Selain Meludah dan Berbicara, Inilah Larangan Lainnya Saat Buang Hajat

Berbicara Saat Buang Hajat

Pecihitam.org – Begitu luhurnya agama Islam, hingga buang hajat – yang mungkin bagi sebagian kalangan merupakan hal yang temeh-temeh – masih ada adab atau etikanya. Termasuk diantaranya tidak diperbolehkan meludah dan berbicara saat sedang buang hajat.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Begitu pentingnya adab buang hajat dalam Islam, para ulama Fiqh menetapkan pembahasan tentang ini pada bab-bab awal, yakni pada kitab thaharah.

Berbicara saat sedang buang hajat jika tidak karena Allah maka akan mendatangkan murka Allah.

Dan berikut kami kutipkan secara lengkap 11 larangan saat buang hajat beserta akibat yang ditimbulkan, sebagaimana disampaikan oleh Sayyid Abdurrahman Ba’lawi Al-Hadrami di dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin

Pertama, meludah

أن البصاق على الخارج من الشخص يورث الوسواس وصفرة الأسنان ويبتلى فاعله بالدم

Sesungguhnya meludahi kotoran yang dikeluarkan seseorang akan menimbulkan penyakit was-was (ragu-ragu), kuningnya gigi dan pelakunya akan mendapatkan cobaan berupa penyakit darah.

Kedua, bersiwak

Baca Juga:  Doa Kepada Orang yang Sudah Meninggal Apakah Sampai?

والسواك حال الخلاء يورث النسيان والعمى

Bersiwak atau menggosok gigi ketika buang hajat di WC beresiko menjadi pelupa dan buta.

Ketiga, duduk lama

وطول القعود فيه يورث وجع الكبد والبواسير

Terlalu lama duduk ketika buang hajat menyebabkan sakit liver dan wasir (ambeyen).

Keempat, mengeluarkan ingus

والامتخاط يورث الصمم والهم

Mengeluarkan ingus dari hidung ketika buang buang hajat menyebabkan tuli (pendengaran berkurang) dan kesusahan (galau).

Kelima, menggerakkan cincin

وتحريك الخاتم يأوي إليه الشيطان

Menggerak-gerakkan cincin ketika buang hajat bisa mengundang datangnya setan.

Keenam, berbicara

والتكلم بلا ضرورة يورث المقت

Berbicara saat buang hajat tanpa adanya darurat bisa mendatangkan murka Allah.

Ketujuh, membunuh kutu

Baca Juga:  Apa Itu Kitab Kuning dan Mengapa Harus Mempelajarinya?

وقتل القمل يبيت معه الشيطان أربعين ليلة ينسيه ذكر الله

Membunuh kutu ketika buang hajat menyebabkan datangnya setan tiap malam selama 40 malam yang akan mengganggu orang tersebut agar tak dzkir (ingat) pada Allah.

Kedelapan, memejamkn mata

وتغميض العينين يورث النفاق

Memejamkan mata saat buang hajat bisa menyebabkan kemunafikan.

Kesembilan, melemparkan batu

وإلقاء حجر الاستنجاء على الخارج يورث الرياح

Melemparkan batu yang digunakan untuk istinja pada kotoran bisa menyebabkan penyakit masuk angin.

Kesepuluh, mengeluarkan gigi

وإخراج الأسنان وجعل الرأس بين اليدين يقسي القلب ويذهب الحياء ويورث البرص

Mengeluarkan gigi dan menjadikan kepala berada di antara kedua tangan saat buang hajt bisa mengkeraskan hati, menghilangkan sifat malu dan menyebabkan penyakit lepra.

Kesebelas, bersandar

والاستناد إلى الحائط يذهب ماء الوجه وينفخ البطن

Baca Juga:  Dalil Tentang Sikap Cinta Tanah Air dalam Al-Quran dan Hadits Nabi

Bersandar ke tembok ketika buang hajat bisa menghilangkan aura m wajah dan menyebabkan perut kembung.

Demikianlah 11 hal yang harus dihindari saat buang hajat yang berakibat buruk pada diri kita. Mulai dari penyakit hingga murka Allah. Semoga Allah memberikan taufiq bagi kita untuk menghindarinya. Amin. Wallahu a’lam bisshawab!

Faisol Abdurrahman