Bolehkah Seseorang Melakukan Ibadah Namun Mengharap Surga?

ibadah mengharap surga

Pecihitam.org – Salah satu ibadah yang hukumnya wajib kita kerjakan adalah ibadah sholat fardhu. Adapun sebagian orang yang menjalankan ibadah sholat dengan ikhlas senantiasa karena Allah Swt dan tidak sedikit juga yang melaksanakan sholat karena mengharapkan imbalan yaitu surga yang di janjikan oleh Allah Swt. Lalu bolehkah seseorang melaksanakan ibadah shalat karena mengharap surga dari Allah Swt?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Ikhlas adalah satu hal terpenting dalam menjalankan ibadah kepada Allah Swt, karena apabila seseorang beribadah namun mengharapkan sesuatu selain keridhoan Allah Swt maka amal ibadahnya pun akan menjadi sia-sia. Ikhlas di ibaratkan seperti gelas yang di isi dengan air putih, maka yang terlihat hanyalah murni air putih dan tidak tercampuri oleh apapun.

Itulah yang di sebut dengan ikhlas, senantiasa beribadah hanya karena Allah semata dan tidak ada satupun niat dalam hati untuk mengharapkan sesuatu yang lain, tidak mengaharapkan imbalan surga, pujian orang lain, harta berlimbah dan sebagainya.

Sedangkan Syekh Nawawi al Bantani menyebutkan dalam kitabnya Nashaihul ‘Ibad, beliau membagi ikhlas menjadi tiga tingkatan, sebagai berikut:

  • Tingkatan ikhlas yang tertinggi adalah seseorang yang sama sekali tidak menginginkan perhatian dari manusia berupa pujian, harta, kecintaan dan sebagainya. Melainkan ia senantiasa beribadah hanya karena menuruti perintah Allah Swt dan baginya beribadah adalah sesuatu yang seharusnya di lakukan oleh seorang Hamba kepada Tuhan nya, juga sebagai bentuk ketaatan serta kepatuhan ia kepada Allah Swt.
  • Tingkatan ikhlas yang ke dua adalah seseorang yang melaksanakan ibadah karena Allah Swt namun ia juga mengharap agar mendapatkan pahala dari Allah Swt dan dapat di gunakan kelak di akhirat sehingga ia dapat masuk surga. Selain itu ia juga berharap agar terhindar dari siksa neraka, di mudahkan ketika di hisab, dan di selamatkan ketika hari kiamaat kelak. Beribadah yang seperti ini masih dapat di sebut dengan ikhlas namun bukan sebagai ikhlas yang sungguh-sungguh karena Allah Swt semata namun ada motivasi dan niat lain dalam hatinya. Ibadah dengan ikhlas ini juga masih di perbolehkan, karena Allah Swt dan Rasul-Nya pun sering sekali memberi motivasi kepada muslimin untuk melaksanakan suatu amalan dan di janjikan dengan pahala yang besar dan kenikmatan-kenikmatan di akhirat kelak.
  • Tingkatan ikhlas yang ketiga adalah seorang yang beribadah namun tidak senantiasa karena Allah Swt melainkan mengharap imbalan duniawi, misalnya orang yang melakukan sedekah agar dapat di ganti oleh Allah Swt yang lebih banyak lagi. Atau yang melaksanakn sholat dhuha agar di lapangkan rejekinya. Seseorang yang seperti ini masih di sebut ikhlas, namun berada pada tingkatan ikhlas yang paling rendah.
Baca Juga:  Tingkatan Ikhlas Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani

Namun, yang lebih buruk yaitu apabila ada seorang yang beribadah dengan niat lain selain ketiga hal di atas, maka termasuk perbuatan riya dan tercela. Seperti orang-orang yang beribadah karena ingin pujian oleh orang lain dan bukan karena Allah Swt.

Jadi, yang melaksanakan ibadah karena Allah Swt dan juga mengharap surga itu masih di perbolehkan. Karena Allah Swt dan Rasulullah pun sering menjanjikan surga bagi umat muslim yang senantiasa beribadah kepada Allah Swt.

Dan seseorang yang beribadah mengharapkan surga-Nya ini berada pada tingkatan atau masih dalam kategogi ikhlas karena Allah Swt, namun juga ada motivasi dan niat lain yaitu berupa kenikmatan surga dan agar terhindar dari api neraka. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu ikhlas dalam beribadah. Amiin

Baca Juga:  Memahami Ayat Qauliyah dan Kauniyah, Dua Hal yang Tidak Bisa Dipisahkan
Arif Rahman Hakim
Sarung Batik