Berita Hoax Ternyata Pernah Menimpa Umat Islam dan Keluarga Nabi

hoax di zaman nabi

Pecihitam.org – Di zaman modern dengan arus kecepatan informasi seperti sekarang ini, kita sering di hadapkan dengan berita-berita hoax (berita palsu). Hal ini tentu sangat menghawatirkan, karena selain sama saja dengan penipuan informasi, tidak jarang hoax juga menimbulkan fitnah dan memakan korban.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Namun berita hoax ini bukanlah hal baru dan tidak terjadi baru-baru ini saja. Karena sejak zaman nabi ternyata tidak sedikit kabar hoax yang berkembang, hingga hampir saja memecah belah umat Islam. Bahkan hoax yang paling parah hingga menimbulkan fitnah kepada Ummul Mukminin Aisyah ra.

Hoax terjadi pertama kali di jaman Nabi pada bulan Sya’ban tahun ke-5 Hijriyah. Tepatnya, setelah perang Bani Musthaliq, muncullah “hadits ifk” (berita hoax) yang hampir saja menghancurkan persatuan antara kaum Muhajirin dan Anshar.

Salah seorang dari kaum Muhajirin menendang salah seorang dari golongan Anshar, hingga terjadilah adu mulut di antara mereka. Tak terima dengan perlakuan dari golongan Muhajirin, lelaki dari golongan Anshar itu kemudian mengucapkan perkataan yang menyakitkan hati, yaitu umpatan jahiliyah!.

Disebut “Jahiliyah”, pihak Muhajirin tak terima dan pihak Anshar juga tak terima ditendang dan disakiti, membuat mereka akhirnya sama-sama mengadu kepada Rasulullah Saw.

Baca Juga:  Para Aktivis yang Suka Ngopi di Cafe, Ini Lho Hukum dan Manfaat Kopi

Usut punya usut, ternyata konflik antara sahabat Nabi dari kedua golongan itu dipicu perbuatan adu domba yang dilakukan oleh sekelompok munafiq yang dipunggawai Abdullah bin Ubay bin Salul.

Abdullah bin Ubay bersama kawan-kawannya sengaja membuat onar karena iri dan dengki dengan kekompakan dan persatuan sahabat Nabi dalam Perang Bani Musthaliq yang terjadi pada bulan Sya’ban tahun 5 H.

Perang tersebut awalnya dipicu provokasi kepala Suku Bani Musthaliq, bernama al-Harits bin Abi Dhirar yang mengajak suku-suku Arab untuk melawan Rasulullah Saw.

Guna memastikan informasi provokasi al-Harits bin Abi Dhirar, Rasulullah Saw kemudian mengutus Buraidah bin al-Hasib sebagai intelegen untuk menggali berita rencana kudeta Bani Musthaliq.

Dalam penyamarannya Buraidah bertemu langsung al-Harits bin Abi Dhirar dan memang terbukti ada rencana penyerangan Bani Musthaliq ke kota Madinah.

Setelah mendengarkan informasi Buraidah, Rasulullah memutuskan mendahului penyerangan terhadap Bani Musthaliq.

Di hari kedua bulan Sya’ban, Rasulullah pasukan Muslimin tiba di kawasan al-Muraisi’, tempat sumber mata air di sebelah Qadid, dekat Mekkah.

Baca Juga:  Lafadz Syafakallah; Apakah Arti dan Bagaimana Penggunaannya? Ini Jawabannya!

Serangan Rasulullah Saw pada Bani Musthaliq didukung penuh kekuatan seluruh lapisan masyarakat Madinah. Abu Bakar memegang bendera golongan Muhajirin sedangkan Sa’ad bin Ubadah memegang bendera golongan Anshar.

Selain golongan Muhajirin dan Anshar ikut serta pula dalam serangan itu dari golongan Yahudi, Nasrani serta kelompok munafik.

Tak kuasa menahan serangan bala pasukan Rasulullah, Bani Musthaliq akhirnya kocar-kacir. Dan pada bulan Sya’ban 5 H, umat Islam berhasil memenangkan peperangan melawan Bani Musthaliq.

10 orang`Bani Musthaliq mati terbunuh; diantaranya Musaffi’ suami Juwairiyah binti al-Harits. Sedangkan 700 orang lainnya menjadi tawanan perang.

Kegemilangan yang diraih umat Islam ini semakin membuat iri orang-orang munafiq. Mereka tidak saja mengadu-domba antara golongan Muhajirin dengan Anshar, namun juga menyebar berita hoax hingga kehidupan keluarga Rasulullah.

Di satu pihak, Abdullah bin Ubay menyebar berita hoax kepada Rasulullah Saw dan para sahabat yang berujung fitnah tentang perselingkuhan Aisyah dengan Shafwan bin Mu’attal as-Sulami. Akibat berita hoax yang disebarkan Abdullah bin Ubay, hampir saja Rasulullah Saw menceraikan Aisyah istri beliau.

Baca Juga:  Mengenal Malaikat Israfil Sang Peniup Sangkakala

Sementara di pihak lain, Abdullah bin Ubay memberikan kabar panas kepada Aisyah tentang “kegenitan” Juwairiyah binti Al-Harits yang meminta dirinya dinikahi Rasulullah.

Karena terbawa rasa cemburu terhadap Juwairiyyah yang baru dinikahi Nabi, Aisyah hampir pula minta diceraikan. Berita hoax dari Abdullah bin Ubay hampir membuat Aisyah kurang memahami bahwa di balik pernikahan Rasulullah dengan Juwairiyah yang sudah menjanda, ada misi mengislamkan penduduk Bani Musthaliq.

Namun demikian, hoax yang disebarluaskan Abdullah bin Ubay akhirnya gagal total. Karena kasih sayang-Nya, Allah Swt kemudian menurunkan surat an-Nur ayat 11-20 untuk mengembalikan reputasi dan kemuliaan Aisyah di hadapan seluruh umat Islam, termasuk juga posisinya sebagai istri Rasulullah Saw.

Wallahua’lam bisshawab.

Lukman Hakim Hidayat