Bacalah Basmalah Setiap Memulai Suatu Pekerjaan Agar Menjadi Lebih Berkah

basmalah

Pecihitam.org– Sering kita mendengar ungkapan, “Mulailah suatu pekerjaan dengan membaca Basmalah dan akhiri dengan membaca Hamdalah”. Dan itu memang anjuran yang harus diindahkan. Jangan sampai kita memulai suatu pekerjaan tanpa Basmalah, karena akan menjadikannya tidak berkah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Nabi Muhammad SAW sudah mewanti-wanti hal ini melalui sabdanya

كل أمر ذي بال لا يبدأ فيه ببسم الله فهو أبتر

Segala urusan penting yang tidak diawali bismillah, maka akan berkuran (atau bahkan hilang) keberkahannya(HR. Ibnu Hibban)

Basmalah adalah singkatan dari Bismillahirramanirrahim, sebagaimana hamdalah adalah singkatan dari Alhamdulillah.

Berikut akan kami urai dalam tulisan ini mengenai beragam makna dari Bismillah, faidah bagi orang yang membacanya hingga perbedaan para ulama tentang apakah Basmalah termasuk bagian dari Surat Al-Fatihah atau bukan.

Tulisan Arab dan Makna Basmalah

Dalam bahasa Arab, kalimat Basmalah terdiri dari lima lafadz, yakni Ba’ (huruf jar), Ism, lafadz Jalalah (Allah), Ar-Rahman dan Ar-Rahim.

Berikut teks Arabnya

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Adapun makna dari kalimat Basmalah, secara umum orang Indonesia menterjemahkan “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang”.

Namun jika dikaji lebih dalam lagi berdasarkan balaghah dalam bahasa Arab, maka lafadz Basmalah maknanya tak sesederhana itu.

Pertama, kata bi mengandung maksud “‘kekuasaan dan pertolongan”. Dengan demikian, orang yang mengucap bismillah akan paham bahwa segala sesuatu yang akan ia perbuat atas dasar kekuasaan dan pertolongan Allah.

Baca Juga:  Ini 7 Ciri Lelaki Sejati Dambaan Ilahi, Kamu Wajib Tahu!

Kedua, bismillah erat kaitannya dengan kalimat tauhid “la ilaha illa Allah” sehingga kalimat ini menegaskan bahwa Allah adalah sebab utama segala tindakan.

Ketiga, kalimat ini yang diucapkan seorang Muslim adalah bentuk deklarasi pengagungan Allah SWT sang penguasa alam semesta.

Keempat, kalimat ini di dalamnya mengandung kata yang merupakan sifat Allah yaitu ar-rahman dan ar-rahim memberikan penegasan bahwa Allah adalah maha yang memberikan curahan rahmatnya di dunia dan di akhirat.

Faidah Basmalah

Sebagai induk dari keseluruhan isi Al-Qur’an, kalimat Basmalah tentu mempunyai keistimewaan atau fadhilah yang sangat luar biasa dan tak terhitung. Namun, disini kami ringkaskan 4 faedah bagi orang yang membaca Basmalah.

Menjadi Pembuka Rezeki

Kalimat Basmalah menjadi jalan untuk terbukanya pintu rezeki dan menjadikan kita sebagai hamba yang Insya Allah penuh kemuliaan baik di dunia maupun akhirat.

Mencerdaskan Akal

Perlu diketahui, bahwa dengan membaca Basmalah ternyata mampu untuk meningkatkan kecerdasan akal. Ia juga akan membantu untuk menghafal materi pembelajaran atau lebih cepat menangkap pelajaran yang diberikan ustadz.

Terhindar dari Gangguan Setan

Setan adalah musuh utama umat Islam. Gangguan seetan pasti akan selalu ada berupa godaan yang seringkali menjebak terhadap dosa. Dengan membaca Basmalah, Insya Allah gangguan setan dapat teratasi terutama di tempat di mana kita tinggal.

Menyembuhkan Segala Macam Penyakit

Membaca Basmalah ternyata bisa menjadi terapi untuk mengobati segala jenis penyakit yang menimpa manusia. Tapi bukan berarti ketika kena penyakit tidak berikhtiar untuk ke dokter. Ikhtiar tetap, untuk mempercepat maka lafadzkan basmillah.

Baca Juga:  Hindarilah Tidur Telanjang Bulat, Perilaku Ceroboh Ini Mengakibatkan Kamu Jadi Fakir

Basmalah Bagian dari Surat Al-Fatihah?

Setelah setelah mengetahui makna beserta kaidah dari membaca basmalah, ada baiknya jika kita memperluas wawasan kita tentang Basmalah. Maksudnya kita mencoba memahami diskusi para ulama tentang Basmalah, di mana mereka berbeda pendapat apakah kalimat Bismillahirrohmanirrohim ini termasuk bagian dari Surat Al-Fatihah atau bukan.

Tentang hal ini memang para ulama berbeda pendapat. Ada yang berpendapat bahwa Basmalah termasuk ayat dalam surat Al-Fatihah, sehingga harus dibaca jahr (dikeraskan bacaannya) dalam shalat.

Sehingga menurut pendapat ini tidak sah shalat tanpa membaca Basmalah, sebab masih termasuk dalam Surat Al-Fatihah yang merupakan rukun qawli dalam amaliah shalat.

Kelompok ulama lainnya berpendapat, Basmalah tidak termasuk dalam Surat Al-Fatihah. Namun ayat yang berdiri sendiri dalam Al-Qur’an.

Salah satu dalil yang dipakai oleh kelompok yang menyatakan bahwa Bismillahirrohmanirrohim bukan bagian dari Surat Al-Fatihah adalah hadis qudsi riwayat Imam Muslim berikut:

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: قَسَمْتُ الصَّلَاةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ. فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ: الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: حَمِدَنِي عَبْدِي. وَإِذَا قَالَ: الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي. وَإِذَا قَالَ: مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ، قَالَ: مَجَّدَنِي عَبْدِيوَقَالَ مَرَّةً: فَوَّضَ إِلَيَّ عَبْدِي. فَإِذَا قَالَ: إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ، قَالَ: هَذَا بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ فَإِذَا قَالَ: اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ, قَالَ: هَذَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ

Baca Juga:  Perbedaan Pendapat Ulama Terkait Membaca Shalawat

“Artinya : Aku membagi salat (yakni surat Al-Fatihah) menjadi dua bagian, separuh untuk-Ku dan separuh untuk hamba-Ku. Apabila ia membaca : “Segala puji bagi Allah”. Maka Allah menjawab : “Hamba-Ku telah memuji-Ku”. Apabila ia membaca : “Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”. Maka Allah menjawab: “Hamba-Ku telah menyanjung-Ku”. Apabila ia membaca : “Penguasa hari pembalasan”. Maka Allah menjawab : “Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku”. Apabila ia membaca : “ Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan”. Maka Allah menjawab : “Ini separoh untuk-Ku dan separoh untuk hamba-Ku”. Apabila ia membaca : “Tunjukilah kami kepada jalan yang lurus”. Maka Allah menjawab : “Ini untuk hamba-Ku, akan Aku kabulkan apa yang ia minta”. (Hadits riwayat Muslim dalam kitab Shalat, bab : Kewajiban membaca Al-Fatihah di setiap raka’at no. (38) (395)).

Hadis di atas menurut kelompok yang mengatakan bahwa Basmalah bukan bagian dari Surat Al-Fatihah dianggap semacam penegasan bahwa Basmalah bukan termasuk dalam surat Al-Fatihah.

Demikianlah uraian tentang kalimat Bismillahirrohmanirrohim. Mulai dari teks penulisannya dalam bahasa Arab, makna dan faedahnya hingga perbedaan para ulama tentang apakah kalimat ini merupakan bagian dari surat Al Fatihah atau bukan. Wallahu a’lam bisshawab!

Faisol Abdurrahman