam untuk berbesar hati atas nikmat yang diterima maupun diterima orang lain. Pasalnya Allah SWT juga mensyariatkan kita sujud syukur saat diri sendiri, tetangga, atau umat Islam pada umumnya menerima nikmat atau terhindar dari musibah. Artinya, sujud syukur mengajarkan agar kita turut gembira melihat orang lain mendapatkan nikmat tidak terduga.

Baca Juga:  Yang Hobi Traveling, Yuk Intip Kota Peninggalan Peradaban Islam di Spanyol

Tidak hanya kenikmatan lahir, nikmat juga bisa berbentuk batin. Yaitu jikalau menerima anugerah berupa “makrifatullah”, ia atau orang lain yang paham patut bersujud syukur. Syekh Sulaiman dalam Hasyiyatul Bujairimi ala Fathil Wahhab menegaskan:

والمعتمد أن النعم الباطنة كالظاهرة أي بشرط أن يكون لها وقع

Maknanya menurut pendapat mu’tamad, nikmat batin sama saja dengan nikmat lahir tetapi dengan syarat nikmat batin itu benar-benar terjadi.

Adapun pelaksanaan sujud syukur sama saja dengan sujud tilawah. Syarat dari sujud syukur begitu mudah yaitu; suci di badan, di pakaian, dan di tempat sujud. Perhatikan pula syarat yang diterangkan Hasyiyatul Bujairimi alal Khotib berikut:

وشرطها كصلاة فيعتبر لصحتها ما يعتبر في سجود الصلاة كالطهارة والستر والاستقبال وترك نحو كلام ووضع الجبهة مكشوفة بتحامل على غير ما يتحركك بحركته ووضع جزء من باطن الكفين والقدمين ومن الركبتين وغير ذلك

Baca Juga:  Ketika Hijrah Hanya Dipahami Sebagai Ibadah Mahdah

Syarat dari sujud syukur sama saja dengan sembahyang dan sahnya sujud syukur dii’tibarkan dengan sahnya sujud sembahyang seperti bersuci, menutup aurat, menghadap qiblat, jangan bicara, meletakkan dahi terbuka dengan sedikit tekanan di atas tempat yang tidak ikut bergerak ketika fisiknya bergerak, meletakkan telapak tangan, telapak kaki, lutut, dan syarat sujud lainnya.

Disaat sujud syukur ada beberapa bacaan sujud syukur yang bisa dibaca dan diantaranya sebagai berikut:

سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِه فَتَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِين

“Sajada wajhi lilladzi khalaqahu, wa syaqqa sam’ahu wa basharahu, bihawlihi wa quwwatihi, fatabarakallahu ahsanul khaliqin”

Artinya: “Aku sujudkan wajahku kepada yang menciptakannya, membentuk rupanya, dan membuka pendengaran serta penglihatan. Maha Suci Allah sebaik-baik pencipta.”

Adapun dalam riwayat yang lain disunnahkan pada saat sujud syukur membaca bacaan sujud syukur sebagai berikut:

Baca Juga:  Mendalami Makna Dan Faedah Sabar Dalam Islam

اللَّهُمَّ اكْتُبْ لِي بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا، وَضَعْ عَنِّي بِهَا وِزْرًا، وَاجْعَلْهَا لِي عِنْدَكَ ذُخْرًا، وَتَقَبَّلْهَا مِنِّي كَمَا تَقَبَّلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ

“Allahumma uktub li biha ‘indaka ajran, wadha’ anni biha wizran, waj’alha li ‘indaka dzukhran, wa taqabbalha minni kaba taqabbaltaha min ‘abdika dawuda”

Artinya: “Ya Allah, tetapkanlah pahala untukku disisi-Mu dengan bacaan ini dan gugurkanlah dosa-dosaku. Jadikanlah dia sebagai tabunganku dan terimalah dia sebagaimana Engkau menerimanya dari hamba-Mu Daud.” (HR Tirmidzi)

Selain sujud syukur sebagai ekpresi dari rasa terima kasih terhadap Allah SWT, yang paling penting lagi adalah menggunakan nikmat dan harta yang diberikan untuk jalan kebaikan.

Mochamad Ari Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published.