Dukung Deklarasi KAMI, PA 212: Pemerintah Sudah Melenceng dari Pancasila

Pecihitam.org – Salah satu kuasa hukum Habib Rizieq, Damai Hari Lubis, mengaku Persaudaraan Alumni (PA) 212 mendukung gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Bahkan, ia mengaku hadir langsung di lokasi deklarasi gerakan tersebut yang berlangsung di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat.

“Kami dari anggota PA 212 sangat mendukung KAMI, dan di antara yang hadir tentunya saya salah satunya selaku anggota mujahid 212 dan mewakili barisan pengikut Habib Rizieq,” ujar Damai, Selasa, 18 Agustus 2020 seperti dikutip dari Jpnn.com.

Damai juga mengungkapkan bahwa banyaknya massa yang hadir saat deklarasi KAMI, menunjukan bahwa rakyat melakukan perlawanan terhadap pemerintah.

Ia memandang pemerintah saat ini sudah jauh dari semangat penegakan hukum yang berdasarkan UUD 1945.

Baca Juga:  Deklarator KAMI Tanggapi Pernyataan Kontroversial Menag: Tangkap Saya Dulu

“Ini sudah nampak melenceng dari Pancasila falsafah negara Indonesia,” tegasnya.

Selain itu, Damai juga menyinggung sosok mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo yang hadir dalam deklarasi tersebut.

“Terkait kehadiran sosok Gatot Nurmantyo tentunya menambah gairah untuk misi perjuangan KAMI dan dapat menjadi jelas arah perjuangan suara kebangsaan,” ujar Damai.

Sementara itu, Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman juga menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh KAMI.

Menurutnya, KAMI memiliki pemikiran yang sama seperti yang selama ini diperjuangkan FPI dan Habib Rizieq Shihab.

“Menurut saya, itu bagus-bagus saja (deklarasi KAMI),” ujar Munarman.

Sebelumnya, Deklarasi Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI) yang digelar di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat pada 18 Agustus 2020, menuai sorotan publik.

Baca Juga:  Singgung Aksi Demo Ahok, PA 212 Beberkan Identitas Kelompok Penusuk Syekh Ali Jaber

Selain dihebohkan dengan pernyataan-pernyataan keras untuk pemerintah, kehadiran beberapa ormas seperti FPI dan PA 212 serta para tokoh nasional juga menjadi perbincangan publik.

Muhammad Fahri