Amalkan yang Sudah Rasulullah Contohkan! Begini Adab dan Doa Keluar Rumah yang Baik

Amalkan yang Sudah Rasulullah Contohkan! Begini Adab dan Doa Keluar Rumah yang Baik

PeciHitam.org Kesempurnaan Islam salah satunya tergambar dalam kelengkapan tuntunan doa setiap seluk kehidupan manusia. Tuntunan doa dalam kehidupan orang Islam bukan hanya pada kegiatan-kegiatan yang besar seperti pernikahan, mempunyai anak, mendapat kebahagiaan luar biasa atau lainyya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Pernik kecil dalam kehidupan seperti doa bertemu dengan orang lain, doa memakai pakaian baru, doa akan ke kamar mandi, doa masuk rumah dan doa keluar rumah. Pernik kecil kehidupan tidak luput dari perhatian menjadi bukti keagungan Islam dan keluasan doa sebagai tiang agama.

Hakikat Doa dalam Islam

Doa sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Doa juga menjadi bukti ketaatan manusia kepada Allah SWT, karena orang yang banyak doanya adalah orang yang banyak berserah diri kepada Allah.

Sebaliknya orang yang tidak mau berdoa kepada Allah SWT adalah orang yang sombong dan mengira berkuasa dalam segala hal. Doa merupakan wujud ketaan manusia kepada Allah SWT. FirmanNya menjelaskan;

 وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kalian kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan bagi kalian’.” (Qs. al-Ghafir: 60)

Keistimewaan Doa pada masa kenabian Muhammad SAW dan umatnya sangat berbeda dengan nabi-nabi sebelumnya. Nabi Muhammad SAW memiliki keutamaan dan keistimewaan dalam doa dibandingkan dengan Umat Nabi terdahulu.

Peritah doa kepada Umat Nabi terdahulu bersifat Mufrah atau tunggal sedangkan kepada Muhammad SAW bersifat plural atau Jamak. Kepada Nabi terdahulu menggunakan redaksi (ادْعُنِي أَسْتَجِبْ لَك) sedangkan redaksi pada masa Muhammad SAW menjadi (ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ).

Hal tersebut memperlihatakn sifat keutamaan derajat Nabi Muhammad SAW dibandingkan Nabi-nabi terdahulu. Syariat doa bagi orang Islam sebagaimana ayat di atas harus dipahami kita sebagai perintah untuk memohon segala sesuatu kepada Allah SWT dalam setiap permasalahan hidup.

Baca Juga:  3 Tips dan Doa Rasulullah Ketika Marah, Wajib Hafal Biar Hati Tenang

Adab dan Doa Keluar Rumah

Doa yang diajarkan Islam kepada pemeluknya bukan hanya doa-doa dalam ritus ibadah wajib seperti shalat, tetapi hal-hal yang bersifat rutinitas. Termasuk doa ketika masuk dan keluar rumah.

Keluar rumah bagi seseorang bisa bermakna untuk sebuah urusan yang membutuhkan waktu berhaari-hari atau hanya sekedar rutinitas harian. Keluar rumah untuk sebuah urusan pekerjaan atau kegiatan lainnya yang bisa berhari-hari, pastinya ingin kembali masuk kerumah untuk selamat.

Sedangkan keluar rumah untuk sebuah rutinitas, misal menuju warung atau pergi tempat kerja pastinya ingin kegiatannya diberkahi Allah SWT. Segala kegiatan muslim memang memiliki tujuan beribadah, maka setiap meninggalkan rumah kiranya memperhatikan adab dan doa keluar rumah sebagai berikut;

Shalat Dua Rakaat Sebelum Keluar Rumah

Shalat dua rakaat saat hendak keluar rumah kiranya dilakukan hanya pada saat akan menempuh perjalanan jauh. Sebagai contoh akan menempuh perjalanan jauh untuk Ziarah Walisongo, atau mengunjungi sanak famili untuk bersilaturrahmi.

Tujuan shalat dua rakaat tersebut untuk menghindari rasa kecemasan, kesulitan dan bencana. Selain tujuan tersebut, shalat memohon kepada Allah SWT supaya diselamatkan dalam perjalanan dan kembali kerumah dengan selamat. Niat shalatnya bisa menggunakan niat shalat Safar atau Shalat Mutlak.

Perintah shalat sunnah ini berdasar Hadits Nabi Muhammad SAW dengan riwayat Al-Bazzar dalam Kitab Sunnan Al-Bazzar sebagai berikut;

“Jika kamu keluar dari rumah kamu dan melakukan sholat dua rakaat, maka akan melindungi kamu dari keburukan dan masalah di luar. Jika kamu memasuki rumahmu, lakukalah sholat dua rakaat, maka kamu akan terlindungi dari keburukan dan masalah di dalam” (HR. Al-Bazzar)

Shalat dua Rakaat yang dilakukan sebelum keluar Rumah sebagai rutinitas apakah tetap sunnah? Jawabannya tetap bernilai sunnah, akan tetapi pengerjaanya tidak terlalu dianjurkan. Karena memahami faktor efisiensi ketidak-mungkinan setiap keluar rumah harus shalat.

Membaca Doa Keluar Rumah

Anjuran kedua setelah melakukan shalat sunnah dua rakaat sebelum keluar dari rumah adalah berdoa ketika keluar rumah. Redaksi doanya telah diajarkan oleh Rasulullah SAW sebagai berikut;

Baca Juga:  Jangan Panik! Begini Bacaan Doa Saat Bencana Alam Terjadi

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

Transliterasi; “Bismillahi Tawakkaltu ’Alallah, Laa Haula wa Laa Quwwata illaa Billaah”

Artinya; “Dengan nama Allah, aku bertawakkal (berserah diri) kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan (izin kekuasaan) Allah”

Doa keluar rumah ini dibaca persis saat melangkahka kaki melewati pintu rumah dengan harapan untuk dilangkahkan oleh Allah SWT dipintu yang sama dengan keadaan selamat. Doa ini juga sangat praktis untuk diamalkan ketika keluar dari rumah sebagai rutinitas.

Mengangkat Pandangan ke Langit Saat Membacca Doa

Setelah membaca doa sebagaimana poin kedua di atas, seorang muslim hendaknya melangkah keluar rumah dan menatap ke langit kemudian berdoa sebagai berikut;

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ

Transliterasi; “Allahumma inni A’udzu Bika an Adhilla aw Udholla, aw Azilla aw Uzalla, aw adzlima aw Udzlama, aw Ajhala aw Yujhala ‘Alayya”

Doa ini dibaca ketika seseorang benar-benar telah keluar dari rumah. Dan dibaca saat seorang yang keluar rumah menatap ke langit. Untuk memantapkan doa cermati artinya sebagai berikut;

Artinya; “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu (untuk tidak) dari;  aku tersesat, atau aku menyesatkan, atau aku tergelincir, atau aku digelincirkan, atau aku mendhalimi, atau aku didhalimi, atau kebodohanku atau dibodohi”

Keutamaan Doa Keluar Rumah

Doa merupakan perbuatan berharap dan memohon kepada Allah SWT, Dzat penguasan dan Maha Perkasa. Allah SWT melalui NabiNya memerintahkan dalam bentuk anjuran/ sunnah untuk berdoa ketika keluar rumah untuk melakukan perjalanan maupun rutinitas.

Maka perintah tersebut mengandung keutamaan dan keistimewaan disisi Allah SWT. Berikut beberapa keutamaan dari doa keluar rumah;

  1. Doa adalah Ibadah

Ibadah kepada Allah sangat luas cakupannya, bahkan perintah untuk berdoa dalam keseharian terhitung ibadah yang berpahala. Maka ketika kita keluar rumah dan berdoa sebagaimana di atas, Allah SWT akan memberikan kita pahala sebagai bentuk ketaatan perintahNya.

  1. Doa Menghindari Sikap Kesombongan
Baca Juga:  Doa Masuk Rumah dan Keluar Rumah Agar Mendapat Perlindungan

Banyak Ulama Ahlussunnah Wal Jamaah menyebut, orang yang enggan berdoa sama dengan sombong. Dasarnya adalah Hadits sebagai berikut;

 مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ : إِمَّا أَنْ يُعَجِّلَ لَهُ دَعْوَتَهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهَا

Dengan berdoa, manusia menempatkan diri sebagai orang peminta dan menempatkan Allah SWT sebagai Dzat Berkuasa. Maka dengan kondisi ini, kita kan terhindar dari kesombongan diri. Perhatikan makna Haditsnya;

Artinya: “Tidak ada seorang Muslim yang berdoa dengan tidak disertai dengan doa dan memutus hubungan persaudaraan kecuali Allah pasti akan memberikannya salah satu dari tiga hal. Bisa disegerakan doanya untuk dikabulkan, mungkin pula Allah menyimpannya sehingga dibalas di akhirat kelak. Dan kemungkinan pula Allah akan menghindarkan dia dari kejadian buruk yang menjadi ganti setara dari doa kebaikan  yang ia panjatkan.” (HR. Ahmad)

  1. Doa Keluar Rumah sebagai Bukti Prasangka Baik

Berprasangka baik kepada Allah adalah kewajiban, karena dengan berprasangka baik/ husnudzan adalah bentuk pensucian kepadaNya. Dengan berprasangka baik, niscaya Allah akan membalas dengan kebaikan yang lebih banyak. Hadits Qudsi menerangkan;

 اَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِىْ بِيْ

Artinya: “Aku(Allah) sebagaimana dugaan hambaku kepadaku”

Maka ketika kita berdoa keluar rumah, dengan hati mantap bahwa Allah akan menyelamatkan kita dalam perjalanan, maka Allah akan benar-benar membuat kita selamat ketika berada diluar rumah.

Penjelasan doa keluar rumah sampai pasai simpulan bahwa seorang Muslim harus berpasrah kepadaNya dengan diwujudkan melalui doa.

Ash-shawabu minallah

Mochamad Ari Irawan