Benarkah Islam Disebarkan dengan Perang? Berikut Faktanya

islam disebarkan dengan perang

Pecihitam.org – Ditinjau dari segi nama, islam mempunayi arti damai, jadi dapat dipahami bahwa islam adalah agama yang membawa kedamaian bagi siapapun bahkan untuk seluruh alam. Ada yang mengatakan bahwa Islam adalah agama yang keras dan kejam, bahkan identik dengan perang dan pedang. Lalu benarkah Islam disebarkan dengan jalan perang?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Islam sudah ada sejak 14 abad yang lalu, dengan penganut terbesar ke dua di dunia, tentu untuk memiliki penganut yang sangat besar dibutuhkan metode dakwah yang baik, sehingga mampu menyakinkan orang untuk memeluk islam.

Ada sebagian kelompok ekstrim yang menganggap bahwa islam wajib disebarkan dengan jalan apapun meski harus perang, dan terjadi pertumpahan darah. Namun ada beberapa bukti untuk membantah statemant tersebut, melalui beberapa argumentasi sebagaimana berikut:

Pertama, yaitu dengan dasar Al Qur’an, ada banyak ayat dalam Al Qur’an yang menunjukan bahwa islam disebarkan untuk membawa kedamaian, bahkan kepada orang yang tidak mau memeluk agama islam sekalipun.

Salah satunya yaitu surat al Kafirun ayat 6 :

لكم دينكم ولي دين

“Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”.

Dalam ayat ini menunjukan bahwa tidak ada paksaan terhadap orang untuk memeluk agama islam, dan tidak ada kompromi terkait tauhid ataupun akidah. Jika seseorang tidak ingin memeluk islam ya sudah, asalkan tidak mengganggu dan mendzalimi pemeluk agama islam.

Baca Juga:  Pahala Suami Memberi Nafkah Istri, Lebih Besar daripada Infak di Jalan Agama

Juga dalam Q.S An-Nahl ayat 125 :

ادع إلى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة وجادلهم بالتي هي أحسن إن ربك هو أعلم بمن ضل عن سبيله وهو أعلم بالمهتدين

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Selain dalil Al-Qur’an juga terdapat argumentasi secara historis bahwa Islam disebarkan melalui dakwan dan jalan damai. Jadi sudah jelas bahwa Islam tidak disebarkan dengan pedang dan perang.

Kedua, ketika Rasulullah Saw di Makkah, beliau berdakwah tidak menggunakan kekerasan apalagi menggunakan senjata, namun terbukti beliau medapatkan pengikut. Seperti halnya sayyidina Umar Bin Khattab yang terkenal memusuhi islam akhirnya menjadi pemeluk agama islam, dengan lantaran mendengar adiknya yang tengah membaca Al Qur’an. Bahkan Umar menjadi salah satu sahabat nabi yang disegani dan termasuk yang dijamin surga.

Baca Juga:  Ta'rif Iman Menurut Syeikh Nawawi Al Bantani

Ketiga, saat pasukan Salib datang ke Timur pada masa Khalifah Bani ‘Abbas, banyak dari mereka yang akhirnya memeluk agama islam lantaran melihat ghiroh dari Salahuddin Al-Ayubi sebagai cerminan ajaran islam yang damai.

Keempat, islam tersebar di Indonesia, Malaysia dan daerah lainnya, tidak ditemukan jejak pertumpahan darah dalam penyebarannya. Bahkan Indonesia menjadi negara dengan penduduk mayoritas adalah pemeluk agama islam dan terbesar di dunia. Padahal waktu dulu banyak penyebaran agama lain, seperti Kristen, Hindu, Budha dan lainnya, namun tidak ada pertumpahan darah dalam misi penyebaran agama islam.

Dan masih banyak bukti yang lain, yang menunjukan islam disebarkan dengan cara yang damai dan santun sehingga dapat diterima di masyarakat. Meski demikian tidak bisa dipungkiri dalam perjalanannya islam telah melakukan beberapa kali peperangan.

Namun perlu digaris bawahi, peperangan tersebut bukanlah upaya untuk menyebarkan agama islam. Melainkan untuk melindungi diri dari serangan dan kedzaliman dari luar islam serta mempertahankan jiwa dan raga kaum muslimin.

Baca Juga:  Sebab-Sebab Perbedaan Pendapat di Kalangan Ulama Bagian - 2

Dan perlu diketahui bahwa umat islam diperbolehkan berperang namun harus memenuhi beberapa syarat, seperti demi jalan Allah, bukan demi harta, untuk mempertahankan diri, dan tidak berlebihan.

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS Al-Baqarah ayat 190)

Dari situlah dapat kita ambil kesimpulan bahwa islam adalah agama yang damai, sama sekali tidak menyukai peperangan dan lebih suka terhadap kasih sayang. Wallahua’lam.

Lukman Hakim Hidayat