Fadhilah Dan Doa Yang Dianjurkan Ketika Takziyah

Fadhilah Dan Doa Yang Dianjurkan Ketika Takziyah

PeciHitam.org – Takziyah secara bahasa maknanya menguatkan, sedangkan secara istilah yaitu menganjurkan seseorang yang sedang berduka untuk bersabar atas musibah yang ditimpanya serta mengingatkan dan mendoakan kepadanya ampunan bagi mayit dan orang yang tertimpa musibah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Imam Al Khirasyi mengartikan Takziyah dengan menghibur orang yang tertimpa musibah dengan pahala yang dijanjikan oleh Allah SWT sekaligus mendoakan mereka dan mayit sehingga tidak bersedih berlarut-larut.

Tidak ada perbedaan pendapat diantara para ulama bahwa hukum bertakziyah kepada orang yang sedang berduka adalah “mustahabbah” atau perkara yang sangat dianjurkan.

Keutamaan dari takziyah ialah diantaranya:

  • Mendapat pahala seperti halnya pahala orang yang tertimpa musibah.

مَنْ عَزَّى مُصَابًا فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ

Artinya: “Barang siapa yang bertakziyah kepada orang yang tertimpa musibah maka baginyalah pahala seperti halnya pahala yang didapat orang tersebut.” (HR. Tirmidzi)

  • Mendapatkan kemuliaan pada hari Kiamat.

مَا مِنْ مُؤْمِنٍ يُعَزِّي أَخَاهُ بِمُصِيبَةٍ إِلاَّ كَسَاهُ اللَّهُ مِنْ حُلَل الْكَرَامَةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Baca Juga:  Tak Perlu Galau Gaess! Ini Amalan untuk Memudahkan Segala Urusan Kamu!

Artinya: “Tidaklah seorang Mukmin bertakziyah kepada saudaranya yang terkena musibah kecuali Allah akan memakaikan pakaian kemulian kepadanya kelak di hari kiamat.” (HR. Ibnu Majah)

Menurut para ulama perihal waktu bertakziyah ialah tiga hari dan dimakruhkan ketika melebihi tiga hari karena sebenarnya tujuan takziyah untuk menenangkan hati orang yang tertimpa musibah tersebut sekaligus mendoakan.

Setelah tiga hari maka yang tertimpa musibah biasanya sudah bisa tenang dan justru bila ada takiyah setelah mas tersebut akan mengingatkan kepada kesedihannya.

لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ تُحِدَّ عَلَى مَيِّتٍ فَوْقَ ثَلَاثِ أَيَّامٍ إِلَّا عَلَى زَوْجٍ فَإِنَّهَا تُحِدُّ عَلَيْهِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا

Artinya: “Tidaklah dihalalkan bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari Kiamat untuk berkabung lebih dari tiga hari kecuali berkabung kerena ditinggal mati suaminya yaitu selama empat bulan sepuluh hari.” (HR Bukhari dan Muslim)

Baca Juga:  Doa Ziarah Kubur Lengkap beserta Manfaat dan Keutamaannya

Menurut Syekh Husein bin Ibrahim dalam Qurratul Ain bi Fatawa Ulama’ al-Haramain menjelaskan bahwa takziyah lebih baik dilakukan saat mayit sebelum dan sesudah dikuburkan baik masih di rumah atau sudah di pemakaman serta tidak ada perbedaan antara mayit anak kecil ataupun dewasa.

Sebaiknya takziyah hanya dilakukan selama tiga hari setelah pemakaman tapi jika ada tamu atau keluarga yang jauh tempat tinggalnya ataupun baru mendapatkan berita tersebut maka dianjurkan untuk mendatangi rumah yang berduka atau keluarga yang ditinggalkan.

Berdasarkan pendapat para ulama bahwa doa tidak dibatasi serta tidak ditentukan bacaan khususnya yang harus diucapkan ketika bertakziyah.

Maka saat melaksanakan taziyah dianjurkan membaca doa:

أَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ وَأَحْسَنَ عَزَاءَكَ وَغَفَرَ لمَيِّتِكَ

Latin: “A‘dlamallahu ajraka wa ahsana ‘aza’aka wa ghafaraka li mayyitika.”

Artinya: “Semoga Allah memperbesar pahalamu dan menjadikan baik musibahmu serta mengampuni jenazahmu.” (Lihat: Al-Adzkar, Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Mesir)

Baca Juga:  Tanggal 27 Identik dengan Lailatul Qadar, Bacalah Doa Allahumma Innaka Afuwwun Karim...

Ataupun bisa juga membaca doa berikut:

إِنَّ لِلهِ تَعَالى مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمَّى فمُرْهَا فَلْتَصْبرْ وَلْتَحْتَسِبْ

Latin: “Inna lillahi taala ma akhadza wa lahu ma a’tha wa kullu syai-in ‘indahu bi ajalin musammq famurhq faltashbir wal tahtasib.”

Artinya: “Sesungguhnya Allah Maha Memiliki atas apa yang Dia ambil dan diberikan-Nya, segala sesuatu mempunyai masa yang telah ditetapkan di sisi-Nya, maka hendaklah kamu bersabar dan memohon pahala dari Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Sekian penjelasannya semoga dapat menambah pengetahuan kita dan membuka wawasan kita perihal bertakziyah, terima kasih.

Mochamad Ari Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *