Berbicaralah Pada Orang Lain Sesuai dengan Tempatnya

dakwah

“Janganlah kamu mengucapkan perkataan yang kamu sendiri tidak menyukainya jika mendengar orang lain mengucapkan kepadamu”. (Ali bin abi thalib)

Pecihitam.org – Manusia hidup dengan berbagai macam cara dan kebiasaan masing-masing personal. Yang pasti bahwa perbedaan cara hidup setiap manusia itu tetap terjalin dan berjalan karena peran penting dari komunikasi.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Apabila setiap manusia membangun komunikasi yang baik dengan sesamanya maka bisa dipastikan perbedaan pamdangan dan sebagainya akan menjadi maklum dan biasa. Untuk itulah kita semua sekiranya mampu berbicara kepada orang lain sesuai dengan tempat dan tingkatannya.

Dalam berkomunikasi dengan orang lain kita mengenal Retorika. Seperti yang dikatakan oleh Plato seorang filsuf besar Retorika adalah kemampuan dalam mengaplikasikan bahasa lisan dengan sempurna dan jalan bagi seseorang untuk bisa mendapatkan pengetahuan yang luas.

Artinya dalam berkomunikasi dengan orang lain ada pengetahuan atau informasi yang bisa kita dapatkan tanpa harus menjatuhkan atau mengkerdilkan orang lain dalam berkomunikasi. Sehingga hubungan antar sesama manusia bisa tetap terjalin dengan baik. Hal ini amat sangat penting bagi seorang pendakwah, meskipun hal tersebut bisa berlaku untuk kita semua.

Baca Juga:  Begini Cara Bersikap Saat Doa Tak Segera Dikabulkan

Sebab dalam kehidupan sehari-hari bagi yang merasa tinggi Ilmunya terutama dalam Ilmu Agama terkadang akan menggunakan bahasa yang sulit dimengerti oleh orang lain. Padahal cukup disampaikan dengan bahasa yamg sederhana juga bisa. Hal ini akan banyak menimbulkan peemasalahan dalam masyarakat yang merasa tidak faham dengan bahasa yang disampaikan.

Contohnya adalah ketika kita ingin menyampaikan terkait bahasan makrifat kepada Tuhan, sedangkan yang mendengarkan masih dalam tataran syariat. Maka ini akan terjadi kesalah fahaman dan menimbulakan permasalahan tertentu.

Lalu bagaimana agar kita bisa menyampaikan sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan?

Menurut Dr. Ali. M. Abdillah agar kita bisa menjalin komunikasi yang baik diantaranya kita harus melakukan hal sederhana seperti :

  1. Menggunakan perkataan yang benar. Jadi dalam segi bahasa ataupun isi pembahasan hendaknya dilakukan dengan benar. Maksudnya bahasa yang disampaikan bisa difahami dan isi pembahasan bisa tersampaikan. Misalnya tidak menggunakan bahasa sindiran atau bahasa yang kurang baik yang barangkali bisa menyakiti orang lain sekalipun itu tidak disengaja.
  2. Bersikap baik. Dalam berkomunikasi sikap menjadi salah satu hal yang sangat vital terhadap prosesnya. Sehingga sebagai orang yang menyampaikan selain memperhatikan isi pembicaraan juga sikap dalam komunikasi juga penting. Sebab orang yang mensengarkan kita juga akan melihat bagaimana sikap kita dalam menyampaikan pembicaraan tersebut.
Baca Juga:  Menerima Upah atau Memasang Tarif Dakwah, Bolehkah?

Jadi dalam membangun komunikasi yang baik setidaknya kita harus memperhatikan bahasa dan sikap kita dalam berkomunikasi agar bisa diterima oleh orang lain.

Bahkan Ibnu Atha’illah dalam kitab al Hikam yang dikutip oleh Gus Ulil Abshar Abdalla dalam Bukunya Menjadi Manusia Rohani mengatakan “Tak ada yang lebih bodoh ketimbang saat seseorang menampakkan sesuatu pada waktu tertentu sesuatu yang tidak ditampakkan oleh tuhan pada saat itu“.

Dari sini kita bisa memahami bahwa suatu hal yang tidak patut kita sampaikan maka tidaklah perlu kita sampaikan. Agar apa yang kita sampaikan akan bisa diterima dengan baik oleh orang-orang yang mendengarkan.

Hikmah yang bisa kita ambil adalah dalam berbicara kepada orang lain kita harus bisa mengerti keadaan. Maksudnya adalah kita harus bijaksana dalam memahami keadaan dan lawan bicara kita sehingga proses komunikasi tersebut bisa berjalan dengan baik.

Baca Juga:  Muallaf di Era Modern, Haruskah Langsung Berdakwah? Mbok ya Sabar

Sebaliknya apabila kita tidak bisa mengerti keadaan pada saat kita berbicara dengan orang lain maka akan timbul rasa sombong terhadap diri kita dan akan menyebabkan kemarahan kepada tuhan dan lawan bicara kita.

Maka sebaiknya berbijaksanalah dalam berbicara atau menyampaikan sesuatu. Demikian semoga bermanfaat. Tabik.!

Fathur IM