Doa Ziarah Kubur Lengkap beserta Manfaat dan Keutamaannya

Doa Ziarah Kubur Lengkap beserta Manfaat dan Keutamaannya

PeciHitam.org – Pada saat-saat tertentu seperti beberapa hari sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, biasanya masyarakat Indonesia berbondong-bondong untuk melaksanakan ziarah kubur, atau dalam istilah jawanya nyekar.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Membacakan doa ziarah kubur, membersihkan sekitar makam sanak keluarga, menaburkan bunga dan menyiramkan air di atas makam inilah yang biasanya didefinisikan sebagai nyekar.

Pada dasarnya, ziarah kubur merupakan perkara yang diperbolehkan dalam Islam. Bahkan dapat dikatakan disunnahkan dengan tujuan agar mereka yang masih hidup atau yang telah ditinggalkan dapat mengingatkan akan datangnya kematian.

Meskipun ziarah kubur awalnya merupakan suatu ritual yang diharamkan namun kemudian hal tersebut dibatalkan (manshukh) oleh Rasulullah. Barulah kemudian ritual ziarah kubur tersebut akhirnya menjadi suatu anjuran yang disunnahkan untuk dilakukan. Bahkan sudah membudaya di Indonesia, terutama bagi kaum nahdliyin.

Perihal pernah dilarangnya ziarah kubur ini terekam dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah saw bersabda, yang artinya:

“(Dulu) Aku melarang kalian ziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah kalian ke kuburan, sesungguhnya ziarah kubur membuat kalian zuhud di dunia dan mengingatkan kalian pada akhirat”. (HR. Ibnu Majah)

Manfaat atau Keutamaan Ziarah

Hal ini tertuang dalam sebuah hadis bahwa Rasulullah saw bersabda,

زوروا القبور ؛ فإنها تذكركم الآخرة 

Artinya: “Berziarah-kuburlah, karena ia dapat mengingatkanmu akan akhirat” (HR. Ibnu Majah No. 1569)

Riwayat lain mengisahkan peristiwa tersebut dengan lebih rinci, sebagaimana hadis berikut:

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِى شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالاَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ أَبِى حَازِمٍ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ زَارَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- قَبْرَ أُمِّهِ فَبَكَى وَأَبْكَى مَنْ حَوْلَهُ فَقَالَ « اسْتَأْذَنْتُ رَبِّى فِى أَنْ أَسْتَغْفِرَ لَهَا فَلَمْ يُؤْذَنْ لِى وَاسْتَأْذَنْتُهُ فِى أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِى فَزُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ »

Artinya: Dari Abu Bakr bin Abi Syaibah dan Zuhair bin Harb, mereka berdua berkata: Muhammad Bin ‘Ubaid menuturkan kepada kami: Dari Yaziid bin Kasyaan, ia berkata: Dari Abu Haazim, ia berkata: Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah saw berziarah kepada makam ibunya, lalu beliau menangis, kemudian menangis pula lah orang-orang di sekitar beliau. Beliau lalu bersabda: “Aku meminta izin kepada Rabb-ku untuk memintakan ampunan bagi ibuku, namun aku tidak diizinkan melakukannya. Maka aku pun meminta izin untuk menziarahi kuburnya, aku pun diizinkan. Berziarah-kuburlah, karena ia dapat mengingatkan engkau akan kematian” (HR. Muslim No.108, 2/671)

Baca Juga:  Doa Sore Hari yang Dianjurkan Rasulullah

Banyak sekali keutamaan yang dapat diraih ketika melaksanakan ziarah kubur. Salah satunya yaitu melembutkan hati. Sebagaimana hadis berikut:

كنت نهيتكم عن زيارة القبور ألا فزوروها فإنها ترق القلب ، وتدمع العين ، وتذكر الآخرة ، ولا تقولوا هجرا

Artinya: “Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat melembutkan hati, membuat air mata berlinang, dan mengingatkan kalian akan akhirat namun jangan kalian mengatakan perkataan yang tidak layak (qaulul hujr), ketika berziarah” (HR. Al-Hakim No. 1393)

Selain itu, ziarah kubur juga dapat membuat hati tidak terpaut kepada dunia dan zuhud terhadap gemerlap dunia. Hal ini tertuang dalam hadis berikut:

كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزوروا القبور فإنها تزهد في الدنيا وتذكر الآخرة

Artinya: “Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat membuat kalian zuhud terhadap dunia dan mengingatkan kalian akan akhirat” (HR. Al-Hakim No. 1387)

Hal ini dikuatkan oleh pendapat Syaikh Al-Munawi dalam kitab Faidhul Qadir, beliau menjelaskan bahwa, tidak ada obat yang paling bermanfaat bagi hati yang kelam selain berziarah kubur.

Dengan berziarah kubur, lalu mengingat kematian, akan menghalangi seseorang dari maksiat, melembutkan hatinya yang kelam, mengusir kesenangan terhadap dunia, membuat musibah yang kita alami terasa ringan.

Baca Juga:  Sholawat Nahdliyyah, Orang NU Harus Hafal Loh!

Ziarah kubur itu sangat dahsyat pengaruhnya untuk mencegah hitamnya hati dan mengubur sebab-sebab datangnya dosa. Tidak ada amalan yang sedahsyat ini pengaruhnya.

Bacaan Dzikir dan Doa Ziarah Kubur

Hal yang dianjurkan ketika hendak ziarah kubur, ialah berwudhu terlebih dahulu. Kemudian ketika sampai di depan area makam, ucapkan salam.

Assalamu ’Alaikum Ahlad-Diyaar Minal Mu’miniina Wal Muslimiin. Yarhamulloohul Mustaqdimiina Minnaa Wal Musta’khiriin. Wa Inna Insyaa Alloohu Bikum La-Laahiquun. Wa As Alullooha Lanaa Walakumul ‘Aafiyah.

Artinya: “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”

Baru kemudian saat ziarah kubur, kita dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan doa. Berikut ini kami urutkan bacaan dzikir dan doa ziarah kubur, antara lain:

Pertama, membaca kalimat istighfar sebanyak tiga kali.

اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ

Kedua, membaca surat al-Fatihah.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ. الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِ. الرَّحْمـنِ الرَّحِيمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ. اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ. غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ

Ketiga, Membaca surat al-Ikhlas sebanyak tiga kali.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ . اللَّهُ الصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ . وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Keempat, membaca surat al-Falaq.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ . مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ . وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ . وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ . وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Kelima, membaca surat al-Nas.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ . مَلِكِ النَّاسِ . إِلَهِ النَّاسِ . مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ . الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ . مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Keenam, membaca kalimat tahlil sebanyak tiga puluh tiga kali.

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Ketujuh, membaca doa ziarah kubur. Salah satu doa ziarah kubur yang mudah dan sering dibaca terutama ketika melaksanakan shalat jenazah, redaksinya seperti ini:

Baca Juga:  Hasbunallah Wanikmal Wakil; Pengertiannya Menurut Ulama dan Keutamaan Membacanya

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

Trasnliterasinya: Allahummaghfirlahu war hamhu wa ‘aafihii wa’fu anhu, wa akrim nuzuulahu wawassi’ madholahu, waghsilhu bil maa’i watssalji walbaradi, wa naqqihi, minaddzzunubi wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi.  Wabdilhu daaran khairan min daarihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa adkhilhul jannata wa aidzhu min adzabil qabri wa min adzabinnaari wafsah lahu fi qabrihi wa nawwir lahu fihi.

Artinya: “Ya Allah, ampuni dan rahmatilah dia. Selamatkanlah dan maafkanlah dia. Berilah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, lindungilah dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (HR. Muslim)

Demikianlah bacaan dzikir dan doa yang bisa dibaca ketika ziarah kubur.

Mohammad Mufid Muwaffaq